<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340</id><updated>2011-11-27T16:00:09.872-08:00</updated><category term='aceh news'/><category term='Hukum hukum syara'/><category term='Rukun Islam'/><category term='25 Nabi dan Rasul'/><category term='pengenalan tentang islam'/><category term='Rukun Iman'/><title type='text'>............</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-2204845429298776883</id><published>2009-02-17T10:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T11:33:57.162-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aceh news'/><title type='text'>30 Brimob Arrive in East Aceh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;IDI - About 30 army personnel Brigade Mobil (Brimob) Polda NAD Mapolres planned to arrive in East Aceh on Monday (16 / 2). Brimob troops are coming in order to strengthen the police forces in the framework of the implementation of the security of future elections. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolres East Aceh AKBP to Serambi Ridwan Usman, said, his side will be the return of about 30 personnel from the Brimob Polda NAD. Troops are planned to strengthen and assist the police in order to safeguarding upcoming elections in April. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In addition, troops will also help the police to minimize various other crime that often occurs during the time in East Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He hopes that the additional troops from the Brimob elements that decrease the amount of crime figures. In addition, the implementation of the election that is at the doors can also be run lancer, secure, peaceful, and democratic.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-2204845429298776883?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/2204845429298776883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/30-brimob-arrive-in-east-aceh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2204845429298776883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2204845429298776883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/30-brimob-arrive-in-east-aceh.html' title='30 Brimob Arrive in East Aceh'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-2425449634693744431</id><published>2009-02-07T13:09:00.004-08:00</published><updated>2009-02-07T13:10:14.775-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Muhammad S.A.W</title><content type='html'>&lt;marquee&gt;Belum ada data  cooming soon...!!!&lt;br /&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-2425449634693744431?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/2425449634693744431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2425449634693744431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2425449634693744431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-muhammad-saw.html' title='Nabi Muhammad S.A.W'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-3479853387239836004</id><published>2009-02-07T13:09:00.003-08:00</published><updated>2009-02-07T22:14:50.205-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Isa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelahiran Maryam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanna adalah seorang bangsawan yang tulus, istri seorang alim keluarga Imran, namanya Yoakhim. Sudah lama ia berumah tangga, namun belum juga dikaruniai anak. Pada suatu hari, suaminya diejek oleh tetangganya tentang kemandulannya. Karena ejekan tersebut, suaminya pergi ke Bait Allah untuk sembahyang mohon anak. Demikian pula Hanna, sembahyang di rumah dengan permohonan yang sama. Doa mereka dikabulkan oleh Tuhan secara luar biasa. Hanna mengandung. Mereka sangat bersyukur ke hadirat Ilahi atas karuniaNya. Sebagai tanda syukurnya, Hanna na­dzar bahwa anak yang masih dalam kandungan akan dipersembahkan sebagai pelayan Bait Allah (3:35). Beliau melahirkan seorang anak perempuan yang dinamakan Maryam, dan mohon agar Maryam dan keturunannya dilindungi Ilahi dari godaan setan yang terkutuk (3:36).&lt;br /&gt;Maryam dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bait Allah, Maryam diasuh oleh Nabi Zakaria sampai usia remaja (3:37). Dengan tekun dan sabar Zakaria mengasuh dan mendidik Maryam. Berkat didikannya, Maryam menjadi seorang wanita yang saleh. Setelah Maryam dewasa, rajin sekali ia beribadah. Hampir seluruh waktunya untuk zikir dan ibadah kepada Tuhan di Bait Allah. Setiap kali Zakaria masuk ke mihrab Maryam, selalu menemukan hidangan disisinya, maka ia bertanya: “Wahai Maryam, makanan ini engkau dapat dari mana?” Maryam hanya menjawab: “Ini dari Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Ia kehendaki tanpa hitungan” (3:37). Kesalehan Maryam itu membangkitkan keinginan Zakaria untuk mempunyai keturunan yang saleh (3:38). Siang malam Zakaria mohon kepada Allah agar dikaruniai seorang anak yang tulus yang akan meneruskan memimpin manusia ke jalan yang benar (19:2-6). Permohonan Zakaria dikabulkan Ilahi. Dengan perantaraan seorang malaikat, Zakaria memperoleh kabar gembira tentang lahirnya seorang anak laki-laki yang namanya Yahya (3:39; 19:7). Yahya dilahirkan ketika Zakaria telah mencapai usia lanjut (3:40-41; 19:8-11). Yahya seorang anak yang tulus, pandai, berbakti kepada Allah dan kepada kedua orang tuanya dan sekali-kali tidak sombong (19:12-15). Setelah dewasa Yahya diangkat sebagai Nabi Utusan Allah kepada bangsa Israel&lt;br /&gt;Maryam menerima kasyaf (ru’ya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut adat kebiasaan kaum Yahudi, wanita yang sedang datang bulan tak boleh tinggal di Bait Allah, karena dianggap najis. Demikian pula Maryam, pada suatu waktu harus meninggalkan Bait Allah. Ia menyingkir ke sebelah Timur serta menyekat dirinya dengan sebuah tabir (19:16-17). Di sanalah Maryam menerima kasyaf (ru’ya) dari Ilahi dengan perantaraan malaikat Jibril yang menampakkan diri seperti seorang laki-laki (19:17). Maryam amat terkejut, dan mohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan (19:18). Jibril memperkenalkan diri, bahwa dirinya bukanlah orang jahat, melainkan seorang Utusan Ilahi, yang diutus agar menyampaikan kabar gembira kepada Maryam bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryam adalah wanita yang terpilih dan disucikan (3:42),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryam agar memperbanyak bakti kepada Allah SWT (3:43), dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryam akan melahirkan seorang anak laki-laki yang suci (19:19), namanya Al-Masih Isa Ibnu Maryam, yang dihormati di dunia dan akhirat dan tergolong orang-orang tulus dan dekat dengan Allah, ia akan melaksanakan tugas sebagai Nabi sampai usia lanjut (3:45-46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryam amat bergembira dan sedih menerima kasyaf tersebut. Bergembira karena beliau wanita yang beruntung, dimuliakan Ilahi. Beliau sangat sedih, karena mendapat kabar akan melahirkan seorang anak laki-laki, padahal beliau belum berumah tangga. Bagaimana bisa terjadi? (19:20;3:47). Beliau tidak mengerti bahwa dirinya sedang ramai diperebutkan siapa yang beruntung bisa memeliharanya sebagai istri (3:44). Jibril menghibur, supaya Maryam tidak bersedih hati, karena Tuhan akan menyingkirkan rintangan Maryam untuk melahirkan (21:91) sebagaimana Allah menyingkirkan halangan Elisabet untuk mengandung dan melahirkan Yahya dalam usia lanjut (21:90). Bagi Tuhan amat mudah menyingkirkan rintangan itu, karena Tuhan menghendaki Nabi Isa as. adalah Al-Masih yang kedatangannya dinanti-nantikan oleh Bani Israil. Masalah ini telah diputuskan Ilahi (3:47;19:21). Rintangan yang dihadapi oleh Maryam, ialah anggapan Maryam bahwa seorang biarawati harus hidup wadat. Ini tidak benar, karena aturan itu bikin-bikinan para rahib sendiri, bukan syariat Musa (57:27).&lt;br /&gt;Kelahiran Al-Masih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Maryam berumah tangga. Pria yang beruntung mendapat undian untuk memelihara Maryam sebagai istri ialah Yusuf si tukang kayu. Beberapa bulan kemudian, Maryam mengandung (19:22). Pada saat akan melahirkan, Maryam pergi ke tempat yang jauh (19:22) ke kota betlehem di Yudea untuk keperluan sensus penduduk (Lukas 2:2-6). Dalam perjalanan inilah Maryam melahirkan Al-Masih yang kelahirannya telah dinubuatkan oleh para nabi terdahulu. Al-Masih dilahirkan kembar, saudara kembarnya ialah Thomas alias Didymus (Yohanes 11:16). Kelahiran Al-Masih itu pada musim korma (19:23-26), kira-kira bulan September-Oktober tahun 6 sebelum Masehi. Jadi, Al-Masih tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember sebagaimana diyakini oleh umat Kristen sekarang. Jika Al-Masih dilahirkan pada tanggal 25 Desember, dustalah cerita Lukas, bahwa ketika Al-Masih dilahirkan, pada malam itu banyak para penggembala berada di padang menjaga kawanan ternak mereka (Lukas 2:8). Hal ini tak mungkin terjadi pada tanggal 25 Desember, sebab pada tanggal tersebut di daerah 23 ½ - 66 ½ L.U. mulai musim dingin.&lt;br /&gt;Masa kanak-kanak dan remaja Al-Masih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang ke 8, Al-Masih dibawa ke Bait Allah di Yerusalem untuk disunnat (Lukas 2:21). Kemudian oleh kedua orang tuanya dibawa lari ke Mesir untuk menyelamatkan diri dari ancaman Herodes yang agung. Setelah Herodes meninggal pada awal tahun 4 sebelum masehi, digantikan oleh Arkhilaus, kembalilah Yusuf dan Maryam dengan membawa anaknya, ke tanah Israil dan menetap di Nasaret di daerah Galilea. Sampai beliau berusia 12 tahun (Matius 2:1-23). Nicholas Notovich seorang musafir Rusia yang menulis sejarah berbagai nabi menceritakan: “Tatkala Isa mencapai usia 13 tahun, yaitu saat untuk menikah bagi bangsa Israil…. Beliau diam-diam menghilang dari rumah orang tua beliau. Beliau meninggalkan Yerusalem dan berangkat ke Sind (India) …. Beliau melintasi Sind dan menetap di daerah bertuhan (penyembah Tuhan) didaerah Ainjab yang memiliki lima sungai. Lalu beliau menjelajahi seluruh daerah India; beliau hidup 6 tahun lamanya di tempat-tempat yang berlainan, seperti Benares, Jahganath dan Rayagriba. Orang berduyun-duyun mendengarkan ajaran beliau, tetapi beliau membuat marahnya kaum Brahim (kaum pendeta agama Hindu), tatkala beliau mengajarkan derajat manusia adalah sama; karena adanya sugesti bahwa Brahmin adalah setaraf dengan kaum Sudra, itu dianggap mencemarkan kaidah suci. Kaum Brahmin berusaha untuk menganiaya Yesus dan beliau terpaksa lari ke daerah pegunungan Himalaya, dan terus ke Persia. Beliau tiba kembali di Israil pada usia 29 tahun”.&lt;br /&gt;Kenabian Isa Al-Masih as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isa Al-Masih (Yesus Kristus) bertemu kembali dengan keluarga dan kaumnya. Ayahnya telah lama wafat, ketika beliau masih dalam perantauan. Kini, beliau membantu ibunya mengasuh adik-adiknya. Pada usia 30 tahun, beliau diangkat sebagai Nabi Utusan Allah untuk bangsa Israil (3:49; 19:30). Beliau diutus membetulkan Torat dan melunakkan syariat Musa (3:50). Beliau mengajarkan bahwa Allah itu Maha Esa dan mengajak kaumnya agar mengabdi kepadaNya (3:51; 5:117; 19:36; 43:64), dengan membawa banyak tanda bukti, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat burung dari tanah (3:48; 5:110),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyembuhkan orang sakit buta dan lepra (3:48; 5:110),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghidupkan orang mati (3:48; 5:110), dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Isa Al-Masih adalah contoh yang sempurna dari sifat jamali, yaitu sifat keindahan dan keelokan budi pekerti. Beliau seorang yang selalu mendirikan salat dan membayar zakat (19:34) serta mengerjakan puasa (Matius 4:2). Beliau tak berlaku kasar terhadap ibunya (19:32) sebagaimana diceritakan oleh Injil Matius (12:48). Doktrin pokok ajaran beliau adalah membalas keburukan dengan kebaikan (Matius 5:39-40). Beliau adalah seorang hamba Allah (19:30; 43:50) yang diangkat sebagai Nabi (19:30), diutus kepada bangsa Israil (3:49). Beliau membutuhkan makan, minum dan akhirnya wafat (5:75) sebagaimana para nabi sebelumnya (5:75). Jadi, keliru sekali anggapan Gereja bahwa beliau adalah Tuhan yang harus disembah, hidup langgeng di langit tanpa makan dan minum. Beliau telah menyangkal pengakuan sebagai Anak Allah atau Tuhan (5:116). Ungkapan Anak Allah hanyalah dalam arti ibarat, bukan dalam arti yang sebenar-benarnya, yang dimaksud ialah orang baik, sedangkan orang jahat biasa disebut anak setan.&lt;br /&gt;Penyaliban yang gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih kurang tiga tahun, beliau berdakwah di Galilea, Yudea, Samaria dan di sebelah Timur sungai Yordan. Murid-murid beliau disebut kaum Hawariyin (3:52) yang sering mendapat wahyu Ilahi (5:111) dan menolong Allah (3:52). Allah swt. Berkenan menurunkan “makanan” dari langit kepada mereka (5:112-115) dan menjanjikan kemenangan kepada mereka (3:55; 61:14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Bani Israil umumnya tidak menyetujui ajaran beliau dan selalu menolaknya. Mereka tidak Berterima kasih atas petunjuknya, malah mendustakannya dan menghina beliau sebagai anak haram dan ibunya telah berbuat serong (4:156), bahkan mereka merencanakan pembunuhan secara keji terhadap beliau (3:54), tetapi Tuhan berjanji akan menyelamatkannya (3:55). Dalam bulan April ± tahun 30 Masehi, kaum Yahudi melaksanakan niat jahatnya, dengan bantuan seorang muridnya yang khianat, Yudas Ekskariot. Mereka dapat menangkap Al-Masih yang sedang bersembunyi di taman Getsemani pada hari Kamis malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Jumat tanggal 7 April 30 M beliau dihadapkan kepada Pontius Pilatus untuk diadili. Pontius Pilatus berusaha membebaskan beliau, karena tak ada bukti bahwa beliau berbuat kesalahan; akan tetapi tuntutan kaum Yahudi amat keras dan dikhawatirkan timbul pemberontakan, maka Pontius Pilatus meluluskan tuntutan mereka. Dalam perjalanan menuju tempat penyaliban, beliau dicaci maki dan disiksa. Akhirnya setelah sampai di bukit Golgota, beliau dinaikkan ke atas salib. Pada waktu itu disalibkan pula dua orang penjahat, yang disalibkan di sebelah kanan dan kiri Yesus Kristus. Peristiwa ini membuat kaum Yahudi puas dan lega, mereka merasa telah berhasil membunuh Al-Masih, padahal sebenarnya Al-Masih belum wafat ketika diturunkan dari tiang salib oleh murid-muridnya hanya seperti telah wafat saja. Jadi upaya mereka membunuh beliau sejatinya gagal total (4:157-158).&lt;br /&gt;Al-Masih tak mati disalib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas pokok agama Yahudi dan Kristen ialah percaya akan kematian Al-Masih disalib secara dogmatis (4:159). Dogma tersebut diungkapkan Ilahi dalam Quran Suci, bahwa “tak seorangpun dari kaum Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen), melainkan akan mengimankan (kematian Isa Al-Masih disalib) itu sebelum matinya” (4:159) atau selama hidupnya; dan juga dibantah dengan keras oleh Ilahi dalam Quran Suci yang menyatakan bahwa Al-Masih sekali-kali tak mati disalib, dan dijelaskan keadaan yang sebenarnya hanya seperti orang mati atau pingsan saja ketika diturunkan dari tiang salib (4:157-158). Kematian di atas tiang salib adalah amat terkutuk, yang hanya dialami oleh orang-orang terkutuk saja (Ulangan 21:23), tak mungkin dialami oleh orang yang mulia seperti Nabi Isa Al-Masih as. Karena Al-Masih tak wafat di atas tiang salib, maka kebangkitan beliau dari “kubur” adalah wajar dan ajaran tentang penebusan dosa yang diwariskan oleh Adam (Galatia 3:13) adalah palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaliban Al-Masih itu hanya berlangsung tiga jam saja, dari pukul 12 s/d 15 waktu setempat. Karena menjelang hari Sabat, yang pada hari itu tak boleh ada mayat tinggal tergantung pada kayu salib (Yohanes 19:31), maka kaum Yahudi mohon kepada Pilatus agar mematahkan kaki orang-orang yang disalib kemudian setelah mati diturunkan secepatnya. Kaki kedua penjahat yang disalibkan di sebelah kanan dan kiri Al-Masih diremukkan sehingga tewas, tetapi kaki Al-Masih tidak, karena Al-Masih telah diserupakan dengan orang mati (4:157), sehingga Al-Masih mereka sangka benar-benar telah mati. Kematian Al-Masih itu amat meragukan mereka. Untuk menghilangkan keragu-raguan itu seorang laskar Romawi menikam rusuk Al-Masih dan mengalirlah darah dengan air (Yohanes 19:32-34). Tikaman ini dianggap menyempurnakan kematian Isa Al-Masih, padahal justru sebaliknya membuktikan bahwa beliau belum wafat, karena darah dengan air mengalir adalah tanda alami masih adanya kehidupan. Anggapan keliru mereka itu merupakan pertolongan Ilahi untuk menyelamatkan Isa Al-Masih dari kematian terkutuk disalib, dan pertolongan itu disempurnakan lewat para muridnya, kaum Hawariyin, yakni diturunkannya Al-Masih dari tiang salib oleh Yusuf Arimatea dan kawan-kawannya. Kemudian dikuburkan dalam gua batu, setelah diobati dengan rempah-rempah dan dikafani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang ketiga, Maria Magdalena dan kawan-kawan ziarah kubur, ia menyaksikan bahwa batu penutup kubur telah tergolek dan di dalam kubur tinggal kain kafan yang berlumuran darah. Al-Masih telah bangkit dan meninggalkan kubur. Beliau menyamar sebagai tukang kebun untuk menyelamatkan diri. Hal ini membuktikan bahwa Al-Masih ketika diturunkan dari tiang salib dan dikuburkan belum wafat, hanya pingsan atau mati suri saja. Sebagaimana kita baca dalam Kitab Perjanjian Baru, yang menyatakan Isa Al-Masih mati disalib bukanlah orang-orang yang menangani langsung penurunan Yesus dari tiang salib lalu mengobati, mengkafani terus menguburkannya. Sumbernya hanyalah dengan orang yang hanya melihat dari jauh saja, bukan saksi mata. Dengan demikian berarti bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempurnalah janji Ilahi, bahwa beliau akan menyelamatkan Al-Masih dari kematian terkutuk (3:55) dan gagallah rencana (makar) kaum Yahudi (3:54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempurnalah nubuat Al-Masih bahwa anak manusia akan berada dalam perut bumi selama tiga hari, sebagaimana Yunus dalam perut ikan selama tiga hari, dalam keadaan hidup (Markus 16:1-2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempurnalah sebagian nubuat Yesaya, bahwa Tuhan menghendaki Yesus sebagai “Hamba Tuhan yang menderita” itu akan menyaksikan keturunannya dan umurnya akan lanjut” (Yes 53:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Tuhan itu berlaku bagi siapapun. Tuhan menetapkan bahwa orang yang telah mati tak akan hidup ke dunia lagi (Ayub 7:9-10; Quran 23:100; 36:42). Karena Al-Masih bangkit dari kubur, maka bisa disimpulkan bahwa ketika beliau diturunkan dari salib belum wafat, hanya pingsan/mati suri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubur yang kosong dan kain kafan berlumuran darah yang ditinggalkan adalah saksi bisu bahwa Al-Masih tatkala diturunkan dari tiang salib hayat masih dikandung badan, belum wafat dan yang ditangkap lalu dipakukan pada tiang salib itu adalah Isa Al-Masih (Yesus Kristus), bukan orang lain, Yudas Eskariot misalnya. Bukti alami terakhir yang pembuktiannya masih menunggu waktu adalah DNA pada kain kafan tentu sama dengan DNA pada Bukit Golgota dan makam Kudus dan sama pula dengan DNA dimakam Yus Asaf di Srinager, Kasymir.&lt;br /&gt;Al-Masih sesudah percobaan penyaliban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah peristiwa penyaliban yang gagal, Nabi Isa as. Tidak naik ke sorga di langit sebagaimana diyakini oleh Gereja atau umat Islam umumnya, melainkan tetap melaksanakan tugas menggembalakan domba-domba Israil yang tersesat (Qur’an 3:47-48; Matius 15:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Israil itu terdiri dari 12 suku (7:160; 5:12), yang dinamakan menurut 12 putera Yakub, yaitu Ruben, Simeon, Levi, Yahuda, Isakhar, Zebulon, Dan, Naftali, Gad, Asyer, Yusuf, dan Benyamin (I Tawarikh 2:1-2). Mereka memperoleh kejayaan pada zaman Daud dan Sulaiman, sesudah itu mengalami kemunduran, kemudian dibinasakan oleh raja Babil, Nebukadnezar pada tahun 597 sebelum Masehi lalu disempurnakan dengan membinasakan Bait Allah di Yerusalem pada tahun 588 sebelum Masehi. Mereka ditawan dan diperbudak di Babil (II Raja-raja 24:10-17). Baru pada zaman Cyrus yang Agung dari Persia yang menggantikan Babilonia, mereka diizinkan kembali ke Palestina dan membangun kembali Bait Allah di Yerusalem (Ezra 1:1-4); akan tetapi sebagian besar dari mereka tetap tinggal di Babil dan menyebar ke negeri-negeri Timur: Persia, Afghanistan, Pakistan, Kasymir dan sebagainya; hanya sebagian kecil saja yang kembali ke Palestina, dibawah pimpinan Nabi Uzair, yaitu: suku Yahuda, Lewi dan Benyamin (Ezra 1:5). Kepada tiga suku inilah Al-Masih melakukan dakwah selama lebih kurang tiga tahun di Palestina. Tugas ini sesudah peristiwa penyaliban dilanjutkan oleh 12 murid pilihannya dengan pesan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil. Pergilah dan beritakanlah: kerajaan Sorga telah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan Cuma-Cuma, karena itu berikanlah pula dengan Cuma-Cuma” (Matius 10:5-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah luka-luka Al-Masih sembuh akibat penyaliban, beliau meninggalkan Palestina, terus mengembara ke sebelah Timur bersama ibundanya dan saudara kembarnya, Thomas. Beliau menjelajah negeri Syria, Persia, terus Pakistan. Di Pakistan Utara, Siti Maryam wafat dan dimakamkan di kota Murree. Dari sinilah Al-Masih masuk ke Kasymir dan mulai dengan kehidupan baru menjadi ayah dari beberapa anak (salah seorang penduduk Srinagar bernama Sahibzada Basyarat Salim mempunyai silsilah lengkap yang sampai kepada Nabi Isa Al-Masih as.). Pengembaraan Al-Masih dan ibunya ini dinyatakan Ilahi dalam firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami membuat Ibnu Maryam dan ibunya sebagai tanda bukti, dan keduanya Kami ungsikan ke tanah yang tinggi yang mempunyai padang rumput dan mata air” (Al Mu’minun 23:50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tinggal yang dilukiskan dalam ayat tersebut tak sesuai jika diterapkan pada tanah Mesir, Yerusalem atau Syria, akan tetapi tepat sekali jika diterapkan pada Kasymir, di samping itu banyak bukti-bukti historis dan etnologis yang menunjangnya. Di sinilah Al-Masih berdakwah sampai usia lanjut dan wafat secara wajar dalam usia 120 tahun, sebagaimana telah dinubuatkan oleh Musa bahwa Roh Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tidak akan selama-lamanya tinggal didalam manusia, karena manusia itu daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja” (Kejadian 6:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam beliau terdapat di jalan Khan Yar, Srinagar, Kasymir. Sekarang kita bisa menyaksikan dan ziarah ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://studiislam.wordpress.com/2007/12/27/riwayat-nabi-isa-as/"&gt;Studiislam.wordpres&lt;/a&gt;s&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-3479853387239836004?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/3479853387239836004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-isa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/3479853387239836004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/3479853387239836004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-isa.html' title='Nabi Isa'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-776079225050036551</id><published>2009-02-07T13:09:00.001-08:00</published><updated>2009-02-07T22:18:54.918-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Yahya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;NABI YAHYA dIlahirkan saat orang tuanya sudah berusia lanjut, Nabi Yahya yang lahir pada tahun 7 SM merupakan anak satu-satunya Nabi Zakaria.&lt;br /&gt;Ibunya yang bernama Isya adalah saudara perempuan Hannah yang merupakan istri Imran dan ibu dari Maryam.&lt;br /&gt;Sejak usia dini Yahya sudah diajari dan hafal ajaran-ajaran yang terkandung dalam kitab Taurat dan Zabur. Yahya diangkat Allah Swt. menjadi nabi pada tahun 27 M.&lt;br /&gt;Ia membantu ayahnya berdakwah dengan mengingatkan kaumnya dan para pemimpin Bani Israil yang melanggar hukum Taurat.&lt;br /&gt;Ia sangat berani menegakkan kebenaran dan memberlakukan hukum agama dengan tegas. Ia juga selalu menganjurkan agar kaumnya yang berdosa segera bertobat. Pertobatan ini ditandai dengan dipermandikan (dibaptiskan) di sungai Yordan. Karena itu, Yahya dijuluki al-Ma'madan (Pembaptis).&lt;br /&gt;Hingga sekarang, upacara pembaptisan ini masih dilakukan oleh umat Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAHYA DAN ISA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kelahiran Yahya, Zakaria sudah diberitahu mengenai putranya yang akan membenarkan firman Allah Swt. mengenai kedatangan Nabi Isa&lt;br /&gt;Di kemudian hari Yahya inilah yang membaptis Isa dan membenarkan risalah yang dibawanya.&lt;br /&gt;Namun Yahya tidak sempat ikut membela risalah itu karena tewas dibunuh oleh Raja Herodus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HERODUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Yahya hidup pada saat Yerusalem berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi (4 SM - 39 M) dengan Herodus sebagai penguasa setempat.&lt;br /&gt;Suatu ketika Raja Herodus berencana menikahi anak tirinya, Herodia. Tapi Yahya mengetahui rencana itu. Maka ia segera mengeluarkan fatwa larangan, karena menurut hukum Taurat, anak tiri haram dinikahi. Tapi Herodia tidak ingin pernikahannya gagal. Maka ia meminta Raja Herodus membunuh Yahya. Raja Herodus segera menangkap Yahya dan memasukkannya ke penjara.&lt;br /&gt;Akhirnya Yahya dibunuh oleh Raja Herodus untuk memenuhi permintaan kekasihnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YOHANNA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Yahya merupakan pemberian langsung dari Allah Swt. Nama itu belum pernah digunakan sebelumnya.&lt;br /&gt;Yahya adalah nama yang diarabkan dari kata Ibrani, Yohanna, yang berarti hidup. Dalam surah&lt;br /&gt;Maryam ayat 7&lt;br /&gt;dikisahkan bahwa Allah juga belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan Yahya.&lt;br /&gt;"Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang&lt;br /&gt;serupa dengannya"&lt;br /&gt;(Q.19:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari : &lt;a href="http://peperonity.com/go/sites/mview/rasul-rasul/14520373"&gt;Peperonity.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-776079225050036551?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/776079225050036551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-yahya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/776079225050036551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/776079225050036551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-yahya.html' title='Nabi Yahya'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-8839871097938765116</id><published>2009-02-07T13:08:00.003-08:00</published><updated>2009-02-07T22:36:46.741-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Zakaria</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi Zakaria A.S. adalah keturunan Nabi Sulaiman A.S. Beliau adalah ulama besar dalam kalangan Bani Israil. Isterinya bernama "Isya" saudara perempuan dari .Hannah isteri Imran, salah seorang pembesar dari kalangan Bani Israil. Hannah adalah seorang wanita yang mendambakan seorang anak, sehingga beliau berdoa kepada Allah: "Ya Tuhanku, aku bernazar, apabila aku memperoleh anak, maka ia aku serahkan kepada Engkau untuk berbakti kepada Engkau, yaitu akan kuserahkan ke Baitulmaqdas untuk memelihara Rumah Tuhan" (rumah tempat beribadah kepada Tuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam AI Qur'an surat Ali Imran ayat 35 sampai dengan ayat 36 yang artinya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Maka terimalah dari padaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Maka tatkala isteri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan, dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki-Iaki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian doa Hannah dikabulkan Allah dan ia hamil, tetapi sayangnya suaminya (Imran) telah meninggal dunia. Hannah berdoa kepada Allah: "Ya Allah, aku telah bernazar bahwa anak dalam kandunganku ini, apabila telah lahir, akan aku serahkan untuk menjaga rumah Allah (tempat beribadah kepada Allah). Jika anakku nanti seorang perempuan, maka perempuan itu tidaklah sarna dengan pria. Dan ketika lahir anak perempuan, berkatalah ia: "Ya Tuhanku! Saya melahirkan seorang anak perempuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Nabi Zakaria Mengasuh Maryam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Hannah melahirkan bayi perempuan, maka bayi tersebut diberi nama "Maryam." Maryam kedl dipelihara oleh kepala (pemimpin) rumah Allah, untuk ikut memelihara rumah Allah, sebagaimanajanji ibunya sewaktu Maryam masih dalam kandungan. Karena ayahnya sudah meninggal maka Maryam pun diasuh oleh' Nabi Zakaria. Nabi Zakaria sangat berhati-hati menjaga Siti Maryam, terutama sewaktu Maryall} telah meningkat dewasa. Nabi Zakaria membuatkan sebuah kamar di dekat mihrab untuk Maryam, apabila Nabi Zakaria bepergian, maka beliau kund kamar Maryam dari luar, sehingga Maryam menjadi gadis pingitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sangat aneh, apabila Zakaria datang mendapatkan Maryam, dilihatnya di dekat Maryam telah tersedia makanan. Bertanya Nabi Zakaria: "Hai Maryam, dari mana engkau memperoleh makanan ini?" Jawab Maryam: "Saya memperolehnya dari Allah (diantarkan oleh Malaikat Allah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam AI Qur'an surat Maryam ayat 2-6 yang artinya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. (Yang dibacakan ini adalah) penjelrnaan tentang rahrnat Tuhan karnu kepada harnba-Nya, Zakaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lernbut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. fa berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lernah dan kepalaku telah diturnbuhi uban, dan aku belurn pernah kecewa dalarn berdoa kepada Engkau Ya Tuhanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap rnawaliku sepening¬galku, sedang isteriku adalah seorang yang rnandul rnaka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi kebahagiaan keluarga Yaqub, dan jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridhai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Nabi Zakaria dikabulkan Allah. la sudah tua dan isterinya orang yang tak pernah beranak, tetapi jika dikehendaki Allah, maka semuanya itu mudah bagi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam Al Qur'an surat Maryam ayat 7-9 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. "Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya yang sebelum Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tuhan berfirman: "Demikianlah." Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebe¬lum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tanda Nabi Zakaria Akan Dikaruniai Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam Al Qur'an surat Maryam ayat 10-11 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda." Tuhan berfirman: "Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia tiga malam, padahal kamu sehat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka: "Hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Zakaria tidak berkata-kata lagi selama tiga hari dan kalau ia ke tempat sembahyang, maka disuruhnya orang beribadah dengan isyarat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam AI Qur'an surat Ali Immran ayat 39 yang artinya: "Kemudian malaikat Oibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan ibadat di mihrab, katanya: "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi pengikut, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang saleh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Hikmah yang Terkandung dari Kisah Nabi Zakaria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Nabi Zakaria telah tua benar baru mendapat anak, yang demikian itu mudah bagi Allah.&lt;br /&gt;   2. Nabi Zakaria ingin sekali mempunyai anak yang saleh. Beliau berdoa kepada Allah supaya mendapat anak yang diridhai oleh Allah. Doa Nabi Zakaria dikabulkan oleh Allah, maka lahirlah seorang anak laki-Iaki yang bernama "Yahya."&lt;br /&gt;   3. Yahya artinya "hidup" dan Nabi Yahyalah orang pertama yang memakai nama tersebut.&lt;br /&gt;   4. Nabi Zakaria serta Nabi Yahya, keduanya mati syahid. Sejarahnya dikisahkan dalam riwayat Nabi Yahya. Orang mati syahid itu sekali pun ia sudah mati, ia selalu hidup disisi Tuhan seperti firman Allah di dalam surat Ali Imran ayat 168-171.&lt;br /&gt;   5. Mari kita berdoa kepada Allah supaya diberi oleh Allah anak yang saleh yang wajib kita didik dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://iatt.depperin.go.id/slamet/index.php?view=article&amp;amp;catid=47%3A25-rasul&amp;amp;id=172%3Anabi-zakaria-as&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=66"&gt;Iat.depperin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-8839871097938765116?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/8839871097938765116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-zakaria.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/8839871097938765116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/8839871097938765116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-zakaria.html' title='Nabi Zakaria'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-481327695333472230</id><published>2009-02-07T13:08:00.001-08:00</published><updated>2009-02-07T22:41:21.604-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Yunus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi Yunus AS termasuk salah satu dari kelompok nabi-nabi terbesar Bani Israil, dimana Allah telah mengutusnya ke penduduk Ninawa bagian dari negeri Muashil. Ia menyeru mereka supaya beribadah kepada Allah Ta’ala, tetapi mereka menolaknya. Ia berulang kali menyerukan seruan itu kepada mereka, tetapi mereka tetap menolaknya. Ia menjanjikan adzab kepada mereka, dan ia pergi dari hadapan mereka dan tidak sabar dalam menghadapi mereka yang semestinya dilakukannya, tetapi ia tetap pergi meninggalkan mereka karena marah. Sedangkan keadaan mereka saat menyaksikan kepergian nabi mereka, maka dalam hati mereka timbul niat bertaubat kepada Allah Ta’ala setelah mereka menyaksikan beberapa tanda pendahuluan akan turunnya adzab, sehingga Allah membebaskan adzab dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, bahwa Nabi Yunus AS mengetahui tentang dibebaskannya adzab dari mereka, akan tetapi ia tetap pergi meninggalkan mereka, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah ….” (Al-Anbiya’: 87). Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman, “(Ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan.” (Ash-Shaffat: 140).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi Yunus AS menaiki kapal yang dipenuhi penumpang dan muatan. Ketika mereka berada di tengah-tengah lautan maka kepal itu miring dan hampir tenggelam, dimana mereka harus mengambil salah satu keputusan antara mereka tetap berada di kapal semuanya dengan resiko mengalami kebinasaan; atau membuang sebagian dari mereka agar kapal itu menjadi ringan dan menyelamatkan sisanya. Akhirnya mereka memilih jalan yang terakhir setelah menemui kesepakatan di antara mereka. Kemudian mereka melakukan pengundian dan sejumlah penumpang terkena undian tersebut termasuk di dalamnya Nabi Yunus AS, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “… kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah untuk undian.” (Ash-Shaffat: 141).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni ia termasuk dari orang-orang yang kalah dalam undian tersebut. Kemudian mereka pun melemparkannya ke laut, serta seekor ikan besar menelannya, akan tetapi tidak sampai mematahkan tulangnya dan merobek dagingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi Yunus AS berada di dalam perut ikan, maka dalam keadaan gelap (dalam perut ikan) ia berseru, “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” (Al-Anbiya’: 87). Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada ikan itu supaya memuntahkan Nabi Yunus AS di daerah yang tandus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan tersebut bagaikan anak burung yang baru keluar dari telur (baru menetas) karena saking lemahnya. Kemudian Allah Ta’ala mengasihinya dan menumbuhkan sebuah pohon dari jenis pohon labu baginya, dimana pohon itu meneduhinya, sehingga ia kuat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Yunus AS supaya kembali ke kaumnya, agar ia mengajari dan menyeru mereka, dan penduduk negeri itu memenuhi seruannya sebanyak seratus ribu orang atau lebih, dimana mereka beriman, sehingga Kami karuniakan kepada mereka keni’matan hidup sehingga batas waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah ini, bahwa Allah telah menegur sikap Nabi Yunus AS yang lemah (tidak sabar) serta memenjarakannya di dalam perut seekor ikan besar sebagai penebus kesalahannya dan sebagai tanda kekuasaan Allah yang besar serta sebagai kamuliaan bagi Nabi Yunus AS. Di antara ni’mat Allah Ta’ala yang dikaruniakan kepadanya ialah sebagian besar orang dari kaumnya telah memenuhi seruannya, karena banyaknya pengikut bagi para nabi merupakan karunia bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah ini terdapat keterangan, bahwa dibolehkan menggunakan undian saat mendapati kesamaran dalam mengambil keputusan serta solusi yang tepat terhadap masalah-masalah yang terjadi manakala tidak ditemukan cara lain selain cara tersebut. Langkah yang diambil para penumpang kapal di atas dengan menempuh cara itu merupakan dalil atas sebuah kaidah yang masyhur, yaitu melakukan suatu perbuatan buruk yang lebih ringan kemadharatanya dengan maksud menghindari kemadharatan yang lebih besar. Tidak diragukan lagi, bahwa melemparkan sebagian dari mereka ke laut meski di dalamnya mengandung kemadharatan namun mendatangkan keselamatan bagi penumpang lainnya. Sedang jika tidak ada seorang pun yang dibuang, niscaya seluruhnya akan tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam kisah ini terdapat keterangan, bahwa ketika seseorang memiliki hubungan pendahuluan yang baik dengan Rabbnya dan mengenali Rabbnya dalam keadaan senang, niscaya Allah berterima kasih kepadanya dan akan mengenalinya dalam keadaan susah dengan menghilangkan kesusahannya itu secara total atau meringankannya.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta’ala berfirman dengan kisah Nabi Yunus AS, “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” (Ash-Shaffat: 143-144).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam kisah ini terdapat keterangan, sebagaimana yang disabdakan Nabi SAW, “Berkenaan dengan do’a saudaraku Dzun Nun (Nabi Yunus AS), bahwa tidaklah seseorang yang sedang mendapatkan kesusahan berdo’a dengan do’a tersebut, melainkan Allah akan menghilangkan kesusahan itu darinya, yaitu: “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” (Al-Anbiya’: 87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam kisah ini terdapat keterangan, bahwa iman pasti dapat menyelamatkan seseorang dari penderitaan atau kesusahan sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Al-Anbiya’: 88). Yakni jika mereka ditimpa kesusahan maka mereka akan dibebaskan darinya karena keimanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ar-Razi berkata, “Berkenaan dengan kasus Nabi Yunus AS, bahwa keberadaan ma’rifat (mengenali Allah) lebih dahulu adanya, kemudian diikuti do’a, sehingga keberadaan ma’rifat lebih dahulu adanya daripada do’anya yang memohon supaya do’anya dikabulkan. Sedang berkenaan dengan Fir’aun, maka keingkaran lebih dahulu adanya, dimana ia telah menyerukan kerububiyahan dirinya (mengaku dirinya sebagai Rabb. Allah SWT berfirman, “Maka ia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (An-Nazi’at: 23-24). Sedangkan Nabi Yunus AS menyerukan kerububiyahan Allah, sebagaimana firman Allah Ta’ala, “…ketika ia berdo’a sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).” (Al-Qalam: 48). Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman: “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah.” (Ash-Shaffat: 143). Keterangan di atas memperingatkan anda, bahwa orang yang memelihara hubungan dengan Allah Ta’ala di saat senang niscaya Allah akan memeliharanya ketika susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://blog.its.ac.id/indramuslim/2008/02/13/kisah-nabi-yunus-as-dan-pelajaran-yang-dipetik/"&gt;Blog.itc.ac.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-481327695333472230?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/481327695333472230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-yunus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/481327695333472230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/481327695333472230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-yunus.html' title='Nabi Yunus'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-3279890616596986223</id><published>2009-02-07T13:07:00.002-08:00</published><updated>2009-02-07T22:49:18.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Ilyasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Asal-usul Nabi Ilyasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ilyasa adalah anak Akhtub bin 'Ajuz, yang lalu diangkat anak oleh Nabi Ilyas A.S. Beliau diangkat oleh Allah menjadi rasul sebagaimana telah tersebut di dalam AI Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Adapun Ismail, Ilyasa, Yunus dan Luth, semuanya itu teiah Kami berikan kepadanya keiebihan derajatnya di atas umat (di masanya). (QS. Al An'aam: 86).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Nabi Ilyasa, rakyat hidup aman dan makmur karena umatnya selalu patuh kepada perintah dan ajaran Nabi Ilyasa. Kemudian setelah Nabi Ilyasa meninggal dunia, umatnya (Bani lsrail) meninggalkan hukum Taurat. Mereka mengambil jalan yang salah, yang makin hari makin bertambah kekufuran dan kedurhakaan mereka kepada Allah, sehingga Allah melenyapkan nikmat dan kesenangan dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hikmah yang Terkandung dari Kisah Nabi Ilyasa'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.                  Nabi Ilyasa adalah anak angkat Nabi Ilyas A.S. Kedua-duanya itu adalah rasul Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.                  Pada zaman Nabi lIyasa, umat Bani Israil hidup aman dan makmur, karena mereka adalah orang-orang yang taat kepada ajaran Allah yang disampaikan oleh Nabi lIyasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.                  Setelah Nabi lIyasa wafat, umatnya kembali menjadi orang-orang yang durhaka kepada Allah. Allah melenyapkan segala ni,kmat dan kesenangan hid up, akhirnya mereka mendapat kesengsaraan. Selanjutnya pada zaman itu lahirlah Nabi Yunus A.S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.                  Tiap-tiap umat yang durhaka di muka bumi ini, didatangkanlah oleh Allah siksaan kepada mereka dan Allah mengganti lagi dengan umat yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://iatt.depperin.go.id/slamet/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=170:nabi-ilyasa-as&amp;amp;catid=47:25-rasul&amp;amp;Itemid=66"&gt; Iatt.depperin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-3279890616596986223?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/3279890616596986223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ilyasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/3279890616596986223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/3279890616596986223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ilyasa.html' title='Nabi Ilyasa'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-5608499335715122247</id><published>2009-02-07T13:07:00.001-08:00</published><updated>2009-02-07T22:55:51.022-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Ilyas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nabi Ilyas adalah keturunan Nabi Harun yang telah menjadi Nabi bersamaan dengan Nabi Musa AS. Ia merupakan keturunan yang keempat. Nabi Ilyas diutus Allah SWT untuk membenahi akhlak kaumnya yang sudah lupa dengan ajaran nabi Harun dan Nabi Musa AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dakwah Nabi Ilyas AS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kaum Nabi Ilyas telah melupakan dan meninggalkan ajaran nabi Harun dan Musa AS. Mereka tidak lagi menyembah Allah. Namun mereka menyembah berhala yang bernama Ba’laa. Melihat kerusakan ini Allah mengutus Nabi Ilyas agar menasehati kaumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Wahai kaumku, hentikanlah penyembahan kalian kepada berhala wanita itu. Apakah kalian tidak berpikir kalau patung itu hanya sebuah batu yang tak dapat menolong kalian dalam kesulitan. Apakah kalian telah melupakan ajaran Harun dan Musa yang benar itu? Ataukah kalian tidak takut dengan siksa Allah?” kata Nabi Ilyas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Namun kaumnya yang telah tertutup hatinya tidak mau mendengarkan teriakan Nabi Ilyas. Mereka malah mendustakan nabi Ilyas AS. Dakwah Nabi Ilyas selalu mendapat rintangan. Meskipun demikian, ia tidak pernah berhenti sampai di situ. Siang dan malam nabi Ilyas melakukan seruannya seperti tertera dalam Al Qur’an Surah Ash Shof: 124 - 126.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kaum Nabi Ilyas adalah kaum yang tidak takut dengan semua ancamannya. Pernah suatu ketika Nabi Ilyas menakut-nakuti mereka dengan suatu ancaman. Namun mereka malah menantangnya dan ingin melihat serta merasakan ancaman itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Karena Nabi Ilyas tidak mampu lagi mengajak kaumnya pada jalan kebenaran, maka ia pun berdo’a. “Ya Allah, ya Tuhanku. Berilah peringatan pada mereka agar mau mengakui kerasulanku dan mau kembali ke jalan-Mu.” Allah mengabulkan do’a itu dan datanglah musim kemarau yang mematikan semua tanaman dan hewan ternak. Kemarau itu begitu panjang dan ini dirasakan oleh kaumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kaum Nabi Ilyas semula meminta perlindungan dari berhala namun kemarau tetap berlangsung. Akhirnya mereka mendatangi Nabi Ilyas dan meminta padanya agar kemarau itu cepat berakhir. “Jika kalian betul-betul mengakui kerasulanku dan beriman kepada Allah, maka aku akan meminta pada-Nya agar kemarau ini berakhir.” Kemudian ia berdo’a kepada Allah dan kemarau itu pun berakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Allah mengabulkan permintaanya, dan datanglah hujan yang lebat sekali. Kaumnya dapat lagi menanam gandum dan memelihara ternak lagi. Namun keinsyafan mereka tidak berlangsung lama, sebab mereka mendustakan kerasulan Nabi Ilyas dan tidak mau beriman kepada Allah lagi. Karena ia pun berdo’a agar Allah menimpakan azab-Nya. Allah pun mengabulkan do’anya. Tidak lama kemudian datanglah azab itu berupa gempa bumi yang maha dahsyat dan menewaskan orang-orang kafir itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://addiin.wordpress.com/2008/07/04/nabi-ilyas-as/"&gt; Addin.wordpress&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-5608499335715122247?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/5608499335715122247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ilyas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/5608499335715122247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/5608499335715122247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ilyas.html' title='Nabi Ilyas'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-3327061068442956434</id><published>2009-02-07T13:06:00.004-08:00</published><updated>2009-02-07T23:08:29.226-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Sulaiman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;SULAIMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang nabi yang dikaruniai banyak kepadaian dan keistimewaan oleh Allah Swt. adalah Nabi Sulaiman a.s. Nabi Sulaiman a.s. adalah putra Nabi Daud. Sejak kecil Sulaiman telah menunjukkan kepandaian dan keistimewaannya. Setiap ada sidang peradilan, Sulaiman selalu ikut mendampingi ayahnya membuat keputusan. Ia telah dipersiapkan oleh Nabi Daud untuk menggantikan kedudukannya sebagai raja Bani Israil. Sulaiman menggantikan Nabi Daud menduduki takhta Kerajaan Israil setelah ayahnya wafat. Ia juga diangkat oleh Allah Swt. sebagai nabi dan rasul-Nya, serta menjadi pewaris kitab Zabur dari Nabi Daud. Kisah Sulaiman terdapat dalam Al-&lt;br /&gt;Qur'an surah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;an-Naml ayat 15-44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan surah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saba' ayat 12-14.&lt;br /&gt;KEBIJAKSANAAN SULAIMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang pemilik ladang dan seorang pemilik kambing menghadap Nabi Daud. Pemilik ladang melaporkan bahwa kambing kawannya itu memakan habis sayuran di ladangnya,&lt;br /&gt;padahal ia telah menanamnya dengan susah payah. Sulaiman yang ikut mendengarkan masalah itu, memberi jalan keluar. Pemilik kambing harus merawat ladang yang telah dirusak kambingnya, dan pemilik ladang merawat kambing, sampai ladang tersebut baik kembali. Setelah itu, semua dikembalikan kepada pemiliknya semula. Keputusan Sulaiman itu diterima oleh semua pihak, termasuk Nabi Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUKJIZAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulaiman dikaruniai mukjizat dari Allah Swt. Selain memerintah manusia, ia juga menguasai makhluk lain, seperti jin, angin, burung, dan hewan lainnya. Sulaiman sanggup memahami bahasa hewan, dan hewan itu dapat mengerti pula perintahnya. Allah Swt. juga menundukkan angin untuk kepentingan Sulaiman,&lt;br /&gt;misalnya untuk melakukan perjalanan jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Q.34:12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya berada di bawah perintah dan kekuasaan Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAITULMAKDIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Nabi Sulaiman memerintahkan untuk membangun sebuah bait suci yang besar. Perintah itu segera dilaksanakan. Sesudah selesai, bangunan itu diberi nama Baitulmakdis, juga disebut Bait al-&lt;br /&gt;Muqaddas (Rumah Suci) atau Darussalam (Yerusalem). Allah Swt. lalu memerintahkan hamba-Nya yang beriman untuk menunaikan ibadah ke tempat suci itu. Baitulmakdis pada masa Nabi Muhammad Saw. pernah menjadi kiblat hingga Allah Swt. memerintahkan umat Islam mengganti kiblat ke Ka'bah di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAJA DAN NABI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menduduki takhta Kerajaan Israil selama 40 tahun, Nabi Daud wafat dan Sulaiman dinobatkan menjadi raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Q.38:35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulaiman memerintah dengan adil dan bijaksana. Kekuasaannya sangat luas. Ia memerintah segala makhluk di alam ini. Selain menjadi raja, Sulaiman juga diangkat menjadi nabi dan rasul Allah Swt. Ia menerima dan menyampaikan wahyu serta ajaran agama kepada rakyatnya. Sulaiman meminta agar rakyatnya selalu beriman kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUDHUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang melakukan perjalanan bersama rombongannya,&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman yang tengah berada di wilayah Yaman merasa kehausan. Ia kemudian memanggil seekor burung hudhud untuk mencarikan mata air. Setelah lama menunggu, datanglah burung hudhud itu membawa sebuah berita tentang adanya kerajaan lain. Di kerajaan tersebut ratu dan rakyatnya menyembah matahari. Kerajaan itu adalah Saba dengan ratunya bernama Bilqis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURAT SULAIMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman a.s. mengirim surat kepada Ratu Bilqis. Isi surat tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Q.27:30-31).&lt;br /&gt;RATU BILQIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman mengirim surat kepada Ratu Bilqis, penguasa negeri Saba,&lt;br /&gt;agar ia mau mengikuti ajaran Sulaiman. Setelah membacanya, Ratu Bilqis mengutus beberapa pembesarnya untuk menyerahkan hadiah kepada Sulaiman. Namun hadiah tersebut ditolak oleh Sulaiman. Ia bahkan meminta Ratu Bilqis datang ke istananya. Di dalam istana Sulaiman, Ratu Bilqis takjub melihat kemegahan dan keindahan istana itu. Ratu Bilqis pun tunduk kepada Sulaiman dan mengikuti ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELARANG SIHIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Nabi Sulaiman berkuasa, banyak orang di kalangan Bani Israil yang mengembangkan ilmu sihir. Ketika Sulaiman sedang melakukan perjalanan, ia menemukan beberapa manusia dan jin yang mempelajari sihir dan melupakan perintahnya untuk tidak melakukan sihir itu. Sulaiman lalu memerintahkan pembantunya untuk mengumpulkan semua catatan sihir, lalu menguburkannya di bawah istananya agar tidak bisa dicuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH SEMUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Sulaiman dan rombongannya melakukan perjalanan. Saat itu di jalan yang akan mereka lewati terdapat sarang semut. Melihat rombongan Sulaiman, pemimpin semut segera memerintahkan rakyatnya untuk menyingkir dan masuk ke lubang agar tidak terinjak oleh Sulaiman dan rombongannya. Nabi Sulaiman yang mendengar hal itu tersenyum dan memerintahkan pengikutnya agar berhati-hati berjalan sehingga tidak menginjak sarang semut yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAFAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman a.s. wafat tanpa sepengetahuan makhluk-makhluk lain,&lt;br /&gt;termasuk para jin yang dikenal sebagai makhluk yang berilmu tinggi. Kematiannya baru disadari setelah tongkat yang dipegangnya rapuh karena dimakan rayap dan mengakibatkan Nabi Sulaiman jatuh tersungkur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar -no.5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://tagtag.com/nabi18/"&gt; tagtag.com&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-3327061068442956434?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/3327061068442956434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-sulaiman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/3327061068442956434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/3327061068442956434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-sulaiman.html' title='Nabi Sulaiman'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-2305519931687572833</id><published>2009-02-07T13:06:00.003-08:00</published><updated>2009-02-07T23:06:18.047-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi daud</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;NABI DAUD adalah anak bungsu dari tiga belas bersaudara. Ayahnya bernama Yisya. Ia adalah generasi ke-13 dari keturunan Nabi Ibrahim. Ia berasal dari keluarga Bani Israil. Mereka bermukim di Betlehem, yang kemudian menjadi kota kelahiran Nabi Isa a.s. Ketika mulai dewasa, Daud dan dua kakaknya ikut berperang melawan pasukan Jalut dari Filistin (Palestina) yang menjajah Bani Israil. Karena berhasil mengalahkan Jalut, Daud dinikahkan oleh Raja Talut dengan Mikyal, putrinya. Mikyal sangat setia kepada Daud. Raja Talut, yang sebelumnya berniat membunuh Daud, akhirnya meninggalkan mahkota kerajaannya. Daud dinobatkan menjadi raja Bani Israil ketika masih berusia di bawah 30 tahun. Ia kemudian menjadikan Baitulmakdis (Yerusalem) ibukota kerajaannya. Ketika berusia 40 tahun, Daud menerima risalah kenabian. Allah Swt. memberinya kitab Zabur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Q.4:163;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;17:55)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dan beberapa mukjizat. Nabi Daud a.s. memerintah Bani Israil selama sekitar 40 tahun dan dianugerahi usia 100 tahun 6 bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;DAUD DAN JALUT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suatu ketika Talut maju ke medan perang bersama pasukannya. Daud yang baru berusia 9 tahun juga ikut mengangkat senjata bersama kedua kakaknya. Di tengah perjalanan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;pasukan Talut menghadapi berbagai ujian. Kebanyakan pasukan Talut tidak sanggup menjalani ujian-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ujian itu. Pada awalnya, pasukannya berjumlah 80.000 (riwayat lain: 303.313) orang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kemudian menyusut menjadi 319 (riwayat lain: 313). Meskipun demikian, Talut tetap maju melawan Jalut. Kedua pasukan pun bertemu dan terjadilah perang tanding satu lawan satu. Daud juga mendapat giliran. Ia berani melawan Jalut, pemimpin pasukan lawan. Melihat sosok kecil Daud, Jalut meremehkannya dengan menggertak, "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Enyahlah kau, aku tidak suka membunuh anak kecil." Tidak mau kalah, Daud menyahut, "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aku suka membunuhmu." Serangan Daud ternyata merepotkan Jalut. Daud mampu mengalahkan, bahkan membunuh Jalut. Dengan demikian, pasukan Talut memetik kemenangan. Keberhasilan Daud ini menjadi buah bibir di kalangan Bani Israil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;SAMUEL DAN TALUT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suatu ketika Allah Swt. mengutus seorang pemimpin agama, Samuel, ke tengah Bani Israil. Berkat kepemimpinannya, Bani Israil bersatu kembali, namun tidak memiliki seorang pemimpin yang mampu menghimpun kekuatan yang tercerai-berai. Samuel menerima petunjuk dari Allah Swt. untuk memilih Talut menjadi raja dan pemimpin perang Bani Israil, padahal ia belum mengenal Talut. Tiba-tiba Talut menemui Samuel, ketika ia sedang mencari ternaknya yang hilang. Mereka berdua pun menemui bangsa Israil. Di hadapan mereka, Samuel menegaskan bahwa Talut adalah raja dan pemimpin Bani Israil. Semula mereka tidak sepenuhnya patuh kepada Talut karena ia seorang petani dan peternak miskin dari desa. Bangsa Israil tidak menyangka kalau Talut menyimpan tabut di rumahnya. Mereka pun segera menghormati Talut sebagai raja pertama Israil dan memintanya menjadi pemimpin untuk melawan pasukan Jalut dan bangsa Filistin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;TABUT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebelum dipimpin Talut, Bani Israil dipimpin oleh para hakim selama 356 tahun, Mereka melupakan ajaran Nabi Musa a.s. dan tidak pernah lagi membuka tabut, yakni peti pemberian Allah Swt. yang berisi kitab Taurat. Bani Israil menjadi lemah karena sering berselisih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;MUKJIZAT DAUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nabi Daud a.s. dikaruniai suara yang sangat merdu. Ketika mendengar Daud melagukan ayat kitab Zabur, orang dan jin yang sakit menjadi sembuh, burung-burung terbang mendekat, angin menjadi tenang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;gunung serta burung pun bertasbih kepada Allah Swt. Daud dikaruniai beberapa mukjizat oleh Allah Swt. Ia diberi kemampuan untuk melunakkan besi dengan tangannya -tanpa api-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;lalu menenunnya menjadi baju zirah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Q.34:10-11).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Daud juga dikaruniai ilmu pengetahuan dan kepandaian untuk menghakimi suatu perkara secara bijaksana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Q.38:18-20).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PELANGGARAN SABAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Banyak ajaran Nabi Musa a.s. yang harus ditaati oleh Bani Israil. Salah satu di antaranya adalah larangan berdagang dan melaksanakan hal duniawi pada hari Sabat (Sabtu). Nabi Daud a.s. mempertahankan larangan itu bagi seluruh Bani Israil. Daud meminta agar bangsa Israil menyucikan hari Sabat. tapi ada saja yang mengabaikannya. Pada suatu hari Sabat, pasar menjadi sepi. Ikan di laut berenang dengan bebas dan terapung-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;apung di permukaan air dekat desa Ailat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;di tepi Laut Merah. Para nelayan Ailat belum pernah melihat ikan sebanyak itu pada hari lain. Karena itu, mereka menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dan menangkap ikan. Melihat itu, Daud berdoa kepada Allah Swt. agar mereka diberi ganjaran dengan siksa dan azab yang setimpal. Doa itu dikabulkan oleh Allah Swt., lalu terjadilah gempa bumi dahsyat yang membinasakan mereka yang membangkang serta mengabaikan hari Sabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Q.7:163-165).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;MIKYAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Karena berhasil mengalahkan Jalut, Daud dinikahkan oleh Talut dengan putrinya, Mikyal. Tapi kemudian Talut iri kepada kemasyhuran Daud. Maka dengan tipu daya ia berusaha menyingkirkannya. Ia menyuruh Daud berperang melawan orang Kanaan yang hendak menyerang Bani Israil. Tapi ternyata Daud mampu mengalahkan mereka. Talut kecewa karena siasatnya gagal, sebaliknya Daud semakin disanjung dan dihormati. Talut lalu berniat membunuh Daud. Mendengar niat jahat ayahnya, Mikyal menyampaikannya kepada suaminya. Untuk mengamankan diri, Daud melarikan diri. Kepergian Daud ini memicu rasa benci rakyat kepada Talut. Rakyat dan tentara pun akhirnya berpaling mengikuti Daud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PERINGATAN DAUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Talut dan pengikutnya terus mengejar Daud. Tetapi Daud mengetahuinya, lalu mengutus mata-mata untuk mengintai keberadaan tentara Talut. Utusan itu melaporkan bahwa Talut bersama tentaranya sedang tertidur nyenyak di sebuah lembah. Daud menggunakan kesempatan ini dan berhasil menyusup ke persembunyian Talut, lalu memotong sudut baju Raja (kisah lain menyebutkan "mengambil lembing sang raja"). Sekiranya berniat, ia bisa saja membunuh Talut, tetapi ia hanya meminta agar Talut bertobat. Ternyata, peringatan ini tidak digubriskan oleh Talut yang keras hati dan tetap ingin mempertahankan kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PERTOBATAN TALUT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Daud tidak jemu-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;jemunya mengingatkan Talut, bahwa pengawalnya tidak akan mempu menyelamatkannya apabila Allah Swt. hendak mencabut nyawanya. Peringatan ini berhasil menyadarkan Talut. Ia menanggalkan mahkotanya, lalu pergi ke luar kota. Di sana ia mengisi hidupnya dengan pertobatan hingga akhir hayatnya (sekitar 1010 SM).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;DAUD: RAJA BANI ISRAIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah Talut meninggalkan tahtanya, Daud dinobatkan oleh rakyat menjadi raja Israil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Q.38:26).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menurut para ahli, Daud memerintah selama sekitar 40 tahun (1010 SM - 970 SM). Ia termasuk salah satu dari nabi yang menjadi raja dan berhasil menundukkan suku-suku tetangga Bani Israil di tanah Kanaan. Kerajaan Daud mendapat pengukuhan dari Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Q.38:18-20).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar -&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;no.2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://tagtag.com/nabi17/"&gt;tagtag.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-2305519931687572833?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/2305519931687572833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-daud.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2305519931687572833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2305519931687572833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-daud.html' title='Nabi daud'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-6289283065929282535</id><published>2009-02-07T13:06:00.001-08:00</published><updated>2009-02-07T23:11:53.482-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi zulkifli</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Zulkifli adalah anak Nabi Ayyub AS. Dengan demikian ia masih cucu nabi Ibrahim AS. Zulkifli diangkat menjadi nabi dan rasul sesudah ayahnya. Nama kecilnya adalah Basyar dan ia termasuk orang yang sabar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sejak kecil hingga dewasa tidak pernah bohong. Semua janji yang diucapkannya selalu ditepati sehingga teman-temannya dan orang-orang sangat senang padanya. Bagi orang yang belum kenal dengannya lebih dalam akan senang melihatnya karena semua tingkah lakunya mencerminkan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ketika mendapat cobaan dari Allah SWT, ia tidak pernah mengeluh sedikitpun, bahkan ia lebih mendekatkan dirinya kepada-Nya. Kesabarannya telah diabadikan Allah SWT di dalam Al Qur’an Surah Al Anbiya’: 85 - 86. Kesabaran yang ada pada dirinya kelak akan membawanya menjadi seorang Raja seperti yang telah diucapkan nabi Ibrahim AS dan Nabi Ishaq AS. Semua keturunannya akan menjadi pemimpin dan panutan bagi kaumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Zulkifli Menjadi Raja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Diceritakan bahwa pada masa kenabian Zulkifli, ada seorang raja yang sudah tua dan tidak diberi keturunan sama sekali. Ia sangat bingung dan gelisah mengenai penggantinya kelak. Raja itu adalah pemimpin yang bijaksana. Ia tidak pernah mementingkan dirinya, semua pikirannya ditumpahkan pada negaranya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Suatu hari raja mengadakan sayembara kepada suluruh rakyatnya. Isi sayembara itu ialah untuk memberi kesempatan kepada seluruh rakyatnya agar bisa memimpin negaranya. Persyaratan yang diminta sangatlah berat bagi ukuran rakyatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Meskipun demikian raja tetap mengajukan persyaratan itu sebab ia fikir jika pada siang hari puasa dan malam hari menjalankan ibadah tentu akan dicontoh rakyatnya. Jika Raja yang akan menggantikannya tidak pernah menjalankan persyaratan itu tentulah rakyatnya akan meniru pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kabar sayembara itu sangatlah cepat menyebar. Dalam waktu singkat, rakyat berdatangan menuju istana. Hampir semua lapisan masyarakat datang untuk mengikuti sayembara tersebut. Zulkifli juga hadir dengan perasaan tidak menentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tibalah saatnya mereka berkumpul di alun-alun yang luas. Raja sejak pagi ada di sana. Ia berkata kira-kira: “Wahai rakyatku, kini usiaku sudah tua dan tidak memperoleh seorang keturunanpun. Maka untuk meneruskan kejayaan kerajaan ini, aku mengambil salah satu dari kalian. Aku tidak ingin raja yang hendak menggantikan kedudukanku dari insan sembarangan. Ketahuilah bahwa titah raja selalu dituruti dan tingkah laku rajanya akan diikuti oleh rakyatnya. Untuk itulah aku mengajukan satu persyaratan, yaitu pada siang hari melakukan puasa dan malam hari melakukan ibadah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Raja memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk mengangkat tangannya yang sanggup menjalankan persyaratan itu. Namun tidak ada seorangpun yang mengangkat tangannya. Tiba-tiba, Zulkifli mengangkat tangannya dan berkata (kira-kira):” Hamba sanggup menjalankan puasa di siang hari dan menjalankan ibadah di malam hari.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Para hadirin merasa terkejut denga ucapan Zulkifli. Begitu pula raja. Ia tidak yakin padanya karena usianya masih sangat muda. Bagaimana mungkin ia sanggup menjalankan persyaratan tersebut. Raja berkata: “Hai anak muda, jangan main-main. Sayembara ini adalah untuk kepentingan rakyat dan negeri ini.” Dengan tenang Zulkifli melangkah ke hadapan raja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Wahai raja junjungan hamba, saya tidak main-main dengan ucapanku. Saya akan berusaha untuk melakukan persyaratan yang paduka berikan.” Semula raja tidak dapat menerimanya karena faktor usianya yang masih sangat muda. Namun raja juga mempunyai keyakinan bahwa anak muda itu kelak akan memerintah rakyatnya dengan penuh kebajikan sebab dari sekian banyak rakyatnya yang hadir di alun-alun itu, hanya anak muda itu yang sanggup menjalankan persyaratan yang ia berikan. Akhirnya raja setuju, dan sejak saat itu, Zulkifli dinobatkan menjadi raja. Raja merasa senang sebab Zulkifli tetap memenuhi janjinya bahwa ia akan berpuasa di siang hari dan menjalankan ibadah di malam hari. Ia sangat yakin kalau rakyatnya akan mendapatkan kedamaian di bawah kepemimpinan Zulkifli. Raja yang tua itupun menghembuskan nafasnya terakhir dengan tenang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Namun sebelum ia menghembuskan bafasnya, ia sempat berpesan kepada Zulkifli agar tetap menjalankan persyaratannya sepeninggal dia. Ia takut kalau ia meninggal, Zulkifli akan meninggalkan janjinya itu. Zulkifli meyakinkan raja dan bersumpah bahwa ia akan tetap menjalankan persyaratan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Iblis Menggoda Zulkifli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Karena Zulkifli sangat menghormati tamunya, maka iblis mencoba untuk menggodanya. Ia berpura-pura menjadi tamu di malam hari, ketika raja mau tidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Siapa yang ada diluar, silahkan masuk!” Kata Raja setelah shalat. Setelah menunggu agak lama, terdengar pintu diketuk orang. Setelah dipersilahkan masuk oleh raja, tamu itu tidak menjawab sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seusai dzikir, Nabi Zulkifli mendatangi pintu itu dan membukanya. Ia sangat heran sebab tidak ada orang. Begitu pintu ditutup, pintu kembali diketuk. Akhirnya Nabi Zulkifli membuka pintu itu dan tidak menutupnya. Ia yakin bahwa tamu yang hendak datang ke rumahnya mempunyai kepentingan yang harus diselesaikan malam itu juga. Ia berpikiran seperti itu sebab tidak pernah ia menerima tamu pada malam hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tidak lama kemudian, muncullah tamu yang ditunggu-tunggu itu. Terlebih dahulu ia mengucapkan salam dan dibalas dengan ucapan salam juga oleh Nabi Zulkifli. “Silahkan masuk tuan,” kata Nabi Zulkifli mempersilahkan tamunya masuk. Kemudian mereka duduk berhadapan yang dibatasi oleh meja. Nabi Zulkifli kemudian menanyakan maksud kedatangannya. Tamu itu menundukkan mukanya dan menjawab:” Ampun tuanku, memang ada keperluan yang mendesak sekali sehingga hamba bertamu pada malam hari begini. Lagi pula rumah hamba sangatlah jauh dari sini.” jawab tamu itu yang tidak lain adalah iblis yang menyerupai manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Ceritakan masalah yang sedang engkau hadapi, siapa tahu aku dapat membantunya,” kata Nabi Zulkifli. Kemudian tamu itu menceritakan semua persoalannya. Pada dasarnya tamu itu meminta agar masalahnya dituntaskan pada malam itu juga. “Begini saja, biar penasehatku yang akan memecahkan masalah ini,” kata Nabi Zulkifli. Namun tamu itu tetap ngotot agar Zulkifli langsung yang menyelesaikan persoalannya. Ia berkata:” Hamba tidak mau jika orang lain menyelesaikan persoalanku. Hamba mau tuan sendiri yang menyelesaikannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Akhirnya Nabi Zulkifli bersedia menyelesaikan masalah itu sendiri. Tamunya pun puas. Raja pun pergi tidur. Namun sebelumnya ia menyuruh agar tamunya itu pulang besok pagi saja. Namun, betapa terkejutnya Nabi Zulkifli ketika pada pagi hari, tamunya sudah tidak ada lagi. Ia tahu bahwa tamu semalam adalah Iblis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Meskipun jam tidurnya terganggu dengan adanya tamu itu, Nabi Zulkifli tidak pernah mengeluh sebab ia menganggap bahwa tamu adalah berkah. Menolak tamu berarti menolak berkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://nurusshidiq.com/index.php?action=mading.detail&amp;amp;id_mading=312"&gt;Nurusshidiq.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-6289283065929282535?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/6289283065929282535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-zulkifli.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/6289283065929282535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/6289283065929282535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-zulkifli.html' title='Nabi zulkifli'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-2714131953347374751</id><published>2009-02-07T13:05:00.002-08:00</published><updated>2009-02-07T23:16:35.918-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Harun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi Harun AS telah diminta oleh Nabi Musa AS pada Allah SWT dalam membantu mengembangkan agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun bin Imran bin Qahits bin Lawi bin Yaakub bin Ishak bin Ibrahim. Baginda ialah adik-beradik seibu Nabi Musa, diutuskan untuk membantu Musa memimpin Bani Israel ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah bermaksud: “Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebahagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun dilahirkan tiga tahun sebelum Musa. Beliau yang fasih berbicara dan mempunyai pendirian tetap sering mengikuti Musa dalam menyampaikan dakwah kepada Firaun, Hamman dan Qarun. Nabi Musa sendiri mengakui saudaranya fasih berbicara dan berdebat, seperti diceritakan al-Quran: “Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku, sesungguhnya aku khawaatir mereka akan berdusta.” Sepanjang peninggalan Nabi Musa untuk bermunajat di Thur Sina, Harun juga diberikan amanah untuk mengawasi dan memimpin penduduk Bani Israel daripada melakukan kemungkaran, apa lagi menyekutukan Allah dengan benda lain. Musa berkata kepada Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku dan perbaikilah, jangan kamu mengikuti jalan orang yang melakukan kerusakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, sepanjang kepergian Musa ke Thur Sina, berlaku ujian terhadap Bani Israel. Sebilangan mereka menyekutukan Allah dengan menyembah anak lembu yang diperbuat dari emas oleh Samiri. Mereka menyembah patung lembu itu yang terpedaya dengan tipuan Samiri yang menjadikannya sehingga bisa berbicara. Harun sudah mengingatkan mereka kelakuan itu adalah dosa besar, namun segala nasihat dan amaran berkenaan tidak dipedulikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas bermunajat selama 40 hari, Musa kembali kepada kaumnya dan sungguh terkejut dengan perbuatan menyembah patung sapi itu. Musa bukan saja marah kepada kaumnya, malah Harun sendiri turut ditarik kepala dan janggutnya. Musa bertanya kepada Harun: “Wahai Harun, apa yang menghalangi engkau daripada mencegah mereka ketika engkau melihat mereka sesat? Apakah engkau tidak mengikut aku atau engkau mendurhakai perintahku?”. Harun berkata: “Wahai anak ibuku, janganlah engkau renggut janggutku dan janganlah engkau tarik kepalaku, sesungguhnya aku takut engkau akan berkata, “engkau adakan perpecahan dalam Bani Israel dan engkau tidak pelihara perkataanku.” Kemudian Musa mendapatkan Samiri, lalu berkata: “Pergilah kamu dari sini bersama pengikutmu. Patung sapi itu yang menjadi tuhanmu akan aku bakar, kemudian aku akan hanyutkan ke dalam laut. Kamu dan pengikutmu pasti mendapat siksa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Harun hidup selama 122 tahun. Baginda wafat 11 bulan sebelum kematian Musa, di daerah al Tiih, yaitu sebelum Bani Israil memasuki Palestina. Mengenai Bani Israel, mereka memang pembangkang, banyak bicara dan sukar dipimpin, namun dengan kesabaran Musa dan Harun, mereka dapat dipimpin supaya mengikuti syariat Allah, seperti terkandung dalam Taurat ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas Harun dan Musa meninggal dunia, Bani Israel dipimpin oleh Yusya’ bin Nun. Namun, selepas Yusya’ mati, lama-kelamaan sebagian besar mereka meninggalkan syariat yang terkandung dalam Taurat. Malah, ada kalangan mereka yang mengubah hukum di dalam kitab Taurat, sehingga menimbulkan perselisihan dan perbezaan pendapat, akhirnya menyebabkan perpecahan Bani Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://risalahrasul.wordpress.com/2008/05/21/nabi-harun-as-%D9%87%D8%A7%D8%B1%D9%88%D9%86/"&gt;Risalahrasul&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-2714131953347374751?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/2714131953347374751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-harun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2714131953347374751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2714131953347374751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-harun.html' title='Nabi Harun'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-1325068416082115540</id><published>2009-02-07T13:05:00.001-08:00</published><updated>2009-02-07T13:05:41.724-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Musa</title><content type='html'>&lt;marquee&gt;Belum ada data  cooming soon...!!!&lt;br /&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-1325068416082115540?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/1325068416082115540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-musa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/1325068416082115540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/1325068416082115540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-musa.html' title='Nabi Musa'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-7400713326530604719</id><published>2009-02-07T13:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T13:05:20.485-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Sueb</title><content type='html'>&lt;marquee&gt;Belum ada data  cooming soon...!!!&lt;br /&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-7400713326530604719?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/7400713326530604719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-sueb.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/7400713326530604719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/7400713326530604719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-sueb.html' title='Nabi Sueb'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-4533743098309732738</id><published>2009-02-07T12:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T12:41:20.329-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Ayub</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Berkata salah seorang malaikat kepada kawan-kawannya yang lagi berkumpul berbincang-bincang tentang tingkah-laku makhluk Allah, jenis manusia di atas bumi : "Aku tidak melihat seorang manusia yang hidup di atas bumi Allah yang lebih baik dari hamba Allah Ayyub". Ia adalah seorang mukmin sejati ahli ibadah yang tekun. Dari rezeki yang luas dan harta kekayaan yang diberikan oleh Allah kepadanya, ia mengenepikan sebahagian untuk menolong orang-orang yang memerlukan para fakir miskin. Hari-harinya terisi penuh dengan ibadah, sujud kepada Allah dan bersyukur atas segala nikmat dan kurnia yang diberikan kepadanya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Para kawanan malaikat yang mendengarkan kata-kata pujian dan sanjungan untuk diri Ayyub mengakui kebenaran itu bahkan masing-masing menambahkan lagi dengan menyebut beberapa sifat dan tabiat yang lain yang ada pada diri Ayyub.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Percakapan para malaikat yang memuji-muji Ayyub itu didengar oleh Iblis yang sedang berada tidak jauh dari tempat mereka berkumpul. Iblis merasa panas hati dan jengkel mendengar kata-kata pujian bagi seseorang dari keturunan Adam yang ia telah bersumpah akan disesatkan ketika ia dikeluarkan dari syurga kerananya. Ia tidak rela melihat seorang dari anak cucu anak Nabi Adam menjadi seorang mukmin yang baik, ahli ibadah yang tekun dan melakukan amal soleh sesuai dengan perintah dan petunjuk Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pergilah Iblis mendatangi Ayyub untuk menyatakan sendiri sampai sejauh mana kebenaran kata-kata pujian para malaikat itu kepada diri Ayyub. Ternyata memang benar Ayyub patut mendapat segala pujian itu. Ia mendatangi Ayyub bergelimpangan dalam kenikmatan duniawi, tenggelam dalam kekayaan yang tidak ternilai besarnya, mengepalai keluarga yang besar yang hidup rukun, damai dan bakti. Ia mendapati Ayyub tidak tersilau matanya oleh kekayaan yang ia miliki dan tidak tergoyahkan imannya oleh kenikmatan duniawinya. Siang dan malam ia sentiasa menemui Ayyub berada di mihrabnya melakukan solat, sujud dan tasyakur kepada Allah atas segala pemberian-Nya. Mulutnya tidak berhenti menyebut nama Allah berzikir, bertasbih dan bertahmid. Ayyub ditemuinya sebagai seorang yang penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk Allah yang lemah, yang lapar diberinya makan, yang telanjang diberinya pakaian, yang bodoh diajar dan dipimpin dan yang salah ditegur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Iblis gagal dalam usahanya memujuk Ayyub. Telinga Ayyub pekak terhadap segala bisikannya dan fitnahannya dan hatinya yang sudah penuh dengan iman dan takwa tidak ada tempat lagi bagi bibit-bibit kesesatan yang ditaburkan oleh Iblis. Cinta dan taatnya kepada Allah merupakan benteng yang ampuh terhadap serangan Iblis dengan peluru kebohongan dan pemutar-balikan kebenaran yang semuanya mental tidak mendapatkan sasaran pada diri Ayyub.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Akan tetapi Iblis bukanlah Iblis jika ia berputus asa dan kegagalannya memujuk Ayyub secara langsung. Ia pergi menghadapi kepada Allah untuk menghasut. Ia berkata : " Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayyub yang menyembah dan memuji-muji-Mu, bertasbih dan bertahmid menyebut nama-Mu, ia tidak berbuat demikian seikhlas dan setulus hatinya kerana cinta dan taat pada-Mu. Ia melakukan itu semua dan berlaku sebagai hamba yang soleh tekun beribadah kepada-Mu hanya kerana takut akan kehilangan semua kenikmatan duniawi yang telah Engkau kurniakan kepadanya. Ia takut, jika ia tidak berbuat demikian , bahawa engkau akan mencabut daripadanya segala nikmat yang telah ia perolehnya berupa puluhan ribu haiwan ternakan, beribu-ribu hektar tanah ladang, berpuluh-puluh hamba sahaya dan pembantu serta keluarga dan putera-puteri yang soleh dan bakti. Tidakkah semuanya itu patut disyukuri untuk tidak terlepas dari pemilikannya dan habis terkena musibah? Di samping itu Ayyub masih mengharapkan agar kekayaannya bertambah menjadi berlipat ganda. Untuk tujuan dan maksud itulah Ayyub mendekatkan diri kepada-Mu dengan ibadah dan amal-amal solehnya dan andai kata ia terkena musibah dan kehilangan semua yang ia miliki, nescaya ia akan mengubah sikapnya dan akan melalaikan kewajibannya beribadah kepada-Mu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Allah berfirman kepada Iblis : " Sesungguhnya Ayyub adalah seorang hamba-Ku yang sangat taat kepada-Ku, ia seorang mukmin sejati, apa yang ia lakukan untuk mendekati dirinya kepada-Ku adalah semata-mata didorong oleh iman yang teguh dan taat yang bulat kepada-Ku. Iman dan takwa yang telah meresap di dalam lubuk hatinya serta menguasai seluruh jiwa raganya tidak akan tergoyah oleh perubahan keadaan duniawinya. Cintanya kepada-Ku yang telah menjiwai amal ibadah dan kebajikannya tidak akan menurun dan menjadi kurang, musibah apa pun yang akan melanda dalam dirinya dan harta kekayaannya. Ia yakin seyakin-yakinnya bahwa apa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang sewaktu-waktu dapat Aku cabut daripadanya atau menjadikannya bertambah berlipat ganda. Ia bersih dari semua tuduhan dan prasangkamu. Engkau memang tidak rela melihathamba-hamba-Ku anak cucu Adan berada di atas jalan yang benar, lurus dan tidak tersesat. Dan untuk menguji keteguhan hati Ayyub dan kebulatan imannya kepada-Ku dan kepada takdir-Ku, Aku izinkan engkau untuk mencuba menggodanya serta memalingkannya daripada-Ku. Kerahkanlah pembantu-pembantumu menggoda Ayyub melalui harta kekayaannya dan keluarganya. Cuba binasakanlah harta kekayaannya dan cerai-beraikanlah keluarganya yang rukun dan bahagia itu dan lihatlah sampai di mana kebolehanmu menyesatkan dan merusakkan iman hamba-Ku Ayyub itu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dikumpulkanlah oleh Iblis syaitan-syaitan, pembantunya, diberitahukan bahawa ia telah mendapatkan izin dari Tuhan untuk mengganyang ayyub, merusak aqidah dan imannya dan memalingkannya dari Tuhannya yang ia sembah dengan sepenuh hati dan keyakinan. Jalannya ialah dengan memusnahkan harta kekayaannya sehingga ia menjadi seorang yang papa dan miskin, mencerai-beraikan keluarganya sehingga ia menjadi sebatang kara tidak berkeluarga, Iblis berseru kepada pembantu-pembantunya itu agar melaksanakan tugas penyesatan Ayyub sebaik-baiknya dengan segala daya dan siasat apa saja yang mereka dapat lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dengan berbagai cara gangguan, akhirnya berhasillah kawanan syaitan itu menghancurkan-luluhkan kekayaan Ayyub, yang dimulai dengan haiwan-haiwan ternakannya yang bergelimpangan mati satu persatu sehingga habis sama sekali, kemudian disusul ladang-ladang dan kebun-kebun tanamannya yang rusak menjadi kering dan gedung-gedungnya yang terbakar habis dimakan api, sehingga dalam waktu yang sangat singkat sekali Ayyub yang kaya-raya tiba-tiba menjadi seorang papa miskin tidak memiliki selain hatinya yang penuh iman dan takwa serta jiwanya yang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setelah berhasil menghabiskan kekayaan dan harta milik Ayyub datanglah Iblis kepadanya menyerupai sebagai seorang tua yang tampak bijaksana dan berpengalaman dan berkata: "Sesungguhnya musibah yang menimpa dirimu sangat dahsyat sekali sehingga dalam waktu yang begitu sempit telah habis semua kekayaanmu dan hilang semua harta kekayaan milikmu. Kawan-kawanmu merasa sedih ssedang musuh-musuhmu bersenang hati dan gembira melihat penderitaan yang engkau alami akibat musibah yang susul-menyusul melanda kekayaan dan harta milikmu. Mereka bertanya-tanya, gerangan apakah yang menyebabkan Ayyub tertimpa musibah yang hebat itu yang menjadikannya dalam sekelip mata kehilangan semua harta miliknya. Sementara orang dari mereka berkata bahawa mungkin kerana Ayyub tidak ikhlas dalam ibadah dan semua amal kebajikannya dan ada yang berkata bahawa andaikan Allah, Tuhan Ayyub, benar-benar berkuasa, nescaya Dia dapat menyelamatkan Ayyub dari malapetaka, mengingat bahawa ia telah menggunakan seluruh waktunya beribadah dan berzikir, tidak pernah melanggar perintah-Nya . Seorang lain menggunjing dengan mengatakan bahawa mungkin amal ibadah Ayyub tidak diterima oleh Tuhan, kerana ia tidak melakukan itu dari hati yang bersih dan sifat ria dan ingin dipuji dan banyak lagi cerita-cerita orang tentang kejadian yang sangat menyedihkan itu. Akupun menaruh simpati kepadamu, hai Ayyub dan turut bersedih hati dan berdukacita atas nasib yang buruk yang engkau telah alami."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Iblis yang menyerupai sebagai orang tua itu - mengakhiri kata-kata hasutannya seraya memperhatikan wajah Ayyub yang tetap tenang berseri-seri tidak menampakkan tanda-tanda kesedihan atau sesalan yang ingin ditimbulkan oleh Iblis dengan kata-kata racunnya itu. Ayyub berkata kepadanya : "Ketahuilah bahawa apa yang aku telah miliki berupa harta benda, gedung-gedung, tanah ladang dan haiwan ternakan serta lain-lainnya semuanya itu adalah barangan titipan Allah yang diminta-Nya kembali setelah aku cukup menikmatinya dan memanfaatkannya sepanjang masa atau ibarat barang pinjaman yang diminta kembali oleh tuannya jika saatnya telah tiba. Maka segala syukur dan ouji bagi Allah yang telah memberikan kurniaan-Nya kepadaku dan mencabutnya kembali pula dari siapa yang Dia kehendaki dan mencabutnya pula dari siapa saja yang Dia suka. Dia adalah yang Maha Kuasa mengangkat darjat seseorang atau menurunkannya menurut kehendak-Nya. kami sebagai hamba-hamba makhluk-Nya yang lemah patut berserah diri kepada-Nya dan menerima segala qadha' dan takdir-Nya yang kadang kala kami belum dapat mengerti dan menangkap hikmah yang terkandung dalam qadha' dan takdir-Nya itu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selesai mengucapkan kata-kata jawabnya kepada Iblis yang sedang duduk tercenggang di depannya, menyungkurlah Ayyub bersujud kepada Allah memohon ampun atas segala dosa dan keteguhan iman serta kesabaran atas segala cubaan dan ujian-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Iblis segera meninggalkan rumah Ayyub dengan rasa kecewa bahawa racun hasutannya tidak termakan oleh hati hamba Allah yang bernama Ayyub itu. Akan tetapi Iblis tidak akan pernah berputus asa melaksanakan sumpah yang ia telah nyatakan di hadapan Allah dan malaikat-Nya bahawa ia akan berusaha menyesatkan Bani Adam di mana saja mereka berada. Ia merencanakan melanjutkan usaha gangguan dan godaannya kepada Ayyub lewat penghancuran keluarganya yang sedang hidup rukun, damai dan saling hidup cinta mencintai dan harga menghargai. Iblis datang lagi menghadap kepada Tuhan dan meminta izin meneruskan usahanya mencuba Ayyub. Berkata ia kepada Tuhan: "Wahai Tuhan, Ayyub tidak termakan oleh hasutanku dan sedikit pun tidak goyah iman dan aqidahnya kepada-Mu meski pun ia sudah kehilangan semua kekayaannya dan kembali hidup papa dan miskin kerana ia masih mempunyai putera-putera yang cekap yang dapat ia andalkan untuk mengembalikan semua yang hilang itu dan menjadi sandaran serta tumpuan hidupnya di hari tuanya. Menurut perkiraanku, Ayyub tidak akan bertahan jika musibah yang mengenai harta kekayaannya mengenai keluarganya pula, apa lagi bila ia sangat sayang dan mencintai, maka izinkanlah aku mencuba kesabarannya dan keteguhannya kali ini melalui godaan yang akan aku lakukan terhadap keluarganya dan putera-puteranya yang ia sangat sayang dan cintai itu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Allah meluluskan permintaan Iblis itu dan berfirman: "Aku mengizinkan engkau mencuba sekali lagi menggoyahkan hati Ayyub yang penuh iman, tawakkal dan kesabaran tiu dengan caramu yang lain, namun ketahuilah bahawa engkau tidak akan berhasil mencapai tujuanmu melemahkan iman Ayyub dan menipiskan kepercayaannya kepada-Ku."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Iblis lalu pergi bersama pembantu-pembantunya menuju tempat tinggal putera-putera Ayyub di suatu gedung yang penuh dengan sarana-sarana kemewahan dan kemegahan, lalu digoyangkanlah gedung itu hingga roboh berantakan menjatuhi dan menimbuni seluruh penghuninya. Kemudian cepat-cepatlah pergi Iblis mengunjungi Ayyub di rumahnya, menyerupai sebagai seorang dari kawan-kawan Ayyub, yang datang menyampaikan takziah dan menyatakan turut berdukacita atas musibah yang menimpa puteranya. Ia berkata kepada Ayyub dalam takziahnya: "Hai Ayyub, sudahkah engkau melihat putera-puteramu yang mati tertimbun di bawah runtuhan gedung yang roboh akibat gempa bumi? Kiranya, wahai Ayyub, Tuhan tidak menerima ibadahmu selama ini dan tidak melindungimu sebagai imbalan bagi amal solehmu dan sujud rukukmu siang dan malam."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mendengar kata-kata Iblis itu, menangislah Ayyub tersedu-sedu seraya berucap: "Allahlah yang memberi dan Dia pulalah yang mengambil kembali. Segala puji bagi-Nya, Tuhan yang Maha Pemberi dan Maha Pencabut."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Iblis keluar meninggalkan Ayyub dalam keadaan bersujud munajat dengan rasa jengkel dan marah kepada dirinya sendiri kerana telah gagal untuk kedua kalinya memujuk dan menghasut Ayyub. Ia pergi menghadap Tuhan dan berkata: "Wahai Tuhan, Ayyub sudah kehilangan semua harta benda dan seluruh kekayaannya dan hari ini ia ditinggalkan oleh putera-puteranya yang mati terbunuh di bawah runtuhan gedung yang telah kami hancurkan , namun ia masih tetap dalam keadaan mentalnya yang kuat dan sihat. Ia hanya menangis tersedu-sedu namun batinnya, jiwanya, iman dan kepercayaannya kepada-Mu tidak tergoyah sama sekali. Izinkan aku mencubanya kali ini mengganggu kesihatan bandanya dan kekuatan fizikalnya, kerana jika ia sudah jatuh sakit dan kekuatannya menjadi lumpuh, nescaya ia akan mulai malas melakukan ibadah dan lama-kelamaan akan melalaikan kewajibannya kepada-Mu dan menjadi lunturlah iman dan akidahnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Allah tetap menentang Iblis bahawa ia tidak akan berhasil dalam usahanya menggoda Ayyub walau bagaimana pun besarnya musibah yang ditimpakan kepadanya dan bagaimana pun beratnya cubaan yang dialaminya. Kerana Allah telah menetapkan dia menjadi teladan kesabaran, keteguhan iman dan ketekunan beribadah bagi hamba-hamba-Nya. Allah berfirman kepada Iblis: "Bolehlah engkau mencuba lagi usahamu mengganggu kesihatan badan dan kekuatan fizikal Ayyub. Aku akan lihat sejauh mana kepandaianmu mengganggu dan menghamba pilihan-Ku ini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Iblis lalu memerintahkan kepada anak buahnya agar menaburkan benih-benih baksil penyakit ke dalam tubuh Ayyub. Baksil-baksil ysng ditaburkan itu segera mengganyang kesihatan Ayyub yang menjadikan ia menderita berbagai-bagai penyakit, deman panas, batuk dan lain-lain lagi sehingga menyebabkan badannya makin lama makin kurus, tenaganya makin lemah dan wajahnya menjadi pucat tidak berdarah dan kulitnya menjadi berbintik-bintik . Ianya akhir dijauhi oleh orang-orang sekampungnya dan oleh kawan-kawan dekatnya, kerana penyakit Ayyub dapat menular dengan cepatnya kepada orang-orang yang menyentuhnya atau mendekatinya. Ia menjadi terasing daripada pergaulan orang di tempatnya dan hanya isterinyalah yang tetap mendampinginya, merawatnya dengan penuh kesabaran dan rasa kasih sayang, melayani segala keperluannya tanpa mengeluh atau menunjukkan tanda kesal hati dari penyakit suaminya yang tidak kunjung sembuh itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Iblis memperhatikan Ayyub dalam keadaan yang sudah amat parah itu tidak meninggalkan adat kebiasaannya, ibadahnya, zikirnya, ia tidak mengeluh, tidak bergaduh, ia hanya menyebut nama Allah memohon ampun dan lindungan-Nya bila ia merasakan sakit. Iblis merasa kesal hati dan jengkel melihat ketabahan hati Ayyub menanggung derita dan kesabarannya menerima berbagai musibah dan ujian. Iblis kehabisan akal, tidak tahu apa usaha lagi yang harus diterapkan bagi mencapai tujuannya merusakkan aqidah dan iman Ayyub. Ia lalu meminta bantuan fikiran dari para kawan-kawan pembantunya, apa yang harus dilakukan lagi untuk menyesatkan Ayyub setelah segala usahanya gagal tidak mencapai sasarannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bertanya mereka kepadanya: "Di manakah kepandaianmu dan tipu dayamu yang ampuh serta kelincinanmu menyebar benih was-was dan ragu ke dalam hati manusia yang biasanya tidak pernah sia-sia?" Seorang pembantu lain berkata: "Engkau telah berhasil mengeluarkan Adam dari syurga, bagaimanakah engkau lakukan itu semuanya sampai berhasilnya tujuanmu itu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"Dengan memujuk isterinya", jawab Iblis. "Jika demikian" berkata syaitan itu kembali, "Laksanakanlah siasat itu dan terapkanlah terhadap Ayyub, hembuskanlah racunmu ke telinga isterinya yang tampak sudah agak kesal merawatnya, namun masih tetap patuh dan setia."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"Benarlah dan tepat fikiranmu itu," kata Iblis, "Hanya tinggal itulah satu-satu jalan yang belum aku cuba. Pasti kali ini dengan cara menghasut isterinya aku akan berhasil melaksanakan akan maksudku selama ini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dengan rencana barunya pergilah Iblis mendatangi isteri Ayyub, menyamar sebagai seorang kawan lelaki yang rapat dengan suaminya. Ia berkata kepada isteri Ayyub: "Apa khabar dan bagaimana keadaan suamimu di ketika ini?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah suaminya, berkata isteri Ayyub kepada Iblis itu, tamunya: "Itulah dia terbaring menderita kesakitan, namun mulutnya tidak henti-hentinya berzikir menyebut nama Allah. Ia masih berada dalam keadaan parah, mati tidak hidup pun tidak."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kata-kata isteri Ayyub itu menimbulkan harapan bagi Iblis bahawa ia kali ini akan berhasil maka diingatkanlah isteri Ayyub akan masa mudanya di mana ia hidup dengan suaminya dalam keadaan sihat, bahagia dan makmur dan dibawakannyalah kenang-kenangan dan kemesraan. Kemudian keluarlah Iblis dari rumah Ayyub meninggalkan isteri Ayyub duduk termenung seorang diri, mengenangkan masa lampaunya, masa kejayaan suaminya dan kesejahteraan hidupnya, membanding-bandingkannya dengan masa di mana berbagai penderitaan dan musibah dialaminya, yang dimulai dengan musnahnya kekayaan dan harta-benda, disusul dengan kematian puteranya, dan kemudian yang terakhirnya diikuti oleh penyakit suaminya yang parah yang sangat menjemukan itu. Isteri Ayyub merasa kesepian berada di rumah sendirian bersama suaminya yang terbaring sakit, tiada sahabat tiada kerabat, tiada handai, tiada taulan, semua menjauhi mereka kerana khuatir kejangkitan penyakit kulit Ayyub yang menular dan menjijikkan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seraya menarik nafas panjang datanglah isteri Ayyub mendekati suaminya yang sedang menderita kesakitan dan berbisik-bisik kepadanya berkata: "Wahai sayangku, sampai bilakah engkau terseksa oleh Tuhanmu ini? Di manakah kekayaanmu, putera-puteramu, sahabat-sahabatmu dan kawan-kawan terdekatmu? Oh, alangkah syahdunya masa lampau kami, usia muda, badan sihat, sarana kebahagiaan dan kesejahteraan hidup tersedia dikelilingi oleh keluarga dan terulang kembali masa yang manis itu? Mohonlah wahai Ayyub dari Tuhanmu, agar kami dibebaskan dari segala penderitaan dan musibah yang berpanjangan ini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Berkata Ayyub menjawab keluhan isterinya: "Wahai isteriku yang kusayangi, engkau menangisi kebahagiaan dan kesejahteraan masa yang lalu, menangisi anak-anak kita yang telah mati diambil oleh Allah dan engkau minta aku memohon kepada Allah agar kami dibebaskan dari kesengsaraan dan penderitaan yang kami alami masa kini. Aku hendak bertanya kepadamu, berapa lama kami tidak menikmati masa hidup yang mewah, makmur dan sejahtera itu?" "Lapan puluh tahun", jawab isteri Ayyub. "Lalu berapa lama kami telah hidup dalam penderitaan ini?" tanya lagi Ayyub. "Tujuh tahun", jawab si isteri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"Aku malu", Ayyub melanjutkan jawabannya," memohon dari Allah membebaskan kami dari sengsaraan dan penderitaan yang telah kami alami belum sepanjang masa kejayaan yang telah Allah kurniakan kepada kami. Kiranya engkau telah termakan hasutan dan bujukan syaitan, sehingga mulai menipis imanmu dan berkesal hati menerima taqdir dan hukum Allah. Tunggulah ganjaranmu kelak jika aku telah sembuh dari penyakitku dan kekuatan badanku pulih kembali. Aku akan mencambukmu seratus kali. Dan sejak detik ini aku haramkan diriku makan dan minum dari tanganmu atau menyuruh engkau melakukan sesuatu untukku. Tinggalkanlah aku seorang diri di tempat ini sampai Allah menentukan taqdir-Nya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setelah ditinggalkan oleh isterinya yang diusir, maka Nabi Ayyub tinggal seorang diri di rumah, tiada sanak saudara, tiada anak dan tiada isteri. Ia bermunajat kepada Allah dengan sepenuh hati memohon rahmat dan kasih sayang-Nya. Ia berdoa: "Wahai Tuhanku, aku telah diganggu oleh syaitan dengan kepayahan dan kesusahan serta seksaan dan Engkaulah wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Allah menerima doa Nabi Ayyub yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman serta berhasil memenangkan perjuangannya melawan hasutan dan bujukan Iblis. Allah mewahyukan firman kepadanya: "Hantamkanlah kakimu ke tanah. Dari situ air akan memancur dan dengan air itu engkau akan sembuh dari semua penyakitmu dan akan pulih kembali kesihatan dan kekuatan badanmu jika engkau gunakannya untuk minum dan mandimu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dengan izin Allah setelah dilaksanakan petunjuk Illahi itu, sembuhlah segera Nabi Ayyub dari penyakitnya, semua luka-luka kulitnya menjadi kering dan segala rasa pedih hilang, seolah-olah tidak pernah terasa olehnya. Ia bahkan kembali menampakkan lebih sihat dan lebih kuat daripada sebelum ia menderita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam pada itu isterinya yang telah diusir dan meninggalkan dia seorang diri di tempat tinggalnya yang terasing, jauh dari jiran, jauh dari keramaian kota, merasa tidak sampai hati lebih lama berada jauh dari suaminya, namun ia hampir tidak mengenalnya kembali, kerana bukanlah Ayyub yang ditinggalkan sakit itu yang berada didepannya, tetapi Ayyub yang muda belia, segar bugar, sihat afiat seakan-akan tidak pernah sakit dan menderita. Ia segera memeluk suaminya seraya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan rahmat dan kurnia-Nya mengembalikan kesihatan suaminya bahkan lebih baik daripada keadaan asalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nabi Ayyub telah bersumpah sewaktu ia mengusir isterinya akan mencambuknya seratus kali bila ia sudah sembuh. Ia merasa wajib melaksanakan sumpahnya itu, namun merasa kasihan kepada isterinya yang sudah menunjukkan kesetiaannya dan menyekutuinya di dalam segala duka dan deritanya. Ia bingung, hatinya terumbang-ambingkan oleh dua perasaan, ia merasa berwajiban melaksanakan sumpahnya, tetapi isterinya yang setia dan bakti itu tidak patut, kata hatinya, menjalani hukuman yang seberat itu. Akhirnya Allah memberi jalan keluar baginya dengan firman-Nya: "Hai Ayyub, ambillah dengan tanganmu seikat rumput dan cambuklah isterimu dengan rumput itu seratus kali sesuai dengan sesuai dengan sumpahmu, sehingga dengan demikian tertebuslah sumpahmu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nabi Ayyub dipilih oleh Allah sebagai nabi dan teladan yang baik bagi hamba-hamba_Nya dalam hal kesabaran dan keteguhan iman sehingga kini nama Ayyub disebut orang sebagai simbul kesabaran. Orang menyatakan , si Fulan memiliki kesabaran Ayyub dan sebagainya. Dan Allah telah membalas kesabaran dan keteguhan iman Ayyub bukan saja dengan memulihkan kembali kesihatan badannya dan kekuatan fizikalnya kepada keadaan seperti masa mudanya, bahkan dikembalikan pula kebesaran duniawinya dan kekayaan harta-bendanya dengan berlipat gandanya. Juga kepadanya dikurniakan lagi putera-putera sebanyak yang telah hilang dan mati dalam musibah yang ia telah alami. Demikianlah rahmat Tuhan dan kurnia-Nya kepada Nabi Ayyub yang telah berhasil melalui masa ujian yang berat dengan penuh sabar, tawakkal dan beriman kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.ukhies.com/kisah-nabi-allah/nabi-ayub-as.html"&gt;Ukhies.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-4533743098309732738?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/4533743098309732738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ayub.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/4533743098309732738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/4533743098309732738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ayub.html' title='Nabi Ayub'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-4318258146962751889</id><published>2009-02-07T12:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T12:35:47.343-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Yusuf</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;NABI YUSUF adalah putra Nabi Ya'qub dari istrinya yang bernama Rahil binti Laban. Yusuf memiliki adik kandung bernama Bunyamin.&lt;br /&gt;Mereka mempunyai sepuluh orang saudara dari lain ibu. Karena berakhlak baik, Yusuf dan Bunyamin sangat disayang Ya'qub.&lt;br /&gt;Hal ini membuat saudara-saudaranya iri sehingga mereka membuang Yusuf ke dalam sumur. Para pedagang Madyan lalu menemukan Yusuf dan menjualnya kepada seorang pembesar Mesir.&lt;br /&gt;Yusuf pun diangkat menjadi anak. Banyak wanita, termasuk ibu angkatnya, tergoda oleh ketampanan Yusuf. Karena difitnah, Yusuf kemudian dipenjara. Allah Swt.&lt;br /&gt;menganugerahi Yusuf kemampuan untuk menafsirkan mimpi. Yusuf lalu dipercaya menjadi pembesar Mesir.&lt;br /&gt;Ia pun akhirnya bertemu kembali dengan seluruh keluarganya dan memboyong mereka ke Mesir. Kisah Yusuf terdapat dalam Al-Qur'an surah Yusuf yang terdiri atas 111 ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIBUANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, Yusuf dan Bunyamin sudah ditinggal mati ibunya. Nabi Ya'qub pun mencurahkan kasih sayangnya kepada mereka.&lt;br /&gt;Namun saudara-saudara tirinya iri dan menganggap sang ayah tidak adil. Mereka berniat membunuh Yusuf, tapi ada yang tidak setuju.&lt;br /&gt;Akhirnya mereka sepakat membuang Yusuf ke dalam sumur. Mereka lalu pulang membawa baju Yusuf yang dilumuri darah palsu, agar terkesan bahwa Yusuf telah dimakan serigala.&lt;br /&gt;Ayah mereka percaya akan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUTIFAR AL-AZIZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pedagang Madyan menemukan Yusuf di dalam sumur. Mereka menyelamatkan Yusuf dan menjadikannya hamba sahaya yang layak dijual.&lt;br /&gt;Di pasar Yusuf dibeli oleh seorang pembesar Mesir bernama Futifar Al-Aziz dan istrinya yang bernama Zulaikha. Yusuf kemudian mereka jadikan anak angkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZULAIKHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketampanan dan kesopanan Yusuf membuat Zulaikha tertarik kepadanya. Suatu hari, Zulaikha menarik Yusuf ke dalam kamarnya. Namun Yusuf menolak cinta ibu angkatnya itu.&lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat disebutkan, bahwa malaikat datang ke kamar Zulaikha dengan menyerupai ayah Yusuf.&lt;br /&gt;Lalu Yusuf melihatnya dan lari ke luar kamar, sedangkan Zulaikha menariknya dari belakang sehingga baju Yusuf robek. Tiba-tiba suami Zulaikha datang.&lt;br /&gt;Zulaikha kaget, lalu memfitnah Yusuf hendak memperkosanya. Namun tuduhan itu ditolak oleh seorang saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIPENJARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wanita Mesir mencerca Zulaikha karena telah menggoda hamba sahayanya. Untuk membuktikan bahwa ia tidak salah, Zulaikha mengundang mereka.&lt;br /&gt;Bermacam makanan, minuman, dan buah dihidangkan, Zulaikha lalu memerintahkan Yusuf muncul di tengah mereka.&lt;br /&gt;Para wanita itu terpesona dengan ketampanan Yusuf dan berusaha menggodanya. Yusuf memohon kepada Allah Swt. agar ia lebih baik dipenjara daripada memenuhi ajakan mereka.&lt;br /&gt;Doanya dikabulkan Allah Swt. Yusuf dikirim ke penjara oleh Futifar agar masyarakat mengira bahwa Yusuf-lah yang bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur Dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://peperonity.com/go/sites/mview/rasul-rasul/14476020"&gt;Peperonity.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-4318258146962751889?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/4318258146962751889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-yusuf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/4318258146962751889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/4318258146962751889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-yusuf.html' title='Nabi Yusuf'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-8229397396568542106</id><published>2009-02-07T12:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T12:32:34.914-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Ya`kub</title><content type='html'>&lt;marquee&gt;Mohon Maaf ,data belum tersedia&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-8229397396568542106?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/8229397396568542106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-yakub.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/8229397396568542106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/8229397396568542106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-yakub.html' title='Nabi Ya`kub'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-4179077554937428446</id><published>2009-02-07T12:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T12:30:52.107-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Ishak</title><content type='html'>&lt;marquee&gt;Mohon  Maaf Untuk sementara data belum tersedia,,,akan saya cari secepatnya..terimakasih&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-4179077554937428446?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/4179077554937428446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ishak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/4179077554937428446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/4179077554937428446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ishak.html' title='Nabi Ishak'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-6345987619202620857</id><published>2009-02-07T12:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T12:08:41.598-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Ismail</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Dua beranak membangun Kaabah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Dan, bacakanlah didalam kitab (al-quran) ini perihal Nabi Ismail; sesungguhnya dia adalah benar janjinya, dan dia seorang Rasul lagi berpangkat Nabi." (Maryam:54)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nabi Ismail a.s adalah putra Nabi Ibrahim a.s. melalui Hajar melahirkan ketika bapaknya berusia 87 tahun di Palestina, tapi kemudian dibesarkan di Makkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Segala puji bagi Allah yang telah mengurniakan kepadaku ketika tua, Ismail dan Ishak. Sesungguhnya tuhanku maha mendengar doa permohonan." (Ibrahim:39)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kelahiran Baginda sangat  membahagiakan hati bapaknya, sebagaimana rasa syukur yang di panjatkan bapaknya (Nabi ibrahim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Makkah, tempat baginda dibesarkan, dahulunya kawasan lembah yang tandus, tetapi kemudian menjadi subur dan makmur, berasal dari doa Nabi Ibrahim, sehingga hari ini menjadi tumpuan dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Disitu jugalah permulaan munculnya mata air Zam-zam, setelah Hajar berusaha mencari air untuk di berikan kepada putranya, Nabi Ismail.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nabi Ismail kawin dengan wanita suku Jurhum. Baginda dan bapaknya manusia yang pertama membangun Kaabah. Bapaknya (nabi ibrahim) berkata: "Wahai Ismail, sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku dengan suatu perintah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Lalu Nabi Ismail berkata: "Terangkanlah kepadaku".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nabi Ibrahim menerangkan: "sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku supaya membangun sebuah rumah di sumber zam-zam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dua beranak itu kemudian membangun rumah Allah (baitul Atiq). Nabi Ismail membawa batu, sedangkan Nabi Ibrahim menjadi tukangnya. Nabi Ibrahim berkata kepada Ismail: "Bawakan batu yang baik kepadaku untuk aku letakkan di satu sudut supaya ia menjadi tanda kepada manusia."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setelah itu Nabi Ismail mendapat ilham dari Jibril supaya mencari batu hitam untuk di serahkan kepada bapaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setiap kali bangun mereka berdoa: "Wahai tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ada satu kisah yang menceritakan Nabi Ibrahim singgah di rumah Nabi Ismail untuk bertanya keadaan anak menantunya. Disebabkan Ismail tak ada, Nabi Ibrahim hanya bicara dengan menantunya (istri Nabi Ismail).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Menantunya berkata, mereka sekeluarga berada dalam kesempitan. Lalu Nabi Ibrahim berkata: "Apakah kamu mempunyai jamuan, makan dan minuman?" Jawab istri Nabi Ismail: "Aku tidak mempunyainya, malah apapun tiada."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kelakuan istri Nabi Ismail itu kurang bagus di pandang Nabi Ibrahim karena kelihatan tidak Ihklas terhadap nikmat Allah dan bosan hidup bersama suaminya, malah bersifat kikir karena tidak menyambut tamu sebagaimana mestinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nabi Ibrahim berpesan kepada menantunya itu: " Jika suamimu kembali, sampaikanlah salamku kepadanya dan katakan kepadanya supaya dia mengganti pintunya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tak berapa lama Nabi Ismail pulang lalu bertanya pada istrinya: "Apakah ada orang datang menemui kamu?". Istrinya menjawab: "Ya, ada orang tua mengunjungi kita"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nabi Ismail berkata: " Apakah dia mewasiatkan sesuatu kepadamu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Istrinya menjawab : "ya, dia menyuruh menyampaikan salam kepadamu dan meminta ku mengatakan kepadamu supaya menggantikan pintumu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nabi Ismail berkata: "Dia adalah bapak ku. Sesungguhnya dia menyuruh supaya menceraikan kamu, maka kembalilah kepada keluargamu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setelah menceraikan Istrinya, Nabi ismail kawin lagi, dan kali ini dengan seorang lagi wanita dari suku Jurhum. Istri baru itu mendapat redho dari bapaknya karena pandai menghormati tamu, tidak menceritakan perkara yang menjatuhkan harga diri suami kepada orang lain dan bersyukur dengan nikmat Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nabi Ismail hidup dengan istri barunya itu hingga melahirkan beberapa orang anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Baginda mempunyai 12 orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang kemudian di kawinkan dengan anak saudaranya, yaitu Al-'Ish bin Ishak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semua anak laki-lakinya menjadi pemimpin kabilah dan nama mereka di terangkan dalam Taurat. Dari keturunan Nabi Ismail menjadikan bangsa Arab terkenal dengan keturunan Mustakribah, kemudian sampai kepada kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pada suatu ketika, Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih Nabi Ismail, Lalu disampaikan hal itu kepada anaknya. Di jawab Nabi Ismail: "Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang di perintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapati aku termasuk orang yang sabar."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Al-Quran menjelaskan perintah sembelih terhadap Ibrahim itu adalah Ismail. Kemudian Allah memberikan Khabar gembira kepada Ibrahim dengan kelahiran seorang lagi putra baginda,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;yaitu Ishak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Nabi Ismail  menjalani kehidupan selama 137 tahun. baginda wafat di Makkah, lalu dimakamkan disisi kubur ibunya di Al-Hijr.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tapi Taurat menerangkan, Baginda meninggal dunia di Palestina dan di makamkan di situ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bagaimanapun itu, menurut Ahli sejarah Arab, Nabi Ismail meninggal dunia dan di makamkan di Makkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://rh-anindhita.blogspot.com/2007/12/nabi-ismail-as.html"&gt;Rh-anindhita.blogspot&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-6345987619202620857?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/6345987619202620857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ismail.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/6345987619202620857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/6345987619202620857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ismail.html' title='Nabi Ismail'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-2040054940708947209</id><published>2009-02-07T12:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T12:05:54.955-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Luth</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;dari ceramah Anwar Al- Awlaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi luth di utus oleh kepada kaum sadum atau kaum sodom. Beliau bukan penduduk asli kaum sodom. Nabi Luth adalah keponakan dari nabi Ibrahim, belaiu tinggal bersama kaum sodom karena mempunyai tugas dakwah dari Allah. Sama seperti halnya para nabi yang lainnya, misi dakwah beliau yang pertama adalah menyerukan kepada kaumnya Laa ilaha illallah. Tapi kata Laa ilaha illallah ini bukan hanya diucapkan saja tapi merupakan the way of life, ketika mengucapkan Laa ilaha illallah tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali Allah SWT, dan tidak ada tuhan yang patut ditaati kecuali Allah. Ini berarti perintah, hukum dan larangan harus diambil dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para nabi ketika dealing kepada kaumnya, para nabi berhadapan dengan masalah yang dihadapi masyarakat, dan mereka bukan berhadapan dengan masalah yang tidak relevan atau masalah yang sudah lalu. Mereka berhadapan dengan penyakit masyarakat, menganalisa penyakit masyarakat itu kemudian penyakit kaumnya itu dilawan dan ini adalah hal yang sulit dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mudah berdakwah kepada orang mengenai hal yang disenangi mereka dan mengabaikan hal yang tidak mereka ingin dengar, misalnya berhadapan dengan penguasa yang diktator, kita tidak akan berbicara mengenai pemerintahan, orang yang berhadapan dengan yang senang merokok, tidak akan berbicara mengenai merokok lebih baik bicara hal yang lain, dan kalau berhadapan dengan wanita yang tidak menggunakan hijab tidak akan bicara mengenai hijab lebih enak bicara mengenai shalat atau berbicara masalah yang tidak berhubungan dengan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat. Orang-orang akan senang kalau kita berdakwah seperti ini, karena kita membiarkan apa yang ingin mereka dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini bukan cara para nabi, para nabi menghadapi masalah yang dihadapi kaumnya dan hal ini yang membuat para nabi menderita karena tekanan dari kaumnya, karena kaumnya tidak ingin mendengar nabinya berbicara mengenai kesalahan mereka. Orang tidak ingin mendengar masalah mereka dan tidak ingin apa yang mereka perbuat disalahkan, orang hanya ingin mendengar yang membuat mereka nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum luth menderita homoseksual. Penyakit yang parah yang diderita kaum Luth, dan bukan itu saja, mereka juga penyamun dan merusak. Dan kaum nabi luth ini sangat jahat. Mereka melakukan homoseksual tidak sembunyi-sembunyi, mereka melakukan di depan umum. Di ayat 27:54 Luth berkata kepada kaumnya mengapa kamu melakukan perbuatan keji ini sedang kamu melihatnya satu sama lain?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka lah yang lebih dahulu menemukan perbuatan keji ini. Ada yang mengatakan bahwa homoseksual karena gen, pernyataan ini tidak benar karena kaum luth lah yang pertama kali melakuan homoseksual. ayat 29:28. Dan ingatlah Luth ketika berkata kepada kaumnya, "Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yg belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu. Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum luth sudah sangat kehilangan rasa malu, mereka tidak punya rasa malu, haya. Kaum luth ketika mendengar peringatan dari ALlah , mereka menjawab 7:80-82, kaumnya melakukan pembenaran terhadap apa yang mereka yang lakukan. Mereka melakukan homoseksual ingin jadi suci, inilah konsep yang memutar balikan baik menjadi buruk yang buruk menjadi baik. Mereka mengusir Luth karena mereka ingin menjadi suci, jika Luth masih di kota itu mereka menjadi tidak suci lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Luth walaupun dia sendirian , beliau tetap berkata kepada kaumnya, "saya sangat membenci perbuatanmu." Kemudian Luth berdoa kepada Allah 26:168-169&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di tempat yang lain, datanglah utusan Allah kepada nabi Ibrahim. Ketika nabi Ibrahim menghidangkan makanan, tamunya tidak menyentuh makan tersebut. Nabi ibrahim terkejut kemudian para malaikat memberitahukan kedatangan mereka untuk menghancurkan kaum sodom. Mendengar kabar ini istri nabi ibrahim (sarah) tertawa (11:71). Kenapa beliau tertawa? karena kita seharusnya di dalam hati membenci perbuatan yang keji, dan harus senang ketika siksaan didatangkan kepada orang yang berbuat keji, melanggar larangan Allah. Dan ibunda sarah mendengar kabar ini hatinya senang. Mungkin sebagian kita tidak memahami dengan konsep ini, apabila kebenaran yang menang seharusnya kita menjadi senang, kita senang bukan hanya karena tim football atau basket ball favorite yang menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal ini bukan lah permainan, tapi perlawanan antara yang haq dan yang bathil. Hati kita senang ketika yang haq menang dan sedih ketika yang bathil menang. Kemudian para malaikat menyampaikan kabar gembira kepada sayidina sarah, Allah akan memberinya keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nabi Ibrahim gelisah atas kabar yang dibawa oleh para malaikat. Beliau gelisah karena malaikat akan menghancurkan bangsa sodom. Ada dua alasan atas kegelisahan beliau (11:74)&lt;br /&gt;1. pertama karena luth masih di sana(29:32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keponakan beliau orang yang baik masih di sana, dan beliau khawatir semua penduduk di desa itu akan dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Dan juga Ibrahim adalah orang yang penyantun lembut hati (11:75). Beliau membela bangsa sodom, beliau meminta untuk memberi kesempatan kepada mereka mungkin nantinya mereka akan bertobat kembali kepada Allah. Tapi malaikat menjawab 11:76 azab kepada mereka, kaum sodom tidak dapat ditolak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah para malaikat menyampaikan kabar kepada Ibrahim mereka kemudian pergi ke desanya kaum sodom. Orang yang pertama kali mereka jumpai adalah anak perempuannya nabi luth. Ketika melihat para malaikat yang menyerupai pemuda yang sangat tampan, anak luth dengan terburu-buru menjumpai ayahnya. Setelah memberitahukan kepada nabi luth bahwa ada 3 orang pemuda yang menuju desa mereka, nabi luth dengan terburu-buru menjumpai mereka dan menyuruh mereka menjadi tamu di rumah beliau, karena nabi luth tau kalau ketiga pemuda asing ini tidak menjadi tamu beliau maka mereka akan menjadi tamu kaum sodom. Kalau beliau tidak take care mereka , mereka akan mengalami masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali luth memperingati 3 pemuda ini, bahwa penduduk desa ini, sangat jahat, luth tidak tau kalau mereka malaikat. Para malaikat ini tidak memberitahukan identitas mereka , menurut ibnu katsir, ketiga malaikat yang menyerupai manusia ini diperintahkan Allah, jangan hancurkan kaum luth sampai mereka mendengar kesaksian nabi luth akan kejahatan yang dilakukan kaumnya dan nabi mereka menentang perbuatan itu. Setelah mendengar kesaksian nabinya kaum sodom akan perbuatan keji mereka, maka para malaikat akan menghancurkan kaum sodom. Setelah sampai di rumah beliau menutup rapat-rapat rumahnya. Tapi istri nabi luth kemudian keluar pergi memberitahukan akan keberadaan ketiga pemuda yang berada di rumahnya kepada kaumnya. 66:10, Allah memberi contoh orang yang kafir, istri nabi nuh dan nabi luth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian menyebarlah kabar ini keseluruhan kaum sodom, mereka mendatangi rumah nabi luth, mereka sangat senang akan kedatangan ketiga pemuda 15:67. Kemudian Allah bersumpah dengan umur nabi Muhammad 15:72,&lt;br /&gt;Hanya nabi muhammad saja yang umurnya digunakan Allah untuk bersumpah. Kita hamba Allah yang bersumpah, tapi di ayat ini Allah bersumpah kepada umur nabi Muhammad. Kaum sodom mereka dalam keadaan mabuk , mereka mabuk bukan karena alkohol , bukan karena diracuni oleh alkohol, tapi karena hawa nafsu mereka, nafsu seksual mereka. Nafsu seksual dapat membuat orang menjadi buta dan terobsesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luth berkata kepada kaumnya 15:68, kemudian kaum sodom menjawab 15:70, kaum sodom melarang nabi luth untuk menerima tamu. Kemudian luth menyuruh kaumnya untuk mengawini putri (pemudi negeri itu). Nabi Luth menghadapi kaumnya yang sudah sangat ribut dan anarkis, beliau menggambarkan hari itu sebagai hari yg sangat sulit 11:77. Beliau membutuhkan pertolongan, karena beliau bukan berasal dari negeri itu, sehingga tidak ada keluarga yang dapat mensupportnya dan dia juga tidak punya anak laki-laki, beliau sendirian. Pada saat genting seperti itu beliau berkata 11:80, kemudian malaikat utusan Allah berkata 11:81. Di pagi hari masih gelap Luth pergi bersama anak-anaknya, dan mereka di larang melihat ke belakang, kecuali istri beliau. Ada yang mengintrepetasikan istri beliau ikut pergi kemudian menengok ke belakang ada yang juga berpendapat istri beliau ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://ibunyahanif.multiply.com/journal/item/7/KIsah_nabi_Luth_dan_kaum_Sodom_yang_homoseksual"&gt;Ibunyahanif.multiply&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-2040054940708947209?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/2040054940708947209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-luth.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2040054940708947209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2040054940708947209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-luth.html' title='Nabi Luth'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-9154387876406803133</id><published>2009-02-07T11:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T11:57:20.978-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Ibrahim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibrahim dilahirkan di Babylonia, bagian selatan Mesoptamia (sekarang Irak). Ayahnya bernama Azar, seorang ahli pembuat dan penjual patung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim AS dihadapkan pada suatu kaum yang rusak, yang dipimpin oleh Raja Namrud, seorang raja yang sangat ditakuti rakyatnya dan menganggap dirinya sebagai Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil Nabi Ibrahim AS selalu tertarik memikirkan kejadian-kejadian alam. Ia menyimpulkan bahwa keajaiban-keajaiban tsb pastilah diatur oleh satu kekuatan yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin beranjak dewasa, Ibrahim mulai berbaur dengan masyarakat luas. Salah satu bentuk ketimpangan yang dilihatnya adalah besarnya perhatian masyarakat terhadap patung-patung. Nabi Ibrahim AS yang telah berketetapan hati untuk menyembah Allah SWT dan menjauhi berhala, memohon kepada Allah SWT agar kepadanya diperlihatkan kemampuan-Nya menghidupkan makhluk yang telah mati. Tujuannya adalah untuk mempertebal iman dan keyakinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memenuhi permintaannya. Atas petunjuk Allah SWT, empat ekor burung dibunuh dan tubuhnya dilumatkan serta disatukan. Kemudian tubuh burung-burung itu dibagi menjadi empat dan masing-masing bagian diletakkan di atas puncak bukit yang terpisah satu sama lain. Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk memanggil burung-burung tsb. Atas kuasa-Nya, burung yang sudah mati dan tubuhnya tercampur itu kembali hidup. Hilanglah segenap keragu-raguan hati Ibrahim AS tentang kebesaran Allah SWT.&lt;br /&gt;Ibrahim menghancurkan berhala kaum Babylonia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang pertama yang mendapat dakwah Nabi Ibrahim AS adalah Azar, ayahnya sendiri. Azar sangat marah mendengar pernyataan bahwa anaknya tidak mempercayai berhala yang disembahnya, bahkan mengajak untuk memasuki kepercayaan baru menyembah Allah SWT. Ibrahim pun diusir dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim merencanakan untuk membuktikan kepada kaumnya tentang kesalahan mereka menyembah berhala. Kesempatan itu diperolehnya ketika penduduk Babylonia merayakan suatu hari besar dengan tinggal di luar kota selama berhari-hari. Ibrahim lalu memasuki tempat peribadatan kaumnya dan merusak semua berhala yang ada, kecuali sebuah patung yang besar. Oleh Ibrahim, di leher patung itu dikalungkan sebuah kapak.&lt;br /&gt;Mukjizat Allah: Api menjadi dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat perbuatannya ini, Ibrahim ditangkap dan diadili. Namun ia menyatakan bahwa patung yang berkalung kapak itulah yang menghancurkan berhala-berhala mereka dan menyarankan para hakim untuk bertanya kepadanya. Tentu saja para hakim mengatakan bahwa berhala tidak mungkin dapat ditanyai. Saat itulah Nabi Ibrahim AS mengemukakan pemikirannya yang berisi dakwah menyembah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim memutuskan Ibrahim harus dibakar hidup-hidup sebagai hukumannya. Saat itulah mukjizat dari Allah SWT turun. Atas perintah Allah, api menjadi dingin dan Ibrahim pun selamat. Sejumlah orang yang menyaksikan kejadian ini mulai tertarik pada dakwah Ibrahim AS, namun mereka merasa takut pada penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah dakwah Nabi Ibrahim AS benar-benar dibatasi oleh Raja Namrud dan kaki tangannya. Karena melihat kesempatan berdakwah yang sangat sempit, Ibrahim AS meninggalkan tanah airnya menuju Harran, suatu daerah di Palestina. Di sini ia menemukan penduduk yang menyembah binatang. Penduduk di wilayah ini menolak dakwah Nabi Ibrahim AS. Ibrahim AS yang saat itu telah menikah dengan Siti Sarah kemudian berhijrah ke Mesir. Di tempat ini Nabi Ibrahim AS berniaga, bertani, dan beternak. Kemajuan usahanya membuat iri penduduk Mesir sehingga ia pun kembali ke Palestina.&lt;br /&gt;Ibrahim menikahi Siti Hajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun menikah, pasangan Ibrahim dan Sarah tak kunjung dikaruniai seorang anak. Untuk memperoleh keturunan, Sarah mengizinkan suaminya untuk menikahi Siti Hajar, pembantu mereka. Dari pernikahan ini, lahirlah Ismail yang kemudian juga menjadi nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi Ibrahim AS berusia 90 tahun, datang perintah Allah SWT agar ia meng-khitan dirinya, Ismail yang saat itu berusia 13 tahun, dan seluruh anggota keluarganya. Perintah ini segera dijalankan Nabi Ibrahim AS dan kemudian menjadi hal yang dijalankan nabi-nabi berikutnya hingga umat Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga memerintahkan Ibrahim AS untuk memperbaiki Ka'bah (Baitullah). Saat itu bangunan Ka'bah sebagai rumah suci sudah berdiri di Mekah. Bangunan ini diperbaikinya bersama Ismail AS. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an surat Al-Baqarah ayat 127.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim AS adalah nenek moyang bangsa Arab dan Israel. Keturunannya banyak yang menjadi nabi. Dalam riwayat dikatakan bahwa usia Nabi Ibrahim AS mencapai 175 tahun. Kisah Nabi Ibrahim AS terangkum dalam Al Qur'an, diantaranya surat Maryam: 41-48, Al-Anbiyâ: 51-72, dan Al-An'âm: 74-83.&lt;br /&gt;7. Ismail AS&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim mengasingkan Hajar dan anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kelahiran bayi Ismail, Siti Sarah, istri pertama Nabi Ibrahim AS, berangsur-angsur merasa cemburu sehingga ia meminta kepada suaminya agar memindahkan Hajar dan anaknya ke suatu tempat yang jauh. Atas wahyu dari Allah SWT, Ibrahim AS memenuhi kehendak istrinya. Ia kemudian memindahkan Hajar dan bayinya ke tengah padang pasir di Mekah, dekat sebuah bangunan suci yang kemudian dikenal sebagai Ka'bah. Ia kemudian meninggalkan keduanya di tempat itu karena harus kembali ke Palestina untuk menemui Sarah. Dalam perjalanan pulang itu Ibrahim tak henti-hentinya memanjatkan doa memohon keselamatan bagi istri dan putra yang ditinggalkannya.&lt;br /&gt;Mukjizat Air Zamzam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makanan yang ditinggalkan habis, Hajar bersusah payah mencari air. Atas pertolongan Allah SWT melalui malaikat Jibril, tiba-tiba di dekat Ismail muncul sebuah mata air yang bening. Mata air itulah yang dikenal sebagai sumur zamzam dan masih ada hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail yang sudah beranjak remaja sangat menggembirakan hati Ibrahim, namun kegembiraan itu tiba-tiba buyar karena perintah Allah SWT lewat mimpinya yang meminta agar anak kesayangannya itu disembelih. Mula-mula Ibrahim sangat sedih menerima mimpi itu, namun sebagai orang yang saleh dan taat ia berniat menjalankan perintah Allah SWT tsb dan kemudian menyampaikan berita itu kepada putranya. Tanpa ragu, Ismail meminta ayahnya untuk melaksanakan perintah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, ketika hal tsb dilaksanakan, Allah SWT mengganti Ismail dengan seekor kambing. Peristiwa ini selalu diperingati setiap tahun dengan anjuran menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ismail AS menikah dengan seorang anak pendatang baru di kawasan sumur zamzam. Anak itu berasal dari suku Jurhum. Ia kemudian menjadi penjaga sumur zamzam yang semakin hari semakin ramai dikunjungi orang. Menurut riwayat, Nabi Ismail AS meninggal dalam usia 137 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Nabi Ismail AS yang tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS diceritakan di Al Qur'an dalam 30 ayat yang tersebar dalam 5 surat, diantaranya adalah surat Ibrâhîm: 35-40, dan Al-Baqarah: 124-129.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari : &lt;a href="http://islam.elvini.net/rasul.cgi?nabi3"&gt;islam.elvini.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-9154387876406803133?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/9154387876406803133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ibrahim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/9154387876406803133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/9154387876406803133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-ibrahim.html' title='Nabi Ibrahim'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-6709668387494408180</id><published>2009-02-07T11:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T11:53:28.788-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Saleh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi Saleh a.s. adalah anak kepada Ubaid bin Jabir bin Tsamud. Kaumnya bernama Tsamud.Salasilah lengkapa ialah: Saleh bin Ubaid bin Asief bin Masyih Bin Abid bin Hadzir bin Tsamud bin Saleh bin Arfashad bin Sam bin Nuh bin Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Tsamud ialah nama yang dibangsakan kepada nama datuknya yang bernama Tsamud bin Amir bin Iram bin Sam bin Nuh. Jadi Saleh adalah keturunan Nabi Nuh a.s. yang keenam. Kaum Tsamud ini menempati daerah yang semula ditempati oleh ‘Ad. Negeri itu telah kosong ditinggalkan oleh bangsa ‘Ad kerana musnah, tetapi lama kelamaan diNegeri itu terdapat suatu bangsa yang menempati dan mendiaminya. Bangsa baru inilah yang dinamakan bangsa Tsamud. Mereka itulah yang menguasai daerah yang semula dikuasai oleh kaum ‘Ad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Tsamud ini penuh dengan harta benda, senang dan bahagia tidak kekurangan suatu apa pun. Tetapi mereka lupa sama sekali kepada Tuhan, tidak kenal sama  sekali kepada Allah. Kerana mereka lama kelamaan mereka semakin jahat, jauh dari segala yang baik, malah menjadi sesombong-sombongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tidak akan membiarkan hamba-hambanya berada dalam kegelapan terus menerus tanpa diutuskan Nabi Pesuruh dari sisiNya untuk memberi penerangan dan membimbing mereka keluar dari jalan yang sesat kepada jalan yang benar. Demikian pula Allah  tidak akan menurunkan azab atau seksa kepada sesuatu umat sebelum mereka diperingatkan dan diberikan petunjukkan oleh Nya dengan perantaraan seseorang yang dipilih untuk menjadi utusan dan rasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnatullah ini berlaku pula bagi kaum Tsamud yang kepada mereka telah diutuskan Nabi Saleh, seorang yang telah dipilihNya dari suku mereka sendiri, dan keluarganya yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya, terkenal tangkas, cerdik , pandai, rendah hati dan ramah-ramah dalam pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikenalkanlah mereka oleh Nabi Saleh kepada Tuhan yang sepatutnya mereka sembah, Tuhan Allah Yang Maha Esa, yang telah menciptakan mereka, menciptakan alam semesta, mencipta tanah-tanah yang subur dan menghailkan bahan-bahan keperluan hidup mereka, menciptakan binatang-binatang yang memberi manafaat dan berguna bagi mereka dan dengan demikian memberi kepada mereka  kenikmatan dan kemewahan hidup dan kebahagian lahir dan batin.. Tuhan Yang Maha  Esa itulah yang harus mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu gunung yang tidak berkuasa memberi sesuatu kepada mereka atau melindungi mereka dari ketakutan dan bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan susah payah, Nabi Saleh menyeru kaumnya agar menyembah Allah dan meninggalkan berhala-berhala mereka, tetapi mereka tetap tidak mahu beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan dan seruan Nabi Saleh a.s. kepada kaumnya itu tidak dihiraukan oleh mereka, bahkan mereka mengejek dengan mengatakan: “Bahawa Nabi Saleh itu hanya seorang manusia biasa saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nabi Saleh sedar tentangan kaumnya yang menuntut bukti daripadanya berupa mukjizat itu, adalah semata-mata bertujuan hendak menghilangkan pengaruhnya dan mengikis habis kewibawaannya dimata kaumnya terutama para pengikutnya, sekiranya dia gagal memenuhi tentangan dan tuntutan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saleh membalas tentangan mereka dengan menuntut janji dari mereka, bila dia berhasil mendatangkan mukjizat yang mereka minta bahawa mereka akan meninggalkan agama dan persembahan mereka dan akan mengikuti Nabi Saleh dan beriman kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan permintaan dan petunjuk pemuka-pemuka kaum Tsamud, berDoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mengalahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memohon dari Allah dengan kekuasaanNya menciptakan seekor unta betina dikeluarkannya dari perut sebuah batu karang besar yang terdapat disisi bukit yang mereka tunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sejurus kemudian, dengan seizin Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta, terbelahlah batu karang yang ditunjukkan itu dan keluarlah dari perutnya seekor unta betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menunjukkan kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu, berkatalah Nabi Saleh kepada mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah ia mencari makanannya sendiri diatas bumi Allah, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air minum dan kamu mempunyai giliran untuk mendapatkan air minum bagimu dan bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahawa Allah akan menurunkan azabNya bila kamu sampai mengganggu binatang ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bukti kerasulan Nabi Saleh adalah seekor unta pemberian Allah yang tidak boleh diganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana mereka tidak percaya, mereka mengganggu unta tadi dan mereka menyembelihnya. Sesudah itu, mereka dating kepada Nabi Saleh dan mereka berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika benar engaku utusan Allah, buktikanlah seksaan yang engkau janjikan dahulu itu, unta itu telah kami sembelih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Nabi Saleh a.s.: “Kami boleh menyaksikan sendiri dalam tiga hari ini, kerana azab Tuhan telah dekat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan  Nabi Saleh, nyata telah terbukt isebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka lalu disambar petir, maka matilah mereka diNegeri itu.” (Surah Al’araf ayat 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beriman kepada Allah SWT selalu mendapat pertolongan dan pelindungan Allah, begitu juga Nabi Saleh dan pengikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum azab itu datang Nabi Saleh beserta orang-orang yang beriman telah pergi dahulu dengan meninggalkan pesannya, sebagaimana tersebut dalam Al Quran bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saleh berpaling dari mereka seraya berkata: Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan risalah Allah kepada mud an aku telah memberi nasihat, tetapi kamu tidak suka kepada orang yang memberi nasihat.” (surah Al ‘Araf ayat 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan azab ini habislah negeri itu, dibinasakan Allah, sedangkan Nabi Saleh serta pengikutnya pindah keNegeri lain di Hadramaut, sedang menurut riwayat lain beliau pindah keNegeri Makkah., Adapun mereka yang terlepas dari azab Allah waktu itu ialah hanya seramai 120 orang saja dan mereka diNegeri yang baru itulah mereka memulai menyusun kehidupan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Allah SWT kami mohon taufik dan hidayahNya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari : &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://nikmaa.multiply.com/journal/item/322"&gt;nikmaa.multiply&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-6709668387494408180?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/6709668387494408180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-saleh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/6709668387494408180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/6709668387494408180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-saleh.html' title='Nabi Saleh'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-959955779998769783</id><published>2009-02-07T11:42:00.001-08:00</published><updated>2009-02-07T11:54:14.330-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Hud</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah Nabi Nuh as wafat, dan waktu terus berputar tahun demi tahun. Umat manusia kembali lupa akan Allah Swt. Mereka kembali menjadikan patung-patung sebagai sesembahan. Lalu Allah Swt rnengutus junjungan kita Nabi Hud as di tengah-tengah kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud berasal dari kabilah yang bernama 'Ad. Kabilah ini tinggal di suatu tempat yang bernama al-Ahqaf, yaitu padang pasir yang dipenuhi dengan pegunungan pasir dan tampak dari puncaknya lautan. Adapun tempat tinggal mereka berupa tenda-tenda besar dan mempuyai tiang-tiang yang kuat dan tinggi. Kaum 'Ad terkenal dengan fisik yang kuat dan memiliki tubuh yang tinggi dan tegak. Tiada seorang pun di masa itu yang dapat menandingi kekuatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mereka memiliki tubuh yang kuat, namun akalnya jongkok. Kaum ‘Ad menyembah berhala dan membelanya, bahkan mereka siap berperang untuk mempertahankan berhala yang mereka sembah. Mereka malah menuduh hal-hal yang jelek terhadap nabi mereka dan mengejeknya. Selama mereka menganggap bahwa kekuatan adalah hal yang patut dibanggakan, maka seharusnya mereka melihat bahwa Allah SWT yang menciptakan mereka lebih kuat dari mereka. Sayangnya mereka lupa, melainkan kecongkakan yang timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud berkata kepada mereka: "Wahai kaumku, sembahlah Allah yang tiada tuhan lain bagi kalian selain-Nya. " (QS. Hud: 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah perkataan yang sama yang diucapkan oleh seluruh nabi dan rasul. Perkataan tersebut tidak pernah berubah, tidak pernah berkurang, dan tidak pernah dicabut kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaumnya bertanya kepada Hud as: "Apakah engkau ingin menjadi pemimpin bagi kami melalui dakwahmu ini? Imbalan apa yang engkau inginkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud memberitahu mereka bahwa ia hanya mengharapkan imbalan dari Allah Swt. Ia tidak menginginkan sesuatu pun dari mereka selain agar mereka menerangi akal mereka dengan cahaya kebenaran. Ia mengingatkan mereka tentang nikmat Allah Swt terhadap mereka. Bagaimana Allah Swt memberikan kekuatan fisik bagi mereka, bagaimana Allah Swt menempatkan mereka di bumi yang penuh dengan kebaikan, bagaimana Allah Swt mengirimkan hujan lalu menghidupkan bumi dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Hud membuat kerusakan dan mengira bahwa mereka orang-orang yang terkuat di muka bumi, sehingga mereka menampakkan kesombongan dan semakin menentang kebenaran. Mereka berkata kepada Nabi Hud: "Bagaimana engkau menuduh tuhan-tuhan kami yang nenek moyang kami pun menyembahnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud menjawab: "Sungguh orang tua kalian telah berbuat kesalahan." Walaupun Nabi Hud menerangkan kepada mereka sebagaimana apa yang diterangkan oleh semua nabi, namun penduduk ‘Ad mendustakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembesar kaum ’Ad berkata: "Bukankah hal yang aneh ketika Allah SWT memilih manusia biasa di antara kita untuk menerima wahyu dari-Nya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud balik bertanya: "Apa keanehan dalam hal itu? Sesungguhnya Allah SWT mencintai kalian dan oleh karenanya Dia mengutus aku kepada kalian untuk mengingatkan kalian. Sesungguhnya perahu Nuh dan kisah Nuh tidak jauh dari ingatan kalian. Janganlah kalian melupakan apa yang telah terjadi. Orang-orang yang menentang Allah SWT telah dihancurkan dan begitu juga orang-orang yang akan mengingkari-Nya pun akan dihancurkan, sekuat apa pun mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembesar kaum berkata: "Siapakah yang dapat menghancurkan kami wahai Hud?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud menjawab: "Allah SWT."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang kafir dari kaum Nabi Hud berkata: "Tuhan-tuhan kami akan menyelamatkan kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud memberitahu mereka, bahwa tuhan-tuhan yang mereka sembah ini dengan maksud untuk mendekatkan mereka kepada Allah SWT pada hakikatnya justru menjauhkan mereka dari-Nya. Ia menjelaskan kepada mere­ka bahwa hanya Allah SWT yang dapat menyelamatkan manusia, sedangkan kekuatan lain di bumi tidak dapat mendatangkan mudarat dan manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan antara Nabi Hud dan kaumnya semakin seru. Dan setiap kali pertarungan berlanjut dan hari berlalu, kaum Nabi Hud meningkatkan kesombongan, pembangkangan, dan pendustaan kepada nabi mereka. Mereka mulai menuduh Nabi Hud sebagai seorang bodoh dan gila. Pada suatu hari mereka berkata kepadanya: "Sekarang kami memahami rahasia kegilaanmu. Sesungguhnya engkau menghina tuhan kami dan tuhan kami telah marah kepadamu, dan karena kemarahannya engkau menjadi gila."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada batas inilah penyimpangan itu telah terjadi pada kaum ’Ad, dan menganggap bahwa Nabi Hud telah mengigau karena salah satu tuhan mereka telah murka kepadanya, sehingga ia terkena sesuatu penyakit gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud hanya pasrah kepada Allah Swt dan ia hanya memberikan peringatan serta ancaman jika merekat tetap mendustakan dakwahnya. Nabi Hud berkata: "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah oleh kalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan dari selain-Nya. Sebab itu, jalankanlah tipu daya kalian semuanya terhadapku dan janganlah kalian memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus. Jika kalian berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada kalian apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu. " (QS. Hud: 54-57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ucapannya, Nabi Hud menjelaskan kepada kaumnya bahwa ia melaksanakan amanat dan menyampaikan agama. Jika mereka mengingkari dakwahnya, niscaya Allah SWT akan mengganti mereka dengan kaum selain mereka. Yang demi­kian ini berarti bahwa mereka sedang menunggu azab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud dan kaumnya menunggu janji Allah SWT. Kemudian terjadilah masa kering di muka bumi di mana langit tidak lagi menurunkan hujan. Matahari bersinar sangat kuat, hingga laksana percikan-percikan api yang menimpa kepala manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Nabi Hud segera menemuinya dan bertanya: "Mengapa terjadi kekeringan ini wahai Hud?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud berkata: "Sesungguhnya Allah SWT murka kepada kalian. Jika kalian beriman, maka Allah SWT akan rela terhadap kalian dan menurunkan hujan serta menambah kekuatan kalian." Namun kaum Nabi Hud justru mengejeknya dan malah semakin menentangnya., maka masa kekeringan semakin bertambah dan menguningkan pohon-pohon yang hijau dan matilah berbagai tanaman yang ada di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datanglah suatu hari di mana terdapat awan besar yang menyelimuti langit. Kaum Nabi Hud begitu gembira dan mereka keluar dari rumah sambil berkata: "Hari ini kita akan dituruni hujan." Tiba-tiba udara berubah, yang tadinya sangat kering dan panas kini menjadi sangat dingin. Angin mulai bertiup dengan kencang. Semua benda menjadi bergoyang. Angin terus-menerus bertiup siang dan malam, hari demi hari, dan hawa dingin semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Nabi Hud mulai berlari. Mereka segera menuju ke tenda dan bersembunyi di dalamnya. Angin semakin bertiup dengan kencang dan menghancurkan tenda. Angin menghancurkan pakaian dan menghancurkan kulit. Setiap kali angin bertiup, ia menghan­curkan dan membunuh apa saja yang di laluinya. Angin bertiup selama tujuh malam dan delapan hari dengan mengancam kehidupan dunia. Kemudian angin berhenti dengan izin Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka tatkala mereka melihat azab itu, berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: 'Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.' (Bukan)! Bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya." (QS. al-Ahqaf: 24-25) "Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus;, maka kamu lihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). " (QS. al-Haqqah: 7)&lt;br /&gt;Tiada yang tersisa dari kaum Nabi Hud as, kecuali pohon-pohon kurma yang lapuk. Nabi Hud as dan beberapa orang yang beriman kepadanya selamat, sedangkan orang-orang yang menentangnya binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Disadur dari : &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://bumgembul.blogspot.com/2008/03/kisah-nabi-hud-dan-kaum-ad.html"&gt;Bumgembul.blogspot&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-959955779998769783?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/959955779998769783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-hud_07.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/959955779998769783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/959955779998769783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-hud_07.html' title='Nabi Hud'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-8464395028577296045</id><published>2009-02-07T11:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T11:46:56.958-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Hud</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah Nabi Nuh as wafat, dan waktu terus berputar tahun demi tahun. Umat manusia kembali lupa akan Allah Swt. Mereka kembali menjadikan patung-patung sebagai sesembahan. Lalu Allah Swt rnengutus junjungan kita Nabi Hud as di tengah-tengah kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud berasal dari kabilah yang bernama 'Ad. Kabilah ini tinggal di suatu tempat yang bernama al-Ahqaf, yaitu padang pasir yang dipenuhi dengan pegunungan pasir dan tampak dari puncaknya lautan. Adapun tempat tinggal mereka berupa tenda-tenda besar dan mempuyai tiang-tiang yang kuat dan tinggi. Kaum 'Ad terkenal dengan fisik yang kuat dan memiliki tubuh yang tinggi dan tegak. Tiada seorang pun di masa itu yang dapat menandingi kekuatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mereka memiliki tubuh yang kuat, namun akalnya jongkok. Kaum ‘Ad menyembah berhala dan membelanya, bahkan mereka siap berperang untuk mempertahankan berhala yang mereka sembah. Mereka malah menuduh hal-hal yang jelek terhadap nabi mereka dan mengejeknya. Selama mereka menganggap bahwa kekuatan adalah hal yang patut dibanggakan, maka seharusnya mereka melihat bahwa Allah SWT yang menciptakan mereka lebih kuat dari mereka. Sayangnya mereka lupa, melainkan kecongkakan yang timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud berkata kepada mereka: "Wahai kaumku, sembahlah Allah yang tiada tuhan lain bagi kalian selain-Nya. " (QS. Hud: 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah perkataan yang sama yang diucapkan oleh seluruh nabi dan rasul. Perkataan tersebut tidak pernah berubah, tidak pernah berkurang, dan tidak pernah dicabut kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaumnya bertanya kepada Hud as: "Apakah engkau ingin menjadi pemimpin bagi kami melalui dakwahmu ini? Imbalan apa yang engkau inginkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud memberitahu mereka bahwa ia hanya mengharapkan imbalan dari Allah Swt. Ia tidak menginginkan sesuatu pun dari mereka selain agar mereka menerangi akal mereka dengan cahaya kebenaran. Ia mengingatkan mereka tentang nikmat Allah Swt terhadap mereka. Bagaimana Allah Swt memberikan kekuatan fisik bagi mereka, bagaimana Allah Swt menempatkan mereka di bumi yang penuh dengan kebaikan, bagaimana Allah Swt mengirimkan hujan lalu menghidupkan bumi dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Hud membuat kerusakan dan mengira bahwa mereka orang-orang yang terkuat di muka bumi, sehingga mereka menampakkan kesombongan dan semakin menentang kebenaran. Mereka berkata kepada Nabi Hud: "Bagaimana engkau menuduh tuhan-tuhan kami yang nenek moyang kami pun menyembahnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud menjawab: "Sungguh orang tua kalian telah berbuat kesalahan." Walaupun Nabi Hud menerangkan kepada mereka sebagaimana apa yang diterangkan oleh semua nabi, namun penduduk ‘Ad mendustakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembesar kaum ’Ad berkata: "Bukankah hal yang aneh ketika Allah SWT memilih manusia biasa di antara kita untuk menerima wahyu dari-Nya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud balik bertanya: "Apa keanehan dalam hal itu? Sesungguhnya Allah SWT mencintai kalian dan oleh karenanya Dia mengutus aku kepada kalian untuk mengingatkan kalian. Sesungguhnya perahu Nuh dan kisah Nuh tidak jauh dari ingatan kalian. Janganlah kalian melupakan apa yang telah terjadi. Orang-orang yang menentang Allah SWT telah dihancurkan dan begitu juga orang-orang yang akan mengingkari-Nya pun akan dihancurkan, sekuat apa pun mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembesar kaum berkata: "Siapakah yang dapat menghancurkan kami wahai Hud?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud menjawab: "Allah SWT."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang kafir dari kaum Nabi Hud berkata: "Tuhan-tuhan kami akan menyelamatkan kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud memberitahu mereka, bahwa tuhan-tuhan yang mereka sembah ini dengan maksud untuk mendekatkan mereka kepada Allah SWT pada hakikatnya justru menjauhkan mereka dari-Nya. Ia menjelaskan kepada mere­ka bahwa hanya Allah SWT yang dapat menyelamatkan manusia, sedangkan kekuatan lain di bumi tidak dapat mendatangkan mudarat dan manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan antara Nabi Hud dan kaumnya semakin seru. Dan setiap kali pertarungan berlanjut dan hari berlalu, kaum Nabi Hud meningkatkan kesombongan, pembangkangan, dan pendustaan kepada nabi mereka. Mereka mulai menuduh Nabi Hud sebagai seorang bodoh dan gila. Pada suatu hari mereka berkata kepadanya: "Sekarang kami memahami rahasia kegilaanmu. Sesungguhnya engkau menghina tuhan kami dan tuhan kami telah marah kepadamu, dan karena kemarahannya engkau menjadi gila."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada batas inilah penyimpangan itu telah terjadi pada kaum ’Ad, dan menganggap bahwa Nabi Hud telah mengigau karena salah satu tuhan mereka telah murka kepadanya, sehingga ia terkena sesuatu penyakit gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud hanya pasrah kepada Allah Swt dan ia hanya memberikan peringatan serta ancaman jika merekat tetap mendustakan dakwahnya. Nabi Hud berkata: "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah oleh kalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan dari selain-Nya. Sebab itu, jalankanlah tipu daya kalian semuanya terhadapku dan janganlah kalian memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus. Jika kalian berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada kalian apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu. " (QS. Hud: 54-57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ucapannya, Nabi Hud menjelaskan kepada kaumnya bahwa ia melaksanakan amanat dan menyampaikan agama. Jika mereka mengingkari dakwahnya, niscaya Allah SWT akan mengganti mereka dengan kaum selain mereka. Yang demi­kian ini berarti bahwa mereka sedang menunggu azab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud dan kaumnya menunggu janji Allah SWT. Kemudian terjadilah masa kering di muka bumi di mana langit tidak lagi menurunkan hujan. Matahari bersinar sangat kuat, hingga laksana percikan-percikan api yang menimpa kepala manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Nabi Hud segera menemuinya dan bertanya: "Mengapa terjadi kekeringan ini wahai Hud?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Hud berkata: "Sesungguhnya Allah SWT murka kepada kalian. Jika kalian beriman, maka Allah SWT akan rela terhadap kalian dan menurunkan hujan serta menambah kekuatan kalian." Namun kaum Nabi Hud justru mengejeknya dan malah semakin menentangnya., maka masa kekeringan semakin bertambah dan menguningkan pohon-pohon yang hijau dan matilah berbagai tanaman yang ada di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datanglah suatu hari di mana terdapat awan besar yang menyelimuti langit. Kaum Nabi Hud begitu gembira dan mereka keluar dari rumah sambil berkata: "Hari ini kita akan dituruni hujan." Tiba-tiba udara berubah, yang tadinya sangat kering dan panas kini menjadi sangat dingin. Angin mulai bertiup dengan kencang. Semua benda menjadi bergoyang. Angin terus-menerus bertiup siang dan malam, hari demi hari, dan hawa dingin semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Nabi Hud mulai berlari. Mereka segera menuju ke tenda dan bersembunyi di dalamnya. Angin semakin bertiup dengan kencang dan menghancurkan tenda. Angin menghancurkan pakaian dan menghancurkan kulit. Setiap kali angin bertiup, ia menghan­curkan dan membunuh apa saja yang di laluinya. Angin bertiup selama tujuh malam dan delapan hari dengan mengancam kehidupan dunia. Kemudian angin berhenti dengan izin Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka tatkala mereka melihat azab itu, berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: 'Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.' (Bukan)! Bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya." (QS. al-Ahqaf: 24-25) "Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus;, maka kamu lihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). " (QS. al-Haqqah: 7)&lt;br /&gt;Tiada yang tersisa dari kaum Nabi Hud as, kecuali pohon-pohon kurma yang lapuk. Nabi Hud as dan beberapa orang yang beriman kepadanya selamat, sedangkan orang-orang yang menentangnya binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari : &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://bumgembul.blogspot.com/2008/03/kisah-nabi-hud-dan-kaum-ad.html"&gt;Bumgembul.blogspot&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-8464395028577296045?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/8464395028577296045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-hud.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/8464395028577296045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/8464395028577296045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-hud.html' title='Nabi Hud'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-8559533815242325048</id><published>2009-02-07T11:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T11:42:54.898-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Nuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Nabi Nuh adalah nabi keempat sesudah Adam, Syith dan Idris dan keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Nabi Nuh Kepada Kaumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dalam masa "fatrah" masa kekosongan di antara dua rasul di mana biasanya manusia secara berangsur-angsur melupakan ajaran agama yang dibawa oleh nabi yang meninggalkan mereka dan kembali bersyirik meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan di bawah pimpinan Iblis.&lt;br /&gt;Demikianlah maka kaum Nabi Nuh tidak luput dari proses tersebut, sehingga ketika Nabi Nuh datang di tengah-tengah mereka, mereka sedang menyembah berhala ialah patung-patung yang dibuat oleh tangan-tangan mereka sendiri disembahnya sebagai tuhan-tuhan yang dapat membawa kebaikan dan manfaat serta menolak segala kesengsaraan dan kemalangan.berhala-berhala yang dipertuhankan dan menurut kepercayaan mereka mempunyai kekuatan dan kekuasaan ghaib ke atas manusia itu diberinya nama-nama yang silih berganti menurut kehendak dan selera kebodohan mereka.Kadang-kadang mereka namakan berhala mereka " Wadd " dan " Suwa " kadangkala " Yaguts " dan bila sudah bosan digantinya dengan nama " Yatuq " dan " Nasr ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya yang sudah jauh tersesat oleh iblis itu, mengajak mereka meninggalkan syirik dan penyembahan berhala dan kembali kepada tauhid menyembah Allah Tuhan sekalian alam melakukan ajaran-ajaran agama yang diwahyukan kepadanya serta meninggalkan kemungkaran dan kemaksiatan yang diajarkan oleh Syaitan dan Iblis.&lt;br /&gt;Nabi Nuh menarik perhatian kaumnya agar melihat alam semesta yang diciptakan oleh Allah berupa langit dengan matahari, bulan dan bintang-bintang yang menghiasinya, bumi dengan kekayaan yang ada di atas dan di bawahnya, berupa tumbuh-tumbuhan dan air yang mengalir yang memberi kenikmatan hidup kepada manusia, pengantian malam menjadi siang dan sebaliknya yang kesemua itu menjadi bukti dan tanda nyata akan adanya keesaan Tuhan yang harus disembah dan bukan berhala-berhala yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri.Di samping itu Nabi Nuh juga memberitakan kepada mereka bahwa akan ada gajaran yang akan diterima oleh manusia atas segala amalannya di dunia iaitu syurga bagi amalan kebajikan dan neraka bagi segala pelanggaran terhadap perintah agama yang berupa kemungkaran dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;Nabi Nuh yang dikurniakan Allah dengan sifat-sifat yang patut dimiliki oleh seorang nabi, fasih dan tegas dalam kata-katanya, bijaksana dan sabar dalam tindak-tanduknya melaksanakan tugas risalahnya kepada kaumnya dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dengan cara yang lemah lembut mengetuk hati nurani mereka dan kadang kala dengan kata-kata yang tajam dan nada yang kasar bila menghadapi pembesar-pembesar kaumnya yang keras kepala yang enggan menerima hujjah dan dalil-dalil yang dikemukakan kepada mereka yang tidak dapat mereka membantahnya atau mematahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi walaupun Nabi Nuh telah berusaha sekuat tanaganya berdakwah kepda kaumnya dengan segala kebijaksanaan, kecekapan dan kesabaran dan dalam setiap kesempatan, siang mahupun malam dengan cara berbisik-bisik atau cara terang dan terbuka terbyata hanya sedikit sekali dari kaumnya yang dpt menerima dakwahnya dan mengikuti ajakannya, yang menurut sementara riwayat tidak melebihi bilangan seratus orang Mereka pun terdiri dari orang-orang yang miskin berkedudukan sosial lemah. Sedangkan orang yang kaya-raya, berkedudukan tingi dan terpandang dalam masyarakat, yang merupakan pembesar-pembesar dan penguasa-penguasa tetap membangkang, tidak mempercayai Nabi Nuh mengingkari dakwahnya dan sesekali tidak merelakan melepas agamanya dan kepercayaan mereka terhadap berhala-berhala mereka, bahkan mereka berusaha dengan mengadakan persekongkolan hendak melumpuhkan dan mengagalkan usaha dakwah Nabi nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata mereka kepada Nabi Nuh:"Bukankah engkau hanya seorang daripada kami dan tidak berbeda drp kami sebagai manusia biasa. Jikalau betul Allah akan mengutuskan seorang rasul yang membawa perintah-Nya, nescaya Ia akan mengutuskan seorang malaikat yang patut kami dengarkan kata-katanya dan kami ikuti ajakannya dan bukan manusia biasa seperti engkau hanya dpt diikuti orang-orang rendah kedudukan sosialnya seperti para buruh petani orang-orang yang tidak berpenghasilan yang bagi kami mereka seperti sampah masyarakat.Pengikut-pengikutmu itu adalah orang-orang yang tidak mempunyai daya fikiran dan ketajaman otak, mereka mengikutimu secara buta tuli tanpa memikirkan dan menimbangkan masak-masak benar atau tidaknya dakwah dan ajakanmu itu. Cuba agama yang engkau bawa dan ajaran -ajaran yang engkau sadurkan kepada kami itu betul-betul benar, nescaya kamilah dulu mengikutimu dan bukannya orang-orang yang mengemis pengikut-pengikutmu itu. kami sebagai pemuka-pemuka masyarakat yang pandai berfikir, memiliki kecerdasan otak dan pandangan yang luas dan yang dipandang masyarakat sebagai pemimpin-pemimpinnya, tidaklah mudak kami menerima ajakanmu dan dakwahmu.Engkau tidak mempunyai kelebihan di atas kami tentang soaL-soal kemasyarakatan dan pergaulan hidup.kami jauh lebih pandai dan lebih mengetahui drpmu tentang hal itu semua.nya.Anggapan kami terhadapmu, tidak lain dan tidak bukan, bahawa engkau adalh pendusta belaka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuh berkata, menjawab ejekan dan olok-olokan kaumnya:"Adakah engkau mengira bahwa aku dpt memaksa kamu mengikuti ajaranku atau mengira bahwa aku mempunyai kekuasaan untuk menjadikan kamu orang-orang yang beriman jika kamu tetap menolak ajakan ku dan tetap membuta-tuli terhadap bukti-bukti kebenaran dakwahku dan tetap mempertahakan pendirianmu yang tersesat yang diilhamkan oleh kesombongan dan kecongkakan karena kedudukan dan harta-benda yang kamu miliki.Aku hanya seorang manusia yang mendpt amanat dan diberi tugas oleh Allah untuk menyampaikan risalah-Nya kepada kamu. Jika kamu tetap berkeras kepala dan tidak mahu kembali ke jalan yang benar dan menerima agama Allah yang diutuskan-Nya kepada ku maka terserahlah kepada Allah untuk menentukan hukuman-Nya dan gajaran-Nya keatas diri kamu. Aku hanya pesuruh dan rasul-Nya yang diperintahkan untuk menyampaikan amanat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Dialah yang berkuasa memberi hidayah kepadamu dan mengampuni dosamu atau menurunkan azab dan seksaan-Nya di atas kamu sekalian jika Ia kehendaki.Dialah pula yang berkuasa menurunkan seksa danazab-nya di dunia atau menangguhkannya sampai hari kemudian. Dialah Tuhan pencipta alam semesta ini, Maha Kuasa ,Maha Mengetahui, maha pengasih dan Maha Penyayang.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Nuh mengemukakan syarat dengan berkata:"Wahai Nuh! Jika engkau menghendaki kami mengikutimu dan memberi sokongan dan semangat kepada kamu dan kepada agama yang engkau bawa, maka jauhkanlah para pengikutmu yang terdiri dari orang-orang petani, buruh dan hamaba-hamba sahaya itu. Usirlah mereka dari pengaulanmu karena kami tidak dpt bergaul dengan mereka duduk berdampingan dengan mereka mengikut cara hidup mereka dan bergabung dengan mereka dalam suatu agama dan kepercayaan. Dan bagaimana kami dpt menerima satu agama yang menyamaratakan para bangsawan dengan orang awam, penguasa dan pembesar dengan buruh-buruhnya dan orang kaya yang berkedudukan dengan orang yang miskin dan papa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh menolak pensyaratan kaumnya dan berkata:"Risalah dan agama yang aku bawa adalah untuk semua orang tiada pengecualian, yang pandai mahupun yang bodoh, yang kaya mahupun miskin, majikan ataupun buruh ,diantara peguasa dan rakyat biasa semuanya mempunyai kedudukan dan tempat yang sama trehadap agama dan hukum Allah. Andai kata aku memenuhi pensyaratan kamu dan meluluskan keinginanmu menyingkirkan para pengikutku yang setia itu, maka siapakah yang dpt ku harapkan akan meneruskan dakwahku kepada orang ramai dan bagaimana aku sampai hati menjauhkan drpku orang-orang yang telah beriman dan menerima dakwahku dengan penuh keyakinan dan keikhlasan di kala kamu menolaknya serta mengingkarinya, orang-orang yang telah membantuku dalam tugasku di kala kamu menghalangi usahaku dan merintangi dakwahku. Dan bagaimanakah aku dpt mempertanggungjawabkan tindakan pengusiranku kepada mereka terhadap Allah bila mereka mengadu bahawa aku telah membalas kesetiaan dan ketaatan mereka dengan sebaliknya semata-mata untuk memenuhi permintaanmu dan tunduk kepada pensyaratanmu yang tidak wajar dan tidak dpt diterima oleh akal dan fikiran yang sihat. Sesungguhnay kamu adalah orang-orang yang bodoh dan tidak berfikiran sihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, karena merasa tidak berdaya lagi mengingkari kebenaran kata-kata Nabi Nuh dan merasa kehabisan alasan dan hujjah untuk melanjutkan dialog dengan beliau, maka berkatalah mereka:&lt;br /&gt;"Wahai Nabi Nuh! Kita telah banyak bermujadalah dan berdebat dan cukup berdialog serta mendengar dakwahmu yang sudah menjemukan itu. Kami tetap tidak akan mengikutimu dan tidak akan sesekali melepaskan kepercayaan dan adat-istiadat kami sehingga tidak ada gunanya lagi engkau mengulang-ulangi dakwah dan ajakanmu dan bertegang lidah dengan kami. datangkanlah apa yang engkau benar-benar orang yang menepati janji dan kata-katanya. Kami ingin melihat kebenaran kata-katamu dan ancamanmu dalam kenyataan. Karena kami masih tetap belum mempercayaimu dan tetap meragukan dakwahmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh Berputus Asa Dari Kaumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh berada di tengah-tengah kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun berdakwah menyampaikan risalah Tuhan, mengajak mereka meninmggalkan penyembahan berhala dan kembali menyembah dan beribadah kepada Allah Yang maha Kuasa memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat dan gelap ke jalan yang benar dan terang, mengajar mereka hukum-hukum syariat dan agama yang diwahyukan oleh Allah kepadanya, mangangkat darjat manusia yang tertindas dan lemah ke tingak yang sesuai dengan fitrah dan qudratnya dan berusaha menghilangkan sifat-sifat sombong dan bongkak yang melekat pd para pembesar kaumnya dan medidik agar mereka berkasih sayang, tolong-menolong diantara sesama manusia. Akan tetapi dalam waktu yang cukup lama itu, Nabi Nuh tidak berhasil menyedarkan an menarik kaumnya untuk mengikuti dan menerima dakwahnya beriman, bertauhid dan beribadat kepada Allah kecuali sekelompok kecil kaumnya yang tidak mencapai seramai seratus orang, walaupun ia telah melakukan tugasnya dengan segala daya-usahanya dan sekuat tenaganya dengan penuh kesabaran dan kesulitan menghadapi penghinaan, ejekan dan cercaan makian kaumnya, karena ia mengharapkan akan dtg masanya di mana kaumnya akan sedar diri dan dtg mengakui kebenarannya dan kebenaran dakwahnya. Harapan Nabi Nuh akan kesedaran kaumnya ternyata makin hari makin berkurangan dan bahawa sinar iman dan takwa tidak akan menebus ke dalam hati mereka yang telah tertutup rapat oleh ajaran dan bisikan Iblis. Hal mana Nabi Nuh berupa berfirman Allah yang bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya tidak akan seorang drp kaumnya mengikutimu dan beriman kecuali mereka yang telah mengikutimu dan beriman lebih dahulu, maka jgnlah engkau bersedih hati karena apa yang mereka perbuatkan."&lt;br /&gt;Dengan penegasan firman Allah itu, lenyaplah sisa harapan Nabi Nuh dari kaumnya dan habislah kesabarannya. Ia memohon kepada Allah agar menurunkan Azab-Nya di atas kaumnya yang berkepala batu seraya berseru:"Ya Allah! Jgnlah Engkau biarkan seorang pun drp orang-orang kafir itu hidup dan tinggal di atas bumi ini. Mareka akan berusaha menyesatkan hamba-hamba-Mu, jika Engkau biarkan mereka tinggal dan mereka tidak akan melahirkan dan menurunkan selain anak-anak yang berbuat maksiat dan anak-anak yang kafir spt.mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh Allah dan permohonannya diluluskan dan tidak perlu lagi menghiraukan dan mempersoalkan kaumnya, karena mereka itu akan menerima hukuman Allah dengan mati tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh Membuat Kapal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima perintah Allah untuk membuat sebuah kapal, segeralah Nabi Nuh mengumpulkan para pengikutnya dan mulai mereka mengumpulkan bhn yang diperlukan untuk maksud tersebut, kemudian dengan mengambil tempat di luar dan agak jauh dari kota dan keramaiannya mereka dengan rajin dan tekun bekerja siang dan malam menyelesaikan pembinaan kapal yang diperintahkan itu.&lt;br /&gt;Walaupun Nabi Nuh telah menjauhi kota dan masyarakatnya, agar dpt bekerja dengan tenang tanpa gangguan bagi menyelesaikan pembinaan kapalnya namun ia tidak luput dari ejekan dan cemuhan kaumnya yang kebetulan atau sengaja melalui tempat kerja membina kapal itu. Mereka mengejek dan mengolok-olk dengan mengatakan:"Wahai Nuh! Sejak bila engkau telah menjadi tukang kayu dan pembuat kapal?Bukankah engkau seorang nabi dan rasul menurut pengakuanmu, kenapa sekarang menjadi seorang tukang kayu dan pembuat kapal.Dan kapal yang engkau buat itu di tempat yang jauh dari air ini adalah maksudmu untuk ditarik oleh kerbau ataukah mengharapkan angin yang ankan menarik kapalmu ke laut?"Dan lain-lain kata ejekan yang diterima oleh Nabi Nuh dengan sikap dingin dan tersenyum seraya menjawab:"Baiklah tunggu saja saatnya nanti, jika kamu sekrg mengejek dan mengolok-olok kami maka akan tibalah masanya kelak bg kami untuk mengejek kamu dan akan kamu ketahui kelak untuk apa kapal yang kami siapkan ini.Tunggulah saatnya azab dan hukuman Allah menimpa atas diri kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai pekerjaan pembuatan kapal yang merupakan alat pengangkutan laut pertama di dunia, Nabi Nuh menerima wahyu dari Allah:"Siap-siaplah engkau dengan kapalmu, bila tiba perintah-Ku dan terlihat tanda-tanda drp-Ku maka segeralah angkut bersamamu di dalam kapalmu dan kerabatmu dan bawalah dua pasang dari setiap jenis makhluk yang ada di atas bumi dan belayarlah dengan izin-Ku."&lt;br /&gt;Kemudian tercurahlah dari langit dan memancur dari bumi air yang deras dan dahsyat yang dalam sekelip mata telah menjadi banjir besar melanda seluruh kota dan desa menggenangi daratan yang rendah mahupun yang tinggi sampai mencapai puncak bukit-bukit sehingga tiada tempat berlindung dari air bah yang dahsyat itu kecuali kapal Nabi Nuh yang telah terisi penuh dengan para orang mukmin dan pasangan makhluk yang diselamatkan oleh Nabi Nuh atas perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan iringan"Bismillah majraha wa mursaha"belayarlah kapal Nabi Nuh dengan lajunya menyusuri lautan air, menentang angin yang kadang kala lemah lembut dan kadang kala ganas dan ribut. Di kanan kiri kapal terlihatlah orang-orang kafir bergelut melawan gelombang air yang menggunung berusaha menyelamat diri dari cengkaman maut yang sudah sedia menerkam mereka di dalam lipatan gelombang-gelombang itu.&lt;br /&gt;Tatkala Nabi Nuh berada di atas geladak kapal memperhatikan cuaca dan melihat-lihat orang-orang kafir dari kaumnya sedang bergelimpangan di atas permukaan air, tiba-tiba terlihatlah olehnya tubuh putera sulungnya yang bernama "Kan'aan" timbul tenggelam dipermainkan oleh gelombang yang tidak menaruh belas kasihan kepada orang-orang yang sedang menerima hukuman Allah itu. Pada saat itu, tanpa disadari, timbullah rasa cinta dan kasih sayang seorang ayah terhadap putera kandungnya yang berada dalam keadaan cemas menghadapi maut ditelan gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh secara spontan, terdorong oleh suara hati kecilnya berteriak dengan sekuat suaranya memanggil puteranya:Wahai anakku! Datanglah kemari dan gabungkan dirimu bersama keluargamu. Bertaubatlah engkau dan berimanlah kepada Allah agar engkau selamat dan terhindar dari bahaya maut yang engkau menjalani hukuman Allah." Kan'aan, putera Nabi Nuh, yang tersesat dan telah terkena racun rayuan syaitan dan hasutan kaumnya yang sombong dan keras kepala itu menolak dengan keras ajakan dan panggilan ayahnya yang menyayanginya dengan kata-kata yang menentang:"Biarkanlah aku dan pergilah, jauhilah aku, aku tidak sudi berlindung di atas geladak kapalmu aku akan dapat menyelamatkan diriku sendiri dengan berlindung di atas bukit yang tidak akan dijangkau oleh air bah ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuh menjawab:"Percayalah bahawa tempat satu-satunya yang dapat menyelamatkan engkau ialah bergabung dengan kami di atas kapal ini. Masa tidak akan ada yang dapat melepaskan diri dari hukuman Allah yang telah ditimpakan ini kecuali orang-orang yang memperolehi rahmat dan keampunan-Nya."&lt;br /&gt;Setelah Nabi Nuh mengucapkan kata-katanya tenggelamlah Kan'aan disambar gelombang yang ganas dan lenyaplah ia dari pandangan mata ayahnya, tergelincirlah ke bawah lautan air mengikut kawan-kawannya dan pembesar-pembesar kaumnya yang durhaka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh bersedih hati dan berdukacita atas kematian puteranya dalam keadaan kafir tidak beriman dan belum mengenal Allah. Beliau berkeluh-kesah dan berseru kepada Allah:"Ya Tuhanku, sesungguhnya puteraku itu adalah darah dagingku dan adalah bahagian dari keluargaku dan sesungguhnya janji-Mu adalha janji benar dan Engkaulah Maha Hakim yang Maha Berkuasa."Kepadanya Allah berfirman:"Wahai Nuh! Sesungguhnya dia puteramu itu tidaklah termasuk keluargamu, karena ia telah menyimpang dari ajaranmu, melanggar perintahmu menolak dakwahmu dan mengikuti jejak orang-orang yang kafir drp kaummu.Coretlah namanya dari daftar keluargamu.Hanya mereka yang telah menerima dakwahmu mengikuti jalanmu dan beriman kepada-Ku dpt engkau masukkan dan golongkan ke dalam barisan keluargamu yang telah Aku janjikan perlindungannya danterjamin keselamatan jiwanya.Adapun orang-orang yang mengingkari risalah mu, mendustakan dakwahmu dan telah mengikuti hawa nafsunya dan tuntutan Iblis, pastilah mereka akan binasa menjalani hukuman yang telah Aku tentukan walau mereka berada dipuncak gunung. Maka janganlah engkau sesekali menanyakan tentang sesuatu yang engkau belum ketahui. Aku ingatkan janganlah engkau sampai tergolong ke dalam golongan orang-orang yang bodoh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh sedar segera setelah menerima teguran dari Allah bahwa cinta kasih sayangnya kepada anaknya telah menjadikan ia lupa akan janji dan ancaman Allah terhadap orang-orang kafir termasuk puteranya sendiri. Ia sedar bahawa ia tersesat pd saat ia memanggil puteranya untuk menyelamatkannya dari bencana banjir yang didorong oleh perasaan naluri darah yang menghubungkannya dengan puteranya padahal sepatutnya cinta dan taat kepada Allah harus mendahului cinta kepada keluarga dan harta-benda. Ia sangat sesalkan kelalaian dan kealpaannya itu dan menghadap kepada Allah memohon ampun dan maghfirahnya dengan berseru:"Ya Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari godaan syaitan yang terlaknat, ampunilah kelalaian dan kealpaanku sehingga aku menanyakan sesuatu yang aku tidak mengetahuinya. Ya Tuhanku bila Engkau tidak memberi ampun dan maghfirah serta menurunkan rahmat bagiku, nescaya aku menjadi orang yang rugi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah air bah itu mencapai puncak keganasannya dan habis binasalah kaum Nuh yang kafir dan zalim sesuai dengan kehendak dan hukum Allah, surutlah lautan air diserap bumi kemudian bertambatlah kapal Nuh di atas bukit " Judie " dengan iringan perintah Allah kepada Nabi Nuh:"Turunlah wahai Nuh ke darat engkau dan para mukmin yang menyertaimu dengan selamat dilimpahi barakah dan inayah dari sisi-Ku bagimu dan bagi umat yang menyertaimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Nabi Nuh Dalam Al-Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran menceritakan kisah Nabi Nuh dalam 43 ayat dari 28 surah di antaranya surah Nuh dari ayat 1 sehinga 28, juga dalam surah "Hud" ayat 27 sehingga 48 yang mengisahkan dialog Nabi Nuh dengan kaumnya dan perintah pembuatan kapal serta keadaan banjir yang menimpa di atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran Dari Kisah Nabi Nuh A.S.&lt;br /&gt;Bahwasanya hubungan antara manusia yang terjalin karena ikatan persamaan kepercayaan atau penamaan aqidah dan pendirian adalah lebih erat dan lebih berkesan drp hubungan yang terjalin karena ikatan darah atau kelahiran. Kan'aan yang walaupun ia adalah anak kandung Nabi Nuh, oleh Allah s.w.t. dikeluarkan dari bilangan keluarga ayahnya karena ia menganut kepercayaan dan agama berlainan dengan apa yang dianut dan didakwahkan oleh ayahnya sendiri, bahkan ia berada di pihak yang memusuhi dan menentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam pengertian inilah dapat difahami firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud:"Sesungguhnya para mukmin itu adalah bersaudara." Demikian pula hadis Rasulullah s.a.w.yang bermaksud:"Tidaklah sempurna iman seseorang kecuali jika ia menyintai saudaranya yang beriman sebagaimana ia menyintai dirinya sendiri."Juga peribahasa yang berbunyi:"Adakalanya engkau memperolehi seorang saudara yang tidak dilahirkan oleh ibumu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari  : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.ukhies.com/kisah-nabi-allah/nabi-nuh-as.html?start=1"&gt;ukhies.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-8559533815242325048?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/8559533815242325048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-nuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/8559533815242325048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/8559533815242325048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-nuh.html' title='Nabi Nuh'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-1808100128754183255</id><published>2009-02-07T11:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T11:38:24.892-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Iddris</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak banyak keterangan yang didapat tentang kisah Nabi Idris di dalam Al-Quran maupun dalam kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab sejarah nabi-nabi. Di dalam Al-Quran hanya terdapat dua ayat tentang Nabi Idris yaitu dalam surah Maryam ayat 56 dan 57:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan ceritakanlah ( hai Muhammad kepada mereka , kisah ) Idris yang terdapat di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. 57 - Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." { Maryam : 56 - 57 }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam putera dari Yarid bin Mihla'iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam A.S. dan adalah keturunan pertama yang dikurniai kenabian menjadi Nabi setelah Adam dan Syith.&lt;br /&gt;Nabi Idris menurut sementara riwayat bermukim di Mesir di mana ia berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah Allah serta membeeri beberapa pendoman hidup bagi pengikut-pengikutnya agar menyelamat diri darii seksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Ia hidup sampai usia 82 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya ialah :&lt;br /&gt;1 . Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.&lt;br /&gt;2 . Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.&lt;br /&gt;3 . Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.&lt;br /&gt;4 . Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.&lt;br /&gt;5 . Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.&lt;br /&gt;6 . Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya, karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.&lt;br /&gt;7 . Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.&lt;br /&gt;8 . Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan dengan firman Allah bahawa Nabi Idris diangkat kemartabat tinggi Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahawa Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dibawa oleh seorang Malaikat Wallahu a'alam bissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://heny-yuniasari.blogspot.com/2008/05/nabi-iddris-as.html"&gt;heny-yuniasari.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-1808100128754183255?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/1808100128754183255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-iddris.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/1808100128754183255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/1808100128754183255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-iddris.html' title='Nabi Iddris'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-5648985583219945568</id><published>2009-02-07T11:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T11:28:53.007-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Nabi Adam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fnu"&gt;Perintah Allah kepada malaikat dan iblis untuk sujud kepada Adam merupakan awal permusuhan iblis kepada manusia. Ia menolak perintah itu sehingga dihukum Allah. Namun iblis berjanji akan menyesatkan Adam dan keturunannya. Salah satu bentuk tipu dayanya adalah berhasil menggoda Adam untuk melanggar larangan Allah sehingga Adam dikeluarkan dari surga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; ingin menampakkan penghormatan malaikat kepada kepada Nabi Adam secara lahir dan batin. Untuk itu, Allahmj &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; perintahkan para malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam &lt;i&gt;alaihisholatu was sallam:&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt;“Sujudlah kepada Adam!”&lt;/i&gt; (QS. Al Baqarah: 34)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Hal ini merupakan penghormatan dan penghargaan kepada Nabi Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt; dan dalam rangka ibadah, cinta dan taat kepada Allah &lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;, serta tuduk kepada perintah-Nya. Segeralah para malaikat itu bersujud. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt;Namun iblis yang berada di tengah-tengah mereka yang tentunya ikut serta mendapatkan perintah itu -iblis itu sendiri bukan dari golongan malaikat melainkan dari golongan jin yang diciptakan dari api-, justru menyimpan kekafiran kepada Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; dan kedengkian kepada Nabi Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt;. Kufur dan rasa dengki itu membuat iblis enggan sujud kepada Nabi Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt;. Tak cuma menunjukkan kesombongan, iblis bahkan menyangkal perintah Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; dan mencela kebijaksanaan-Nya. Katanya: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt;“Saya lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan dia dari tanah.”&lt;/i&gt; (QS. Al A’raf: 12) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Maka Allah katakan: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt;“Wahai iblis, apa yang menghalangimu untuk sujud kepada apa yang telah Kuciptakan dengan dua tangan-Ku? Apakah engkau sombong ataukah engkau (merasa) termasuk orang-orang yang lebih tinggi?”&lt;/i&gt; (QS. Shad:75) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Kekufuran, kesombongan, dan pembangkangan ini merupakan sebab terusirnya dan terlaknatinya Iblis. Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; katakan kepadanya: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt;“Turunlah kamu dari surga karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.”&lt;/i&gt; (QS. Al A’raf: 13) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Iblis enggan tunduk dan bertobat kepada Tuhannya, bahkan menentang, meremehkan, dan bertekad bulat untuk memusuhi Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt; beserta anak cucunya. Ia pun menyiapkan dirinya saat mengetahui bahwa dirinya telah ditetapkan menjadi makhluk yang sengsara selama-lamanya. Ia, dengan ucapan dan perbuatan bersama bala tentaranya, berikrar untuk mengajak anak cucu Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt; agar menjadi golongan yang telah diputuskan untuk tinggal di rumah kehancuran (neraka). Iblis nyatakan hal itu dengan mengatakan kepada Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala:&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt; “Wahai Rabbku, berilah aku waktu sampai hari kebangkitan.”&lt;/i&gt; (QS. Shad: 79) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Iblis benar-benar meluangkan waktu untuk menebar permusuhan di kalangan Adam &lt;i&gt;alaihisholatu was sallam&lt;/i&gt; dan anak cucunya. Maka tatkala hikmah Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; menuntut agar manusia mempunyai tabiat dan akhlak yang berbeda-beda, maka Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; juga menentukan sesuatu yang menyebabkannya. Yaitu berupa cobaan dan ujian, dan yang terbesarnya adalah diberinya iblis kesempatan untuk mengajak anak Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt; kepada semua jenis kejahatan. Maka Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; pun menjawab: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt;“Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai pada hari yang telah di tentukan waktunya.”&lt;/i&gt; (QS. Shad: 80-81) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Iblis menyambut jawaban itu dengan menegaskan permusuhan kepada Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt; beserta anak cucunya dan menegaskan maksiatnya kepada Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt;, katanya: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt; “Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan (menghalangi-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”&lt;/i&gt; (QS. Al A’raf:16-17)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Iblis mengucapkan itu berdasarkan sangkaannya, karena ia tahu benar tabiat anak Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam. “Dan iblis telah membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya kecuali sebagian orang-orang yang beriman.” &lt;/i&gt; (QS. Saba’: 20) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Allah berikan iblis kesempatan untuk melakukan perkara yang telah menjadi niatannya pada Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt; dan anak cucunya. Allah katakan: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt;“Pergilah, siapa yang mengikutimu dari mereka, maka jahannamlah balasan kalian semua sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak.”&lt;/i&gt; (QS. Al Isra: 63-64) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Yakni jika kamu mampu, jadikanlah mereka orang-orang yang menyeleweng dalam mendidik anak-anak mereka dengan didikan yang rusak dan dalam membelanjakan harta mereka kepada hal-hal yang mudharat, juga dalam mencari harta dari yang tidak baik. Begitu pula ikut sertalah dengan mereka jika mereka makan, minum, dan berjima’, yakni ketika mereka tidak menyebut nama Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt;. Juga perintahkanlah mereka untuk tidak beriman dengan hari kebangkitan dan pembalasan dan agar mereka tidak melakukan kebajikan. Takut-takuti mereka dengan pembantu-pembantumu, berikan kekhawatiran pada mereka ketika berinfak yang baik dengan kefakiran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt;Kesempatan yang Allah berikan ini sesungguhnya demi sebuah hikmah dan rahasia yang besar. Sungguh engkau wahai musuh yang nyata tidak akan menyisakan sedikitpun dari kemampuanmu dalam menyesatkan mereka. Manusia yang jahat akan nampak kejahatan dan kejelekannya, dan Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; tidak akan mempedulikannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Adapun keturunan Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt; yang terpilih, baik dari kalangan para nabi dan pengikutnya, baik orang-orang yang sangat jujur dalam beriman, dan para wali-Nya, maka Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; tidak akan menguasakan musuh ini (iblis) atas mereka. Bahkan Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; menjadikan di sekitar mereka pagar pelindung yang begitu kuat, sebagai perlindungan  dari Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; membekalinya dengan senjata yang tidak mungkin musuh bisa menandinginya, yaitu kesempurnaan iman dan tawakal mereka kepada Rabb-nya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt;“Sungguh mereka tidak memiliki kekuatan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Rabb mereka.”&lt;/i&gt; (QS. An Nahl: 99).  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Juga Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; bantu mereka dalam menghadapi musuh yang nyata itu di antaranya dengan menurunkan kitab-kitab yang mencakup ilmu yang bermanfaat, nasehat yang mengena yang memberi semangat untuk melakukan kebajikan dan memperingatkan dari kejelekan. Selain itu, Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; juga mengutus para Rasul yang membawa kabar gembira kepada mereka yang beriman kepada Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; dan mentaati-Nya dengan pahala.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Juga memperingatkan orang-orang kafir, yang mendustakan dan berpaling dari Allah, dengan berbagai macam hukuman. Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; juga menjamin orang yang mengikuti petunjuk yang terkandung di dalam kitab-Nya yang dibawa oleh rasul-Nya tidak sesat semasa di dunia dan tidak sengsara kelak di akhirat, tidak takut, serta tidak tertimpa perasaan sedih. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Demikian juga Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; bimbing mereka melalui kitab dan para rasul-Nya kepada hal-hal yang bisa melindungi mereka dari musuh yang nyata ini. Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; pun menerangkan kepada hamba-Nya, misi yang dibawa setan dan strateginya dalam menjaring manusia ke dalam perangkapnya. Juga Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; bimbing mereka kepada jalan yang menyelamatkan mereka dari kejahatan setan dan fitnahnya, dan membantu dengan bantuan yang di luar kemampuan mereka. Karena, ketika mereka mengeluarkan segala daya upaya dan minta bantuan kepada Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt;, akan mudah bagi mereka jalan mana saja yang dituju. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Setelah itu Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; sempurnakan nikmat kepada Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt; dengan menciptakan istrinya Hawa dari dirinya dan jenisnya. Ini dimaksudkan agar tercapai ketenangan dan tujuan-tujuan lain seperti pernikahan, kebersamaan, dan adanya anak keturunan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; juga memperingatkan Adam dan istrinya, untuk berhati-hati dari setan karena sesungguhnya setan adalah musuh bagi mereka berdua. Jangan sampai iblis mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt;. Ketika itu, Allah mempersilahkan mereka makan buah-buahan apa saja yang ada di dalam surga dan menikmati segala kenikmatan yang ada padanya, kecuali pohon tertentu. Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; katakan kepada mereka berdua: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt; “Dan jangan kalian dekati pohon ini sehingga kalian menjadi orang-orang yang dzalim&lt;/i&gt;.” (QS. Al A’raf: 19) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt;“Sungguh kamu tidak akan lapar padanya dan tidak telanjang dan sungguh engkau tidak akan dahaga padanya, dan tidak tertimpa panas matahari.”&lt;/i&gt;  (QS. Thaha: 119)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Maka keduanya tinggal di surga selama dikehendaki Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; dengan segala kenikmatannya. Akan tetapi musuh mereka berdua terus mengintai dan mencari kesempatan. Maka ketika setan melihat senangnya Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt; di dalamnya dan keinginannya yang besar untuk tetap tinggal di dalamnya, setan datang dengan cara yang lembut seolah seorang yang jujur sedang menasehati, ia katakan: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt;‘Wahai adam apakah engkau mau kutunjukkan sebuah pohon yang jika kamu memakannya kamu akan kekal di surga ini dan akan langgeng kerajaan ini serta tidak akan rusak’. Terus menerus ia rayu Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt;. Ia janjikan, ia bisikkan, ia berikan harapan dan seolah terus memberi nasehat padahal itu adalah penipuan yang besar. Hingga setan pun berhasil menipu mereka berdua dan akhirnya keduanya makan dari pohon terlarang itu. Maka ketika makan, terlepaslah pakaian mereka berdua sehingga terlihat auratnya, akhirnya keduanya cepat-cepat mengambil daun-daun surga untuk menutupi badan mereka yang telanjang sebagai pengganti pakaian mereka. Seketika itu pula nampak hukuman Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; atas maksiat yang mereka lakukan, lalu Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; menyeru mereka berdua: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt;“Tidakkah Aku telah melarang kalian berdua makan dari pohon ini dan Aku katakan kepada kalian berdua sungguh setan adalah musuh yang nyata buat kalian berdua.”&lt;/i&gt; (QS. Al A’raf: 22).  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Kemudian Allah tumbuhkkan pada hati mereka taubat yang sungguh-sungguh.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;i&gt; “Adam memperoleh beberapa kalimat dari Robbnya.”&lt;/i&gt; (QS. Al Baqarah: 22). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Maka keduanya berkata: &lt;i&gt;“Wahai Rabb kami, sungguh kami telah berbuat dzalim pada diri kami, jikalau Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami, benar-benar kami akan menjadi orang-orang yang merugi.”&lt;/i&gt; (QS. Al A’raf: 23). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Maka Allah terima taubat mereka dan Allah hapus dosa yang telah menodai mereka. Akan tetapi keluar dari surga jika mereka memakan dari pohon itu, sudah menjadi keputusan yang pasti sehingga keluarlah mereka ke bumi yang kebaikannya dicampuri dengan keburukannya, kesenangan dicampuri dengan kesusahannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Allah kabarkan kepada keduanya bahwa Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; pasti akan memberikan cobaan pada keduanya dan anak cucunya, serta orang-orang yang beriman. Yang beramal shalih akan mendapatkan balasan yang baik, sebaliknya yang mendustakan lagi berpaling, akibatnya adalah kesengsaraan yang abadi dan adzab yang kekal. Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; ingatkan anak cucu Adam akan hal itu, kata-Nya: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt;  &lt;i&gt;“Wahai anak Adam jangan sekali-kali kalian dapat ditipu oleh setan seperti telah mengeluarkan ayah ibu kalian dari surga, ia tanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat. Sesungguhnya ia dan pengikutnya melihat kamu dari seuatu tempat yang kamu tidak dapat melihat mereka.”&lt;/i&gt; (QS. Al A’raf: 27) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; kemudian mengganti pakaian yang ditanggalkan oleh setan dari Adam dan Hawa dengan pakaian yang menutupi aurat mereka dan menghiasi mereka secara lahir. Juga dengan pakaiaan yang lebih baik dari itu yaitu pakaian ketakwaan, yakni pakaian hati dan rohani dengan iman, keikhlasan, taubat dan hiasan dengan segala akhlak yang indah serta menanggalkan segala akhlak yang hina. Lalu Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; tebarkan dari Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt; dan istrinya anak turun yang banyak laki-laki maupun perempuan di muka bumi. Allah ganti mereka generasi demi generasi untuk dilihat oleh-Nya apa yang mereka lakukan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Faedah yang dipetik: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; jadikan kisah itu sebagai ibrah untuk kita yaitu bahwa sesungguhnya sombong, dengki, dan ambisi merupakan akhlak yang berbahaya buat seorang hamba. Kesombongan dan kedengkian iblis membawanya kepada apa yang kita lihat, demikian juga keinginan kuat Adam &lt;i&gt;alaihishalatu was sallam&lt;/i&gt; dan istrinya mengantarkan mereka memakan buah pohon itu. Kalaulah rahmat Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; tidak segera menyelamatkan, sungguh perbuatan mereka itu akan menyampaikan kepada kebinasaan. Akan tetapi rahmat-Nya segera menyempurnakan yang kurang, memperbaiki yang rusak, menyelamatkan yang binasa dan mengangkat yang telah jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari : &lt;a href="http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;amp;id_online=31"&gt;Asysyariah.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-5648985583219945568?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/5648985583219945568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-adam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/5648985583219945568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/5648985583219945568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nabi-adam.html' title='Nabi Adam'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-5377712125718979056</id><published>2009-02-07T11:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T11:15:10.766-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Nabi dan Rasul'/><title type='text'>Silsilah nabi &amp; Rasul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SY3dHIU8jGI/AAAAAAAAADk/Rp8eSSvCz1s/s1600-h/silsilah2.jpg.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SY3dHIU8jGI/AAAAAAAAADk/Rp8eSSvCz1s/s400/silsilah2.jpg.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300135451049102434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari :&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://hasanalsaggaf.wordpress.com/2008/06/12/silsilah-para-nabi-dan-rasul/"&gt; hassanalsaggaf.wordpress&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-5377712125718979056?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/5377712125718979056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/silsilah-nabi-rasul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/5377712125718979056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/5377712125718979056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/silsilah-nabi-rasul.html' title='Silsilah nabi &amp; Rasul'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SY3dHIU8jGI/AAAAAAAAADk/Rp8eSSvCz1s/s72-c/silsilah2.jpg.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-2139455186514486743</id><published>2009-02-07T11:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T11:01:56.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rukun Iman'/><title type='text'>Qadar Baik &amp; Qadar Buruk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kita juga mengimani qadar (takdir), yang baik maupun yang buruk; yaitu ketetapan yang telah ditetapkan Allah untuk seluruh makhluknya sesuai dengan ilmu-Nya dan menurut hikmah kebijaksanaan-Nya. Iman kepada Qadar ada empat tingkatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- ‘Ilmu&lt;br /&gt;ialah mengimani bahwa Allah Ta’ala Maha Tahu atas segala sesuatu, mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi, dengan ilmu-Nya yang azali dan abadi. Allah sama sekali tidak menjadi tahu setelah sebelumnya tidak tahu dan sama sekali tidak lupa dengan apa yang diketahui-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kitabah&lt;br /&gt;ialah mengimani bahwa Allah Ta’ala talah mencatat I Lauh Mahfudz apa yang terjadi sampai hari kiamat. Firman-Nya,&lt;br /&gt;Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya itu semua tertulis dalam sebuah kitab. Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah. (Al-Hajj:70).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Masyi’ah&lt;br /&gt;ialah mengimani bahwa Allah Ta’ala telah menghendaki segala apa yang ada di langit dan segala yang ada di bumi, tiada suatupun yang terjadi tanpa dengan kehendak-Nya. Apa yang dikehendaki Allah itulah yang terjadi dan apa yang tidak dikehendaki Allah maka tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Khalaqa&lt;br /&gt;ialah mengimani bahwa Allah Ta’ala adalah pencipta segala sesuatu,&lt;br /&gt;Allah menciptakan segala sesuatu dan memelihara segala sesuatu. Hanya kepunyaan-Nya lah kunci-kunci langit dan bumi (Az-Zumar:62-63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keempat tingkatan ini meliputi apa yang terjadi dari Allah sendiri dan apa yang terjadi dari makhluk. Maka segala apa yang dilakukan makhluk berupa ucapan, perbuatan atau tindakan meninggalkan, adalah diketahui, dicatat dan dikehendaki serta diciptakan oleh Allah.&lt;br /&gt;(Yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki kecuali apabila di kehendaki Allah, Rab semesta alam. (At-Takwir: 28-29).&lt;br /&gt;kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.(Al-Baqarah:253).&lt;br /&gt;Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat. (Ash-Shaffat:96).&lt;br /&gt;Akan tetapi dengan demikian kita pun mengimani bahwa Allah Ta’ala memberikan kepada makhluk kehendak dan kemampuan di dalam perbuatannya. Adapun dalilnya bahwa perbuatan makhluk dilakukan berdasarkan kehendak dan kemampuannya sendiri ialah&lt;br /&gt;-firman Allah,&lt;br /&gt;maka datangilah tempat-tempat bercocok tanammu itu sebagaimana kamu kehendaki (al-Baqarah 223).&lt;br /&gt;Seandainya mereka menghendaki keberangkatan tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu.. (At-Taubah:46).&lt;br /&gt;Allah telah menetapkan bahwa apa yang telah di perbuat manusia, seperti mendatangi tempat bercocok tanam dan menyiapkan persiapan, adalah dengan kehendak dan keinginannya.&lt;br /&gt;- adanya pengarah perintah dan larangan kepda manusia. Seandainya dia tidak diberi kehendak dan kemampuan, tentu pengarahan hal tersebut kepadanya adalah suatu pembebanan di luar kesanggupannya. Dan ini tidak sesuai dengan hikmah kebijaksanaan serta rahat Allah dan tidak seuai dengan kebenatan berita-Nya tersebut dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Al-Baqarah: 286)&lt;br /&gt;- Adanya pujian kepada orang yang berbuat baik dan celaan kepada orang yang berbuat jahat. Sekiranya perbuatan itu terjadi tidak dengan kemauan dan kehendak makhluk, niscaya pujian kepada orang orang yang berbuat baik adalah tindakan yang sia-sia dan penghukuman kepada orang yang berbuat jahat adalah tindakan yang zhalim. Padahal Allah Ta’ala tiadalah berbuat sesuatu yang sia-sia dan dhzlim.&lt;br /&gt;- bahwa Allah telah mengutus para Rasul untuk supaya tidak ada alasan bgi manuasia untuk membantah Allah. Firman-Nya:&lt;br /&gt;(kami telah mengutus mereka) sebagai rasul-rasul pembwa berita gembira dan pemberi peringatan, agar supay tidak ada alasan bagi manusia membntah Allah sesudah (diutusnya) rasul-rasul itu. (surah An-Nisa:165).&lt;br /&gt;Andaikata perbuatan yang dilakukan menusia terjadi tidak dengan kehendak dan kemauannya, maka tidak akan ditolak alasan mereka meski telah diutus para Rasul.&lt;br /&gt;- Setiap pelaku menyadari bahwa dia mengerjakan sesuatua atau tidak mengerjakannya, tanpa ada perasaan bahwa dia dipaksa. Seperti ketika berdiri dan duduk serta masuk dan keluar; adalah semata-mata dengan kemauannya sendiri. Dia tidak merasa bahwa ada orang lain yang memaksanya untuk melakukan hal tersebut. Bahkan dia dapat membedakan dengan nyata antara melakukan sesuatu dengan kehendaknya sendiri dan melakukannya karena dipaksa orang lain. Syariat pun secara hukum, membedakan antara kedua masalah ini; maka tidak dikenai hukuman orang yang melakukan suatu larangan karena dipaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan&lt;br /&gt;Aqidah Ahlus sunnah wal jama’ah Ibnu ‘Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari : &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://ngajisalaf.wordpress.com/2007/07/03/iman-kepada-qadar-baik-dan-buruk-1/"&gt;ngajisalaf.wordpress&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-2139455186514486743?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/2139455186514486743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/qadar-baik-qadar-buruk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2139455186514486743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2139455186514486743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/qadar-baik-qadar-buruk.html' title='Qadar Baik &amp; Qadar Buruk'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-1447604562416679283</id><published>2009-02-07T10:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T10:57:08.676-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rukun Iman'/><title type='text'>Hari Qiamat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hari kiamat adalah hari akhir kehidupan seluruh manusia dan makhluk hidup di dunia yang harus kita percayai kebenaran adanya yang menjadi jembatan untuk menuju ke kehidupan selanjutnya di akhirat yang kekal dan abadi. Iman kepada hari kiamat adalah rukum iman yang ke-lima. Hari kiamat diawali dengan tiupan terompet sangkakala oleh malaikat isrofil untuk menghancurkan bumi beserta seluruh isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kiamat tidak dapat diprediksi kapan akan datangnya karena merupakan rahasia Allah SWT yang tidak diketahui siapa pun. Namun dengan demikian kita masih bisa mengetahui kapan datangnya hari kiamat dengan melihat tanda-tanda yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Orang yang beriman kepada Allah SWT dan banyak berbuat kebaikan akan menerima imbalan surga yang penuh kenikmatan, sedangkan bagi orang-orang kafir dan penjahat akan masuk neraka yang sangat pedih untuk disiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan percaya dan beriman kepada hari kiamat kita akan didorong untuk selalu berbuat kebajikan, menghindari perbuatan dosa, tidak mudah putus asa, tidak sombong, tidak takabur dan lain sebagainya karena segala amal perbuatan kita dicatat oleh malaikat yang akan digunakan sebagai bahan referensi apakah kita akan masuk surga atau neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Naqli :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagat raya suatu hari pasti akan berakhir. Hari Kiamat tak terhindarkan lagi akan pasti terjadi sebagaimana diberitakan dalam Al Qur’an dalam salah satu ayat: “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya…” (QS. Al Hajj, 22:7). Meski merahasiakan waktu &lt;/span&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;datangnya Hari Kiamat, Allah mewahyukan kepada Nabi Muhammad sejumlah peristiwa dan pertanda tertentu yang menunjukkan datangnya Hari Kiamat. Dalam film ini, akan Anda saksikan sejumlah pertanda yang mengisyaratkan sangat dekatnya Hari Kiamat itu: dari peperangan dan kekacauan yang jumlahnya semakin meningkat hingga penghancuran kota-kota besar, dari gempa bumi hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari : &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://1untuksemua.blogdetik.com/2008/05/03/hari-kiamat-semakin-dekat-waspadalah/"&gt;1untuksemua&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-1447604562416679283?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/1447604562416679283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/hari-qiamat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/1447604562416679283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/1447604562416679283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/hari-qiamat.html' title='Hari Qiamat'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-8816704652297796594</id><published>2009-02-07T10:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T10:50:37.363-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rukun Iman'/><title type='text'>Kitab-kitab ALLAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam agama Islam dikenal empat buah kitab yang wajib kita percaya serta kita imani. Jumlah kitab suci sebenarnya tidak dijelaskan dalam Alquran dan juga dalam Hadis. Selain dari kitab Allah yang diturunkan melalui rosul melalui malaikat jibril, kita juga bisa berpedoman pada hadist nabi Muhammah SAW dan sahifah-sahifah / suhuf / lembaran firman Allah SWT yang diturunkan pada nabi Adam, Ibrahim dan Musa AS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Percaya pada kitab-kitab Allah SWT hukumnya adalah wajib 'ain atau wajib bagi seluruh warga muslimin di seluruh dunia. Dilihat dari pengertian atau arti definisi, kitab Allah SWT adalah kitab suci yang merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT melalui rasul-rasulnya untuk dijadikan pedoman hidup umat manusia sepanjang masa. Orang yang mengingkari serta tidak percaya kepada Alquran disebut orang-orang yang murtad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Daftar kitab Allah SWT beserta Rasul penerima wahyunya :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;1. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS berbahasa Ibrani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;2. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS berbahasa Qibti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;3. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS berbahasa Suryani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;4. Kitab Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW berbahasa Arab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tambahan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kitab suci injil yang saat ini dijadikan kitab suci oleh kaum nasrani / kristen katolik &amp;amp; protestan sangat berbeda dengan injil yang diwahyukan kepada nabi Isa AS semasa hidupnya untuk kaumnya. Oleh sebab itu datang Alqur'an untuk menjadi penyempurna seluruh kitab suci yang pernah ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://organisasi.org/kitab_suci_allah_swt_taurat_zabur_injil_alquran_kitab_suci_agama_islam_yang_wajib_diimani_kaum_muslim_agama_islam"&gt;Organisasi.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-8816704652297796594?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/8816704652297796594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/kitab-kitab-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/8816704652297796594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/8816704652297796594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/kitab-kitab-allah.html' title='Kitab-kitab ALLAH'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-4899433399996788452</id><published>2009-02-07T10:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T10:47:29.635-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rukun Iman'/><title type='text'>NAma 25 Nabi &amp; Rasul</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam agama islam terdapat 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui dengan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang terakhir untuk seluruh umat spanjang masa, yaitu :&lt;br /&gt;1. Adam AS.&lt;br /&gt;2. Idris AS.&lt;br /&gt;3. Nuh AS.&lt;br /&gt;4. Hud AS.&lt;br /&gt;5. Soleh AS.&lt;br /&gt;6. Ibrahim AS.&lt;br /&gt;7. Luth AS.&lt;br /&gt;8. Ismail AS.&lt;br /&gt;9. Ishak AS.&lt;br /&gt;10. Yakub AS.&lt;br /&gt;11. Yusuf AS.&lt;br /&gt;12. Ayub AS.&lt;br /&gt;13. Sueb AS.&lt;br /&gt;14. Musa AS.&lt;br /&gt;15. Harun AS.&lt;br /&gt;16. Zulkifli AS.&lt;br /&gt;17. Daud AS.&lt;br /&gt;18. Sulaiman AS.&lt;br /&gt;19. Ilyas AS.&lt;br /&gt;20. Ilyasa AS.&lt;br /&gt;21. Yunus AS.&lt;br /&gt;22. Zakaria AS.&lt;br /&gt;23. Yahya AS.&lt;br /&gt;24. Isa AS.&lt;br /&gt;25. Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi yang mendapat julukan Ulul Azmi atau nabi/rasul yang memiliki ketabahan yang luar biasa dalam menjalankan kenabiannya :&lt;br /&gt;1. Nuh AS.&lt;br /&gt;2. Ibrahim AS.&lt;br /&gt;3. Musa AS.&lt;br /&gt;4. Isa AS.&lt;br /&gt;5. Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://organisasi.org/25_nama_nabi_dan_rasul_yang_wajib_kita_ketahui_agama_islam"&gt;organisasi.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-4899433399996788452?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/4899433399996788452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nama-25-nabi-rasul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/4899433399996788452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/4899433399996788452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nama-25-nabi-rasul.html' title='NAma 25 Nabi &amp; Rasul'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-5005209532811033503</id><published>2009-02-07T10:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T10:45:06.812-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rukun Iman'/><title type='text'>Nama-nama Malaikat</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Malaikat Jibril memiliki tugas / bertugas menyampaikan wahyu dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Malaikat Isrofil / Izrofil memiliki tugas / bertugas meniup sangkakala penanda hari kiamat telah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Malaikat Izroil / Isroil / Maut memiliki tugas / bertugas mencabut nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Malaikat Rokib / Rakib / Raqib / Roqib memiliki tugas / bertugas memcatat segala perbuatan amal baik atau kebajikan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Malaikat Atit / Atid memiliki tugas / bertugas mencatat segala perbuatan buruk, bejat dan dosa seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Malaikat Mungkar / Munkar memiliki tugas / bertugas menanyakan seseorang di alam kubur mengenai segala perbuatannya semasa hidup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Malaikat Nakir memiliki tugas / bertugas menanyakan seseorang di alam kubur mengenai segala perbuatannya semasa hidup di dunia. Sama dengan job desc malaikat Munkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Malaikat Mikail memiliki tugas / bertugas memberikan dan menyampaikan rejeki / rizki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Malaikat Ridwan memiliki tugas / bertugas menjaga pintu surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Malaikat Ridwan memiliki tugas / bertugas menjaga pintu neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan malaikat berdasarkan kitab suci Alquran :&lt;br /&gt;- Malaikat zabaniyah / zabaniah : 19 malaikat penyiksa dalam neraka&lt;br /&gt;- Humalatur arsy : Empat malaikat pembawa Arsy Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://organisasi.org/nama_nama_10_malaikat_yang_wajib_kita_ketahui_dalam_ajaran_agama_islam_rukun_iman"&gt;organisasi.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-5005209532811033503?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/5005209532811033503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nama-nama-malaikat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/5005209532811033503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/5005209532811033503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/nama-nama-malaikat.html' title='Nama-nama Malaikat'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-3456733120152937910</id><published>2009-02-07T09:11:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T09:13:39.630-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum hukum syara'/><title type='text'>Hukum-Hukum Syara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketentuan-ketentuan dari Allah dan RasulNya yang bersifat perintah, larangan, anjuran dan yang seumpamanya, oleh ulama-ulama di istilahkan dengan Hukum-Hukum Syara' atau Hukum-Hukum Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketentuan-ketentuan yang mereka adakan itu, para 'ulama mengeluarkan beberapa macam hukum yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Wajib,&lt;br /&gt;   2. Sunnah,&lt;br /&gt;   3. Haram,&lt;br /&gt;   4. Makruh dan&lt;br /&gt;   5. Mubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wajib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang wajib ini, ada banyak ta'rif yang dikemukakan oleh para 'ulama. Diantaranya ialah ta'rif yang berbunyi "Wajib itu satu ketentuan Agama yang harus dikerjakan, kalau tidak berdosalah ia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contohnya : "Shalat Isya, Shubuh, Zhuhur, Ashar dan Maghrib hukumnya Wajib, yaitu satu ketentujan yang harus dikerjakan, kalu tidak dikerjakan maka berdosalah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surah An-Nur : 63 Allah swt. berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka hendaklah berhati-hati orang-orang yang melanggar perintah Allah daripada ditimpa fitnah, atau ditimpa adzab yang pedih" (QS.An-Nur : 63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sunnah yaitu satu perbuatan yang kalau dikerjakan akan mendapatkan pahala dari Allah dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam AlQuran Surah Yunus ayat 26 Allah swt. berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan (disediakan) kebaikan dan tambahan" (QS.Yunus : 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Haram yaitu satu ketentuan larang dari Agama (Allah) yang tidak boleh dikerjakan, dan apabila dikerjakan maka berdosalah orang itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mendatangi tukang-tukang tenung dengan tujuan menanyakan sesuatu hal ghaib, lalu ia percaya. Maka, berdosalah ia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Makruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makruh yaitu satu ketentuan larang yang lebih baik tidak dikerjakan dari pada dikerjakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makan binatang buas"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam AlQuran surah Al Baqarah, ayat 173, Allah telah membahas yang haram dimakan, hanya satu saja yaitu babi. Maka kalau larngan makan binatang buas itu kita hukumkan haram juga, berarti sabda Nabi saw. yang melarang makan binatang buas itu, menentang Allah. Ini tidak haram, ia berhadapan dengan dua kemungkinan hukum : mubah atau makruh. Mubah tidak kena, karena Nabi saw. melarang, bukan memerintah. jadi, larangan Nabi saw. dalam hadits-hadits tentang binatang buas itu, kta ringankan. Larangna yang ringan tidak lain, melainkan makruh. Kesimpulannya : "Binatang buas itu makruh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mubah yaitu satu perbuatan yang tidak ada ganjaran atau siksaan bagi orang mengerjakannya atau tidak mengerjakannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Perintah-perintah Agama mempunyai hukum : wajib atau sunnah atau mubah.&lt;br /&gt;   2. Hukum wajib dan sunnat ada pada amalan-amalan ibadah dan keduniaan, tetapi hukum mubah hanya ada pada keduniaan saja.&lt;br /&gt;   3. Larangan-larangan Agama mempunyai hukum-hukum : haram dan makruh. Hukum-hukum ini ada dalam ibadah dan keduniaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://addinulhaq.blogspot.com/2008/02/hukum-hukum-agama.html"&gt;addinulhaq.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-3456733120152937910?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/3456733120152937910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/hukum-hukum-syara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/3456733120152937910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/3456733120152937910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/hukum-hukum-syara.html' title='Hukum-Hukum Syara'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-693897359455190812</id><published>2009-02-07T08:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T09:04:51.186-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rukun Iman'/><title type='text'>Rukun Iman</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai salah satu syarat dari iman adalah adanya keyakinan. Dan keyakinan tersebut dapat muncul dari pengetahuan atau ilmu tentang hal tersebut. Dan masalah tersebut telah dijelaskan oleh para ulama dengan penjelasan yang tuntas dan sangat jelas bagi umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman kepada Allah Subhanallohu wa Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengimani Rububiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, artinya bahwa Allah adalah Rabb: Pencipta, Penguasa dan Pengatur segala yang ada di alam semesta ini. Kita juga harus mengimani uluhiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala artinya Allah adalah Ilaah (sembahan) Yang hak, sedang segala sembahan selain-Nya adalah batil. Keimanan kita kepada Allah belumlah lengkap kalau tidak mengimani Asma’ dan Sifat-Nya, artinya bahwa Allah memiliki Nama-nama yang maha Indah serta sifat-sifat yang maha sempurna dan maha luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita mengimani keesaan Allah Subhanallohu wa Ta’aladalam hal itu semua, artinya bahwa Allah Subhanallohu wa Ta’ala tiada sesuatupun yang menjadi sekutu bagi-Nya dalam rububiyah, uluhiyah, maupun dalam Asma’ dan sifat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: “(Dia adalah) Tuhan seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beridat kepada-Nya. Adakah kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut disembah)?”. (QS. Maryam: 65)&lt;br /&gt;Dan firman Allah, yang artinya: “Tiada sesuatupun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia-lah yang maha mendengar lagi Maha melihat”. (QS. Asy-Syura:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Kepada Malaikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita mengimani para malaikat ? mengimani para malaikat Allah yakni dengan meyakini kebenaran adanya para malaikat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan para malaikat itu, sebagaimana firman-Nya, yang artinya: ”Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, tidak pernah mereka itu mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (QS. Al-anbiya: 26-27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka mereka beribadah kepada-Nya dan mematuhi segala perintah-Nya. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’, yang artinya: ” …Dan malaikat-malaikat yang disisi-Nya mereka tidak bersikap angkuh untuk beribadah kepada-Nyadan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. “ (QS. Al-Anbiya: 19-20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Kepada Kitab Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan kepada rasul-rasul-Nya kitab-kitab sebagai hujjah buat umat manusia dan sebagai pedoman hidup bagi orang-orang yang mengamalkannya, dengan kitab-kitab itulah para rasul mengajarkan kepada umatnya kebenaran dan kebersihan jiwa mereka dari kemuysrikan. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’, yang artinya: ”Sungguh, kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al-kitab dan neraca (keadilan) agar manusia melaksanakan keadilan… “ (QS. Al-Hadid: 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kitab-kitab itu, yang kita kenal ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *Taurat, yang Allah turunkan kepada nabi Musa alaihi sallam, sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Maidah: 44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *Zabur, ialah kitab yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala  kepada Daud alaihi sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *Injil, diturunkan Allah kepada nabi Isa, sebagai pembenar dan pelengkap Taurat. Firman Allah : ”…Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) injil yang berisi petunjuk dan nur, dan sebagai pembenar kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, serta sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS : Al-Maidah : 46)&lt;br /&gt;   *Shuhuf, (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada nabi Ibrahim dan Musa, ‘Alaihimas-shalatu Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *Al-Quran, kitab yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala  turunkan kepada Nabi Muhammad shalallohu ‘alahi wa sallam, penutup para nabi. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil…” (QS. Al Baqarah: 185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Kepada Rasul-Rasul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengutus rasul-rasul kepada umat manusia, Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” (Kami telah mengutus mereka) sebagai rasul-rasul pembawa berita genbira dan pemberi peringatan, supaya tiada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah (diutusnya) rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. AN-Nisa: 165).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengimani bahwa rasul pertama adalah nabi Nuh dan rasul terakhir adalah Nabi Muhammad  shalallohu ‘alahi wa sallam, semoga shalawat dan salam sejahtera untuk mereka semua. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ”Sesungguhnya Kami telahmewahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi yang (datang) sesudahnya…” (QS. An-Nisa: 163).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Kepada Hari Kiamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengimani kebenaran hari akhirat, yaitu hari kiamat, yang tiada kehidupan lain sesudah hari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kita mengimani kebangkitan, yaitu dihidupannya semua mahkluk yang sesudah mati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya:”Dan ditiuuplah sangkakala, maka matilah siapa yang ada dilangit dan siapa yang ada di bumi kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka bangkitmenunggu (putusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 6 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengimani adanya catatan-catatan amal yang diberikan kepada setiap manusia. Ada yang mengambilnya dengan tangan kanan dan ada yang mengambilnya dari belakang punggungnya dengan tangan kiri. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Adapun orang yang diberikan kitabnya dengan tangan kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang punggungnya, maka dia akan berteriak celakalah aku dan dia akan masuk neraka yang menyala.” (QS. Al-Insyiqaq: 13-14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Kepada Qadar Baik dan Buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga mengimani qadar (takdir) , yang baik dan yang buruk; yaitu ketentuan yang telah ditetapkan Allah untuk seluruh mahkluk-Nya sesuai dengan ilmu-Nya dan menurut hikmah kebijakan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman kepada qadar ada empat tingkatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1.‘Ilmu&lt;br /&gt;     ialah mengimani bahwa Allah Maha tahu atas segala sesuatu,mengetahui apa yang terjadi, dengan ilmu-Nya yang Azali dan abadi. Allah sama sekali tidak menjadi tahu setelah sebelumnya tidakmenjadi tahu dan sama sekali tidak lupa dengan apa yang dikehendaki.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.Kitabah&lt;br /&gt;     ialah mengimani bahwa Allah telah mencatat di Lauh Mahfuzh apa yang terjadi sampai hari kiamat. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ”Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. sesungguhnya tu (semua) tertulis dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya Allah yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hajj: 70)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.Masyi’ah&lt;br /&gt;     ialah mengimani bawa Allah Subhanahu Wa Ta’ala. telah menghendaki segala apa yang ada di langit dan di bumi, tiada sesuatupun yang terjadi tanpa dengan kehendak-Nya. Apa yang dikehendaki Allah itulah yang terjadi dan apa yang tidak dikehendaki Allah tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Khal&lt;br /&gt;     Ialah mengimani Allah Subhanahu Wa Ta’ala. adalah pencipta segala sesuatu. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya:  ” Alah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Hanya kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi.” (QS. Az-Zumar: 62-63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat tingkatan ini meliputi apa yang terjadi dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri dan apa yang terjadi dari mahkluk. Maka segala apa yang dilakukan oleh mahkluk berupa ucapan, perbuatan atau tindakan meninggalkan, adalah diketahui, dicatat dan dikehendaki serta diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Disadur dari : &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://aqidahislam.wordpress.com/2006/11/17/penjelasan-rukun-iman/"&gt;aqidahislam.wordpres&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-693897359455190812?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/693897359455190812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/rukun-iman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/693897359455190812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/693897359455190812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/rukun-iman.html' title='Rukun Iman'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-1346387590938777524</id><published>2009-02-07T08:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T08:52:27.465-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rukun Islam'/><title type='text'>Rukun Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Makna dan Hakikat Rukun Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dibangun di atas lima dasar, yaitu Rukun Islam. Ibarat sebuah rumah, Rukun Islam merupakan tiang-tiang atau penyangga bangunan keislaman seseorang. Di dalamnya tercakup hukum-hukum Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. “Sesungguhnya Islam itu dibangun atas lima perkara: bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan puasa di buIan Ramadhan” (HR. Bukhari Muslim). Bagi siapa saja yang telah mengerjakan Rukun Islam yang lima, belum berarti bahwa ia telah total masuk ke dalam Islam. Ia baru membangun landasan bagi amal-amalnya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Islam merupakan landasan operasional dari Rukun Iman. Belum cukup dikatakan beriman hanya dengan megerjakan Rukun Islam tanpa ada upaya untuk menegakkannya. Rukun Islam merupakan training/pelatihan bagi orang mukmin menuju mardhotillah/keridhoan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Syahadat adalah agreement (perjanjian) antara seorang muslim dengan Allah SWT [7.172]. Seseorang yang telah menyatakan Laa ilaaha ilallaah berarti telah siap untuk fight (bertarung) melawan segala bentuk ilah di luar Allah di da1am kehidupannya [29:2].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Shalat adalah training: sebagai latihan agar setiap muslim di dalam kehidupannya adalah dalam rangka sujud (beribadah) kepada Allah [6:162]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Zakat adalah training, yaitu sebagai latihan agar menginfakkan hartanya, karena setiap harta seorang muslim adalah milik Allah.[57:7, 59:7]. “Engkau ambil zakat itu dari orang-orang kaya mereka dan engkau kembalikan kepada orang-orang fakir mereka” (HR Mutafaqun ‘alahi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Shaum adalah training, yaitu sebagai latihan pengendalian kebiasaan pada jasmani, yaitu makan dan minum dan ruhani, yaitu hawa nafsu. [2:185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Haji adalah training, yaitu sebagai latihan dalam pengorbanan jiwa dan harta di jalan Allah, mengamalkan persatuan dan persamaan derajat dengan sesama manusia. [22:27-28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;• Paket BP Nurul Fikri, Al-Islam,&lt;br /&gt;• Sa’id Hawwa, Al-Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari :&lt;/span&gt; &lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://materitarbiyah.wordpress.com/2008/03/15/rukun-islam/"&gt;Materitarbiyah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-1346387590938777524?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/1346387590938777524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/rukun-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/1346387590938777524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/1346387590938777524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/rukun-islam.html' title='Rukun Islam'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208812523785088340.post-2523207787149956365</id><published>2009-02-07T08:36:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T08:44:37.754-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengenalan tentang islam'/><title type='text'>Apakah islam itu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Islam adalah risalah Allah SWT. yang terakhir bagi manusia, oleh karena itu Islam adalah agama terakhir yang diturunkan Allah SWT. kepada Nabi-Nya yang terakhir yaitu Sayidina Muhammad Saw.. Dan juga sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. adalah membawa risalah Allah SWT. yang universal dan sebagai pembuka untuk semua alam. Setiap Nabi datang dengan risalah dari Allah SWT. untuk kaumnya masing-masing, sedangkan Nabi Muhammad Saw. dengan Islam sebagai risalah Allah SWT. yang terakhir untuk semua manusia bahkan jin. Allah SWT. berfirman: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."( QS. Al-Anbiya': 107), Allah SWT. berfirman: "Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS. Saba': 28), dan Allah SWT. berfirman: "Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua" (QS. Al-A'raf: 158) Dan juga Nabi Muhammad Saw. telah mengkabarkan kepada kita bahwa sesungguhnya Allah SWT. telah mengkhususkan Nabi Muhammad Saw. dengan amanat seperti ini, maka Nabi Muhammad Saw bersabda: "Nabi yang dahulu diutus untuk kaum yang khusus, sedangkan aku diutus untuk manusia seluruhnya" (HR. Bukhari Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Islam adalah agama yang mudah, tidak sukar dan tidak sempit, Allah SWT. berfirman: "Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan." (QS. Al-Hajj: 78) Allah SWT. juga berfirman: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah: 185) dan asas Allah SWT. kepada agama ini secara dzahir ada lima rukun yaitu: Dua Syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji ke baitullah. dan di dalam akidah kita yaitu rukun iman, ada enam rukun yaitu: Iman kepada Allah SWT., Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Kitab-Kitab-Nya, hari kiamat, dan ketetapan yang baik dan buruk. Kemudian keimanan dibagi kedalam rincian-rincian yang banyak, yaitu beberapa perintah dan larangan di dalam Syariat Islamiyah yang telah menghubungkan dalam jumlahnya kepada sebuah kejelasan, dan tujuh puluh cabang seperti yang dikabarkan oleh orang yang percaya dan dipercaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebuah Hadits Jibril as. yang menjelaskan rukun Islam dan Iman, diriwayatkan oleh tuan kita 'Umar ra. Berkata: Suatu ketika kami sedang berada di sebuah majlis bersama Rasulullah Saw. ketika itu muncul seoarang laki-laki yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya, tidak terlihat kepadanya bekas perjalanan yang jauh, dan satupun dari kita tidak mengenalnya, kemudian dia duduk dihadapan Nabi Saw, lalu orang itu menyenderkan lututnya kepada lutut Nabi Saw., dan meletakan telapak tangannya di atas paha Nabi Saw., dan berkata: "Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Maka Rasulullah Saw. bersabda: "Islam adalah kamu bersaksi bahwa tiada ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat, puasa di bualan Ramadhan, dan haji ke baitullah jika kamu mampu menjalankannya.". Orang itu berkata: "Kamu benar". 'Umar berkata: "Maka kami terkejut kepadanya, dia bertanya dan membenarkannya. Kemudian orang laki-laki itu bertanya lagi: "Lalu kabarkan lah kepadaku tentang iman". Nabi menjawab: "Kamu percaya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir baik dan buruk". Dia berkata: "Kamu benar". Kemudian bertanya lagi: "Lalu kabarkanlah kepadaku tentang Ihsan". Nabi menjawab: "Kamu menyembah Allah seperti kamu melihat-Nya tetapi jika belum dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Beliau melihatmu". Lalu dia bertanya lagi: kabarkanlah kepadaku tentang hari kiamat. Nabi menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada orang yang bertanya". Lalu dia bertanya lagi: Kabarkanlah kepadku tentang janji hari kiamat. Nabi menjawab: "Ketika pembantu melahirkan anak, kamu melihat para pemimpin tanpa alas kaki sehingga ketergantungan dengan orang lain dan bangunan-bangunan semakin tinggi". Berkata 'Umar: "Kemudian orang laki-laki itu keluar maka aku timbul pertanyaan dalam hatiku, kemudian Nabi bersabda kepadaku: "Wahai 'Umar apakah kamu mengetahui siapa orang yang bertanya itu". Aku berkata: "Allah dan Rasul lebih mengetahui". Rasul berkata: "Sesungguhnya dia adalah Jibril, dia datang untuk memberi pengetahuan tentang agama kalian" (HR. Muslim: juz 1 hal. 37) Dan Nabi Saw. mengkabarkan tantang cabang iman, lalu Nabi berkata: "Sebuah kejelasan bahwa tujuh puluh cabang iman dan sifat malu adalah sebagian cabang iman" (HR. Bukhari: juz 1 hal. 63)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Adapun dengan penamaan Islam dengan kata Islam: sesungguhnya Islam adaah agama yang selamat dan diselamatkan oleh Allah Tuhan semesta alam, maka Islam adalah agama yang mengajak Muslim untuk berpasrah kepada Allah yang satu dan melepaskan dari segala sesuatu yang selainnya dari Tuhan-Tuhan, patung-patung sampai segala sesuatu yang menjadikan manusia musyrik bersama Tuhannya, karena sesungguhnya dia mengikuti hawa nafsunya, Allah berfirman: "Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?" (QS. Al-Furqan: 43), sama juga mengajak Muslim kepada keselamatan hanya untuk diri sendiri, padahal bersama adanya keluasan Allah, dalam masalah ini Nabi Saw. bersabda: "Seorang Muslim sebagian dari keselamatan Muslim-Muslim yang lainnya dari lisannya dan tangannya" (HR. Bukhari Muslim: juz 1 hal. 13)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah, Allah lah yang menamakan Islam dengan kata ini dan meridhainya karena sesungguhnya Beliau adalah Tuhan semesta alam, Allah SWT. berfirman: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Ma'idah: 3). Allah SWT. juga berfirman: "(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia." (QS. Al-Hajj: 78), Allah menamakan Muslim kepada orang Islam, karena kekhususan-kekhususan dari umat yang terakhir ini. Umat yang memiliki agama yang terakhir, Nabi Saw. yang terakhir. Sesungguhnya orang yahudi menamakan dirinya sendiri yang sebagai binaan dakwahnya Nabi Musa as., Allah SWT. bercerita dalam firman-Nya: "Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu."" (QS. Al-'Araf: 156). Begitu juga orang-orang Nasrani menamakan dirinya sendiri, Allah SWT. berfirman: "Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya." (QS. Al-'Araf: 156). Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam karena telah mengkhususkan dan melebihkan kita atas semua ciptaannya yang sempurna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dan kita mengharapkan dengan jawaban ini kita dapat mengetahui tentang kedudukan Islam antara risalah-risalah yang terdahulu, juga kita mengerti tentang agama kita secara keseluruhan, bagaimana dinamakan dengan kata Islam dan penemaan pengikut Islam yaitu Muslim. Shalawat serta salamnya Allah atas Nabi kita, keluarganya, dan para sahabatnya, dan Allah SWT. yang paling tinggi dan paling mengetahui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Disadur dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: webdings; font-weight: bold;"&gt; :&lt;/span&gt; &lt;a href="http://dzikriii.multiply.com/journal/item/10"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;dzikriii.multiply.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208812523785088340-2523207787149956365?l=zainkanz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainkanz.blogspot.com/feeds/2523207787149956365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/apakah-islam-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2523207787149956365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208812523785088340/posts/default/2523207787149956365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainkanz.blogspot.com/2009/02/apakah-islam-itu.html' title='Apakah islam itu'/><author><name>Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00241149290511457244</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_f2tgJ-Epyh8/SYnRpKGj7_I/AAAAAAAAAAc/EYNgYU5TQ7I/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
